The PLACEMAKING PADA KAWASAN CAGAR BUDAYA PERUM PERURI DENGAN MERESPON TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD)

Main Article Content

Muhamad Ilham Nugroho
Ristya Arinta S
Mohammad Ischak

Abstract

Perum Peruri adalah perusahaan BUMN, saat ini memiliki kawasan yang kurang mempunyai nilai jual sebagai kawasan komersil di Kebayoran Baru, padahal kawasan tersebut memiliki konteks Bangunan Cagar Budaya dan kawasan TOD yang dapat menjadi potensi namun belum terkoneksinya fungsi kawasan dengan perkembangan rancangan TOD sehingga dibutuhkannya konsep placemaking untuk merespon konteks tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan memerhatikan aktivitas dan kebutuhan pengguna transportasi publik untuk mencapai kawasan tersebut. Hasil penelitian menunjukan konsep placemaking dapat diterapkan untuk mengoptimalisasikan kawasan Perum Peruri dengan saling terkoneksinya akses pedestrian terhadap setiap bangunan, pengalihfungsian hunian menjadi komersil, dan ketersediaannya ruang publik di kawasan Perum Peruri.

Dimensions

Downloads

Download data is not yet available.

Plum Analytics

Article Details

Section
Articles

References

] Alzahrani, K. Borsi & D. Jarman. Place-Making and Its Implications For Social Value: A Comparison Study Of Two Urban Squares In London. London. 2017

] Atika, Poedjioetami. Creative Placemaking Pada Ruang Terbuka Publik Wisata Bangunan Cagar Budaya, untuk Memperkuat Karakter dan Identitas Tempat. Semarang, 2022

] Calthorpe, Peter. The Next American Metropolis: Ecology, Community, and the American Dream. New York. Princeton Architectural Press, 1993

] H. Lefebvre, The Production of Space. Oxford: Basil Blackwel, 1991.

] Hidajat, Rustiadi, dan Wilza, Potensi Pengembangan Kawasan Berbasis Transit Oriented Development di Sekitar Titik Transit Kabupaten Bogor. Bogor. 2021.

] Institute for Transportation & Development Policy (2019). What is TOD. Diakses dari, https://www.itdp.org/library/standards-andguides/tod3-0/what-is-tod/

Diunduh pada tahun 2021.

] I. Setiadi dan G. Bagus, “Studi Pemikiran Henri Lefebvre Mengenai Produksi Ruang Sosial,” 2016.

] Kerangka Acuan Kerja Sayembara Gagasan Masterplan Optimalisasi Aset Falatehan Perum Peruri. 2021

] Kheir Al-Khodmany. Planning Guidelines For Enchancing Placemaking With Tall Buildings. USA. 2018.

] Madden. What Is Placemaking?” Project for Public Spaces, 2011

] M. A. Wykoff. Definition Of Placemaking: Four Different Types, MSU L. Policy Inst., 2014.

] Ogra, Aurobindo dan Robert Ndebele. The Role of 6Ds: Density, Diversity, Design, Destination, Distance, and Demand Management in Transit Oriented Development (TOD). Johannesburg. Neo-International Conference on Habitable Environments, 2014

] Peraturan Daerah No. 9 tahun 1999 tentang Pelestarian dan Pemanfaatan Lingkungan dan Bangunan Cagar Budaya.

] Prabowo dan Yuuwono. Kajian Pelestarian dan Pemeliharaan Bangunan Cagar Budaya di Surakarta. Surakarta. 2021.

] Permen ATR/BPN No. 16 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit.

] Prayogi dan Rafi’i. Pendekatan Konsep TOD Pada Penataan Massa di Kawasan Dukuh Atas. Jakarta. 2019

] Sri Nastiti dan Kurnia Manis, Placemaking dalam Perancangan Rumah Susun Sewa. Surabaya. 2018

] Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya

] Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Pengesahan Nota Kesepahaman antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Kementerian Pertahanan Kerajaan Belanda tentang Kerja Sama Terkait Pertahanan

] UU No. 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya

] Zahnd. Perancangan Kota Secara Terpadu:teori Perancangan Kota Dan Penerapannya. Yogyakarta, 1999.

] https://binus.ac.id/bandung/2021/06/placemaking-do-we-know-where-were-heading-to/

Diunduh pada tanggal 21 Juni 2021.