Submissions

 

Policies

Focus and Scope

Jurnal Bhuwana menerima materi dengan focus tema Lingkungan dan Kota namun tidak terbatas pada sosio-spasial lingkungan dan permukiman, urban design & planning, konservasi, preservasi dan revitalisasi kawasan, pengelolaan lingkungan, energi baru terbarukan, bioteknologi, transportasi, pengelolaan limbah, green/eco city serta keselamatan dan kesehatan kerja.

 

Section Policies

Articles

Checked Open Submissions Checked Indexed Checked Peer Reviewed

Front Cover

Unchecked Open Submissions Checked Indexed Unchecked Peer Reviewed

Back Cover

Unchecked Open Submissions Checked Indexed Unchecked Peer Reviewed

Preface

Unchecked Open Submissions Checked Indexed Unchecked Peer Reviewed
 

Peer Review Process

Semua artikel yang diterima staf editorial akan melalui proses peninjauan awal oleh dewan editorial. Kemudian, artikel akan dikirim ke peninjau (reviewer) untuk ditinjau secara double-blind proses review. Setelah proses peninjauan selesai, artikel akan dikembalikan ke penulis untuk revisi. Proses ini dapat membutuhkan waktu hingga 2 (dua) minggu. Setiap artikel akan ditinjau dalam hal aspek substansial dan teknis. Semua tim peninjau bereputasi internasional, yang sudah berpengalaman dalam manajemen dan publikasi jurnal akademik nasional dan internasional. Proses peninjauan artikel disajikan pada diagram aliran berikut:

 

 

Publication Frequency

Bhuwana diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Maret dan September.

 

 

Open Access Policy

This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.

 

Screening Plagiarism

Penapisan untuk memeriksa adanya plagiarisme dimulai dari partisipasi aktif para penulis untuk memastikan bahwa:

  1. Artikel ilmiah adalah karya asli, tidak mencontoh hasil karya penulis lain atau tidak mengandung unsur plagiarisme.
  2. Artikel ilmiah belum pernah dipublikasi sebelumnya dan saat ini tidak dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal/prosiding lain.
  3. Artikel ilmiah tidak mengandung pernyataan yang memfitnah atau melanggar hukum dan tidak mengandung materi apa pun yang melanggar privasi individu, hak kepemilikan, atau hak cipta menurut undang-undang.
  4. Semua penulis telah meninjau ulang artikel, bertanggung jawab atas isi artikel ilmiah, dan menyetujui artikel ilmiah tersebut untuk dipublikasi.
  5. Para penulis mengetahui dan menyetujui perjanjian publikasi ini.
  6. Setiap artikel ilmiah yang diserahkan akan diperiksa kesamaannya dengan perangkat Turnitin. Artikel ilmiah yang terdeteksi plagiarisme akan segera ditolak dan tidak mendapat kesempatan untuk mengikuti proses selanjutnya untuk dipublikasikan.

 

 

Article Submission Charges

Each manuscript submitted by authors to Bhuwana is free (no charge)

 

Copy Editing & Proofreading

Every article accepted by Jurnal Bhuwana shall be an object to Grammarly® writing-enhancement program conducted by Journal Editorial Board.

 

Publication Ethics

Etika Publikasi yang diterapkan oleh Bhuwana mengacu pada Committee on Publication Ethics (COPE), yang meliputi Kepengarangan, Keluhan, Kebijakan Konflik Kepentingan, Etika Publikasi (Penulis, Editor, dan Peninjau), Pernyataan Privasi, Hak Cipta, Biaya Publikasi, Tentang Sistem Penerbitan ini, Kebijakan Akses Terbuka, Proses Peninjauan, dan Penolakan.

ETIKA PUBLIKASI - PENULIS

  1. Standar Pelaporan: Laporan kegiatan kepada masyarakat mengenai kegiatan yang telah dilakukan harus disusun dan disajikan secara akurat, diskusi secara objektif dan signifikan. Data yang mendasar harus diwakili secara akurat. Artikel harus memuat detail dan referensi yang cukup sehingga memungkinkan orang lain mereplikasi kegiatan tersebut.
  2. Orisinalitas dan Plagiarisme: Penulis harus memastikan bahwa keseluruhan isi artikel yang telah disusun merupakan karya ilmiah asli yang memiliki kesamaan yang sangat rendah dibandingkan artikel yang ditulis penulis lain. Jika penulis merujuk pada karya dan/atau kata-kata penulis lain maka, penulis harus mengutip dengan kutipan yang tepat.
  3. Publikasi Berganda, Redundant, atau Bersamaan: Seorang penulis tidak diperkenankan mengajukan artikel yang pada dasarnya menggambarkan kegiatan yang sama di lebih dari satu jurnal atau publikasi primer. Pengajukan artikel yang sama ke lebih dari satu jurnal secara bersamaan merupakan perilaku publikasi yang tidak etis yang tidak dapat diterima.
  4. Pengakuan Sumber: Pengakuan yang tepat atas karya penulis lain harus selalu diberikan. Penulis harus mengutip publikasi yang berpengaruh dalam menentukan sifat dari karya yang dilaporkan.
  5. Pengungkapan dan Konflik Kepentingan: Penulis perlu menyebutkan setiap konflik kepentingan finansial atau substantif lainnya yang mungkin dapat mempengaruhi hasil atau interpretasi artikel yang telah disusun. Semua sumber dukungan keuangan juga perlu disebutkan.
  6. Kesalahan mendasar dalam karya yang diterbitkan: Ketika penulis menemukan kesalahan atau ketidaktepatan yang signifikan dalam karya ilmiah yang diajukan, maka penulis perlu segera menginformasikan hal tersebut kepada pemimpin redaksi atau penerbit dan bekerja sama dengan pemimpin redaksi untuk menarik kembali atau memperbaiki artikel tersebut.

 

ETIKA PUBLIKASI - EDITOR

  1. Fair Play: Dewan redaksi mengevaluasi artikel yang diajukan oleh penulis tanpa memandang ras, jenis kelamin, orientasi seksual, kepercayaan/agama, asal etnis, kewarganegaraan, atau filosofi politik penulis.
  2. Kerahasiaan: Dewan redaksi tidak diperkenankan mengungkapkan informasi apapun tentang artikel yang telah diajukan oleh penulis kepada siapa pun selain kepada peninjau (reviewers), peninjau potensial (potential reviewers), penasihat editorial (advisory board), dan pihak terkait yang relevan.
  3. Pengungkapan dan Konflik Kepentingan: Materi yang tidak diperbolehkan untuk dipublikasikan oleh dewan redaksi, tidak diperkenankan digunakan untuk kepentingan dewan redaksi sendiri tanpa persetujuan tertulis dari penulis artikel tersebut.
  4. Kriteria Dewan Redaksi: Dewan Redaksi, baik lokal maupun internasional, harus memiliki Scopus ID atau memiliki artikel yang dipublikasikan dalam Jurnal Internasional bereputasi. Dewan redaksi dapat membantu peninjau untuk memberikan masukan pada artikel di samping hasil tinjauan oleh peninjau sendiri.
  5. Keputusan Publikasi: Pimpinan redaksi bertanggung jawab untuk memutuskan artikel yang akan dipublikasikan dengan memperhatikan kepentingan penulis dan pembaca. Pimpinan redaksi dapat meminta masukan dari dewan redaksi mengenai persyaratan hukum yang berlaku terkait pencemaran nama baik, pelanggaran hak cipta, dan plagiarisme. Pimpinan redaksi dapat berunding dengan dewan redaksi atau peninjau dalam membuat keputusan ini.
  6. Tinjauan Artikel: Pimpinan redaksi harus memastikan bahwa setiap artikel telah diperiksa orisinalitasnya. Dewan redaksi menentukan peninjau secara adil dan bijaksana. Dewan redaksi menjelaskan proses peninjauan artikel (peer review) yang diinformasikan kepada penulis melalui mekanisme peninjauan artikel. Dewan redaksi menentukan peninjau yang tepat untuk setiap artikel dengan memilih peninjau yang memiliki kompetensi yang sesuai dan tidak memiliki konflik kepentingan.

 

ETIKA PUBLIKASI – REVIEWER (PENINJAU)

  1. Kontribusi terhadap Keputusan Dewan Redaksi: Para peninjau (Peer reviewers) membantu dewan redaksi dalam membuat keputusan, termasuk membantu penulis untuk memperbaiki makalah.
  2. Kriteria Peninjau: Peninjau, baik lokal maupun internasional, harus memiliki artikel yang telah diterbitkan dalam Jurnal Internasional bereputasi. Peninjau harus pernah menerbitkan sebuah artikel dengan tema yang sama dengan artikel yang akan ditinjau, atau Peninjau memiliki program keterlibatan masyarakat dengan tema yang sama.
  3. Standar Objektivitas: Peninjau harus bekerja secara objektif. Kritik pribadi terhadap penulis tidak diperkenankan. Peninjau harus memberikan masukan dengan jelas dengan argumen yang mendukung.
  4. Kerahasiaan: Artikel yang diterima untuk ditinjau diperlakukan sebagai dokumen rahasia. Peninjau tidak boleh memperlihatkan atau mendiskusikan naskah tersebut dengan orang lain kecuali diizinkan oleh dewan redaksi.
  5. Pengungkapan dan Konflik Kepentingan: Informasi atau ide yang diperoleh melalui peer review harus dijaga kerahasiaannya dan tidak digunakan untuk keuntungan pribadi. Peninjau tidak diperkenankan meninjau artikel, yang memiliki konflik kepentingan yang timbul dari persaingan, kolaborasi, atau hubungan atau koneksi lain dengan penulis, perusahaan, atau lembaga mana pun yang terhubung dengan artikel.
  6. Pengakuan Sumber: Peninjau harus mengidentifikasi sumber pustaka yang belum dikutip oleh penulis. Setiap pernyataan pengamatan, derivasi, atau argumen yang telah dilaporkan sebelumnya harus disertai dengan kutipan sumber pustaka yang relevan. Peninjau dapat meminta perhatian dewan redaksi tentang kesamaan substansi atau tumpang tindih antara artikel yang sedang ditinjau dan artikel lain yang telah diterbitkan.
  7. Periode Waktu Peninjauan: Peninjau diharapkan meninjau artikel dalam 2 minggu hingga 1 bulan (maksimum). Banyaknya Peninjau setiap artikel minimum 1 Peninjau dan maksimum 2 Peninjau.