KAJIAN CITRA KOTA PADA KAWASAN BEJI DEPOK JAWA BARAT

Main Article Content

Putri Sri Wulandari
Ari Widyati Purwantiasning

Abstract

Kota satelit terbentuk karena peningkatan kepadatan penduduk mewajibkan suatu wilayah memperbesar daerahnya, area perluasan itulah yang akan menopang kehidupan kota inti. Menurut Alonso (1978), kota baru yang dengan sengaja dibangun untuk menunjang kegiatan pemerintahan, dipersiapkan sebagai kota otonom, dengan menyediakan kegiatan (pekerjaan) untuk penduduknya supaya kota baru dapat menjadi tempat bermukim para pendatang. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kota satelit memiliki fungsi yang sama seperti kota induk, namun tidak sekompleks kota induk. Citra kota sangat penting dimiliki oleh kota satelit agar bisa dikatakan layak sebagai bagian dari penunjang kota induk dan untuk memperkuat identitas wajah kota sehingga kota satelit memiliki daya tarik tersendiri. Oleh karena itu, Kota Satelit dikaji dengan menggunakan teori lima elemen citra kota Kevin Lynch. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif secara deskriptif. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk memahami lima elemen pembentuk citra kota sebagai bentuk identitas kota berdasarkan teori Kevin Lynch pada kota satelit. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu mengkaji secara kualitatif deskriptif tiga studi kasus dengan menganalisa lima elemen citra kota pada tiga kawasan kota satelit.

Kata Kunci: Kevin Lynch; citra kota; lima elemen; Beji, Depok.

Dimensions

Downloads

Download data is not yet available.

Plum Analytics

Article Details

Section
Articles

References

Silavi T, Farshad H, Christophe C, dan F. N. (2017). The Legibility and Permeability of Cities: Examining the Role of Spatial Data and Metrics. 1–20.

Purwantiasning, A. W., & Ayu Setyoningrum, M. S. (2020). Kajian Permeability dan Imageability Pada Kawasan Konservasi Clarke Quay dan Boat Quay, Singapura. Arsitektur UMJ Press, 1-132.

Ari Widyati Purwantiasning, Fika Masruroh, Nurhidayah. (2013). ANALISA KAWASAN BOAT QUAY BERDASARKAN. NALARs Volume 12 No 1, 59-72.

Hartanti, N. B., & Trisakti, U. (2018). KORIDOR JALAN DAN LEGIBILITY KOTA BOGOR The Influence of Street Functional Arrangement to the Imageability of Street Corridors and the Legibility of Bogor City.

Medina, A dkk. (2016). Identifikasi Kawasan berdasarkan Kriteria Kevin Lynch (Studi Kasus Tebet, Jakarta Selatan). Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Rafsyanjani, M. A., & Purwantiasning, A. W. (2020). Kajian Konsep Teori Lima Elemen Citra Kota pada Kawasan Kota Lama Semarang. Arsir, 3(2), 47. https://doi.org/10.32502/arsir.v3i2.2219

Sjifalillah, Irna Prakencana. (2014). Kajian Aspek Legibility dan Imageability pada Jalur Sirkulasi Pengunjung di Kawasan Wisata Floating Market Lembang. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

Lynch, Kevin. 1960. The Image of The City. Cambridge: The MIT Press Massachusetts. Trancik, Roger. 1986. Finding Lost Space: Theories of Urban Design. New York: Van Nostrand Reinhold Company.

Noviana, Mafazah. (2012). KAJIAN ELEMEN PEMBENTUK CITRA KAWASAN JALAN KUSUMA BANGSA SAMARINDA. JURNAL EKSIS, Vol.8 No.2, Agustus 2012: 2168 – 2357.