PROSES PENENTUAN MAKNA FILOSOFIS BANGUNAN PENANDA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Main Article Content

R.Aj Siti Cut Alia Kuswalastri

Abstract

DIY diharapkan memiliki penanda baru yang dapat merepresentasikan nilai-nilai filosofis serta meneguhkan entitasnya sebagai kota yang mengalami perkembangan di bidang pendidikan, budaya, dan pariwisata. Untuk itu, dalam perancangannya dibutuhkan proses menentukan makna filosofis yang relevan ke dalam wujud tanda, agar transformasi konsep dan bentuk maupun tatanan saling berkesinambungan. Penanda Yogyakarta harus dapat menampilkan citra sebagai representasi lingkungannya, melalui karakteristik dan nilai-nilai filosofis sebagai makna atau pesannya. Tujuan penulisan ini adalah untuk menggambarkan proses dalam menentukan makna filosofis penanda Yogyakarta. Digunakan metode kualitatif, pengumpulan data dengan studi literatur terkait filosofi, teori, dan penanda di Yogyakarta, serta observasi lokasi dan bangunan-bangunan terkait konteks ikut ditentukan sebagai alternatif isu penanda. Isu kemudian disandingkan dengan teori yang ada, disajikan dalam bentuk matriks tabel, untuk dicari relevansinya satu dengan yang lainnya. Hasilnya akan menunjukkan tahapan-tahapan penentuan makna mengacu pada teori yang ada sebagai perkuatan dan dasar, isu mana yang relevan dijadikan sebagai makna penanda selain metode yang menunjukkan perlunya proses rasional dan intuisi untuk mengambil suatu keputusan.

Dimensions

Downloads

Download data is not yet available.

Plum Analytics

Article Details

Section
Articles

References

DAFTAR RUJUKAN

Ching, Francis D.K., Arsitektur Bentuk, Ruang, dan Tatanan, Erlangga, Jakarta, 2007

Jencks, Charles. dkk., Sign, Symbol and Architecture, Wiley, New York, 1980

Kurniawan, Andri. Sadali, Mohammad Isnaini., Keistimewaan Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, 2015

Lay, C. dkk., Keistimewaan Yogyakarta, Naskah Akademik dan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta, Monograph on Politics and Government 2 (1), Jurusan Ilmu Pemerintahan Fisipol UGM dan Program S2 Politik, Yogyakarta, 2008

Leech, geoffrey N., Semantics : the Study of Meaning, Penguin Books Ltd, England, 1974

Lynch, Kevin., The Image of the City, The M.I.T. Press, Massachusetts, 1960

Mangunwijaya, YB., Wastu Cutra : Pengantar ke Ilmu Budaya Bentuk Arsitektur, Sendi-Sendi Filsafatnya, Beserta Contoh-Contoh Praktis, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1988

Naskah Akademis Perdais Kebudayaan dan Tata Ruang Daerah Istimewa Yogyakarta

Penjelasan atas Undang-Undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta

Pramono, Daniel Tria. dkk., “Bangunan Pusat Konvensi sebagai Landmark Kawasan Tenggara Kota Malang”. Vol. 4, No. 2, Jurnal Arsitektur UB, 2016

Ridjal, Abraham Mohammad., “Membangun Jembatan antara Buku dan Praksis Arsitektur”. Vol. 10, No. 2, Jurnal Ruas UB, 2012

Rogi, Octavianus H.A., “Tinjauan Otoritas Arsitek dalam Teori Proses Desain”. Vol. 11, No. 3, Media Matrasain, 2014

Shirvani, Hamid., The Urban Design Process, Van Nostrand Reinhold, Michigan, 1985

Snyder, James C. dkk., Pengantar Arsitektur, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1984

Suhardi., “Rumah Orang Jawa : Konteks Kosmologi dalam Arsitektur Tradisional”. Dalam Nilai Kearifan Lokal Rumah Tradisional Jawa oleh Djono, dkk., Vol.24, No. 3, Jurnal Humaniora, 2012

Suryanto. dkk., “Aspek Budaya dalam Keistimewaan Tata Ruang Kota Yogyakarta”. Vol. 26, No. 3, Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota ITB, 2015

Wibowo, H.J. dkk., Arsitektur Tradisional Daerah Istimewa Yogyakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI Jakarta, Jakarta, 1998