Optimalisasi Peningkatan Kualitas Batubara Dengan Menggunakan Metode Flotasi

Main Article Content

Shima Parameswari Adji
Subandrio
Fadliah
Suliestyah
Riskaviana Kurniawati

Abstract

Batubara merupakan salah satu jenis bahan bakar fosil yaitu batuan sedimen yang mudah terbakar, proses pembentukan  batubara berasal dari endapan organik yang merupakan hasil dari dedaunan, batang pohon yang prosesnya dimulai dari pembatubaraan. Susunan batubara terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen.Batubara di Indonesia  banyak dimanfaatkan sebagai sumber energi tetapi kegunaannya masih belum optimal, salah satu faktor belum optimalnya tingginya kadar sulfur batubara yang menyebabkan pencemaran lingkungan dan tidak baik untuk kesehatan masyarakat. Sehingga perlu dilakukan peningkatan kualitas batubara yang dapat ditingkatkan berdasarkan analisis ultimateyang berfokus pada kadar sulfur batubar Untuk peningkatan kualitas batubara salah satunya dapat dilakukan dengan metode flotasi dan dilanjutkan dengan uji kadar metode escha. Variabel yang akan akan di analisis yaitu variasi ukuran partikel 40mesh, 70 mesh dan 100 mesh, dan variasi pH 5,5 dan 6,5. Sehingga diperoleh kadar sulfur batubara yang optimal  dengan ukuran partikel 100 mesh pH 6.5 dengan nilai sulfur batubara 0.07%.

Dimensions

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Aladin, A. (2011). “Penentuan Rasio Optimum Campuran CPO:Batubara Dalam Desulfurisasi dan Deashing Secara Flotasi Sistem Kontinyu”. Jurnal Rekayasa, 1-7.

Anshariah, A. R. (2016). Analisis kadar Sulfur Terhadap Kualitas Batubara Di Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Geomine, 1-5.

Istomo, F. P., & Tristiasti, A. (2017). “Penetapan Nilai Kalori Dalam Batubara Dengan Kalorimeter Parr 6200”. Jurnal Sains Natural Universitas Nusa Bangsa, 83-90.

Kuntaarsa, A., & Subagyo, P. (2019). “Pengaruh Laju Alir Udara Pada Desulfurisasi Batubara Dengan Menggunakan Gel Lidah Buaya”. Simposium Nasional RAP XVIIII, 1-6.

Martiningtyas Indriyani, N. Q. (2019). Penentuan Lingkungan Pengendapan Batubara Berdasarkan Karakteristik dan Maseral Batubara di PT X, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Jurnal Geosains Dan Teknologi , 1-10.

Parameswari, A. S. (2021). Analisis Pengaruh Variavel Flotasi Terhadap Desulfurisasi Batubara Dengan Menggunakan CPO (crude palm oil) Di Laboratorium Pengolahan Bahan Galian. Jakarta: 2021.

Rodliyah Isyatun, N. A. (2010). Pengaruh Jenis Kolektor Anionik Ditiofosfat Pada Flotasi Ruah Mineral Sfalerit Dan Kalkopirit. Jurnal Teknologi Mineral Dan Batubara Volume 06, 13-26.

Safitri, H. N. (2017): “Pengembangan Alat Praktikum Kalorimeetr Bom Pada Pokok Bahasan Kalor”. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Sepfitrah. (2016). Analisis Ultimate Kualitas Batubara Hasil Tambang Di Riau. Jurnal sainstek STT-Pekanbaru, 1-9.

Widodo, S. T. (2012). Hubungan Kualitas Batubara Terhadap Kedalaman Pada Lapisan batubara Seam A20 Daerah Merandai Kotamadya Samarinda Kalimantan Timur. Jurnal Teknologi Terpadu No.i Vol.2, 1-9.