UPAYA DESAIN BENTUK ATAP UNTUK MENAMPILKAN LOKALITAS DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR VERNAKULAR PADA PASAR GODEAN YOGYAKARTA

Main Article Content

citra dwi soehindra
mohammad Ischak
Rita walaretina

Abstract

Saat ini gerakan untuk menerapkan unsur kelokan sedang gencar dilakukan. Hal tersebut pada rancangan bangunan dapat dilakukan dengan pendekatan arsitektur vernakular, termasuk pada desain pasar tradisional Godean, Yogyakarta. Salah satu unsur yang mencerminkan lokalitas pada arsitektur Yogyakarta dapat dikenali melalui bentuk atapnya. Pada umumnya, variasi atap tradisional hanya digunakan pada bangunan dengan fungsi hunian, tempat ibadah, dan keraton. Dengan demikian diperlukan kajian khusus untuk menemukan jenis atap yang tepat yang dapat diterapkan pada bangunan fungsi pasar tradisional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana objek amatan didapat dari studi preseden yang kemudian dianalisis dengan kajian literatur. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa atap limasan lawakan adalah jenis atap yang paling tepat digunakan untuk rancangan pasar tradisional Godean yang mencerminkan arsitektur vernakular Yogyakarta.

Dimensions

Downloads

Download data is not yet available.

Plum Analytics

Article Details

Section
Articles

References

Hermawan, B., & Prihatmaji, Y. P. (2019). Perkembangan Bentukan Atap Rumah Tradisional Jawa. Prosiding Seminar Nasional Desain Dan Arsitektur (SENADA), 2, 387–393.

Hidayatun, M. I. (2018). Jati Diri Arsitektur Indonesia. K-Media.

Ibrahim, R. M., & Mahendra, A. S. (2019). Arsitektur Pasar dan Manusia sebagai Penggerak Peradaban Kota. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 7(2).

Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan: No. 23/MPP/Kep/1998 Tentang Lembaga-lembaga Usaha Perdagangan

Mentayani, I. (2017). Menggali Makna Arsitektur Vernakular : Prosiding Temu Ilmiah IPLBI, 1(2), 68–82.

Nursaniah, C. I. Q. L. (2017). Melalui Bentuk Dan Bahan Bangunan Pada Rumah. Prosiding Seminar Kearifan Lokal Dan Lingkungan Binaan, 273–283.

Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta: Nomor 40 Tahun 2014, Tentang Panduan Arsitektur Bangunan Baru Bernuansa Budaya Daerah

Rachman, D.; Ashadi; Hakim, L. (2018). Pencamupuran arsitektur tradisional dan modern pada perencanaan taman walisongo di cirebon. Jurnal Arsitektur PURWARUPA, 02(1), 29–34.

Ramadhani, A. N. ., & Muhammad, F. (2016). Pendekatan Vernakular Kontemporer dalam Desain Pasar Wisata Apung Surabaya di Area Mangrove Wonorejo. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 5(2), 71–74.

Tarigan, R. (2016). Arsitektur Vernakular Berbasis Arsitektur Tradisional : Menuju Arsitektur Lokal Yang Berkelanjutan. Tesa Arsitektur, 14(1), 23–32.

Wibowo, H. J., Murniatmo, G., & Dh., S. (1998). Arsitektur Tradisional Daerah Istimewa Yogyakarta. CV. Pialamas Permai.

Wicaksono, L.N., Harsasto, P., Astuti, P. (2008). Jurnal Penelitian Persepsi Pedagang Pasar Terhadap Program Erlindungan Pasar Tradisional Oleh Pemerintah Kota Semarang. Jurnal Penelitian.

Wihardyanto, D., & Sherlia. (2011). Perkembangan konsep regionalisme kritis kenneth frampton (1985-2005). Jurnal Arsitektur, 2(1), 23–36.