ANALISIS PENGARUH KELEMBAPAN LUBANG LEDAK TERHADAP FUMES HASIL PELEDAKAN TAMBANG BATUBARA

Main Article Content

Kendry Setiawan Tjan
Pantjanita Novi Hartami
Taat Tri Purwiyono

Abstract

Fumes merupakan gas beracun dan sangat berbahaya yang terbentuk dari suatu reaksi pembakaran yang tidak sempurna. Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap fumes hasil peledakan di tambang batubara dengan metode penambangan terbuka. Analisis dilakukan terhadap jenis dan kadar fumes yang terbentuk dan bagaimana cara pengukuran kandungan fumes tersebut secara tepat, akurat dan aman. Campuran bahan peledak yang tidak tepat berpotensi menghasilkan fumes. Pengukuran gas dilakukan dengan dua metode, yaitu menggunakan gas detector yang diletakkan pada drone dan shelter. Sebagai data pendukung, dilakukan pengukuran terhadap besarnya kelembapan dan suhu lubang ledak, serta kecepatan rata-rata angin pada lokasi peledakan. Kadar fumes terbesar yang terukur menggunakan metode drone menunjukkan kadar gas CO rata–rata sebesar 200,83 ppm; NO₂ 11,05 ppm; dan H₂S 4,8 ppm. Hasil pengukuran menggunakan metode shelter menghasilkan kadar gas CO rata- rata sebesar 164 ppm; NO₂ 9,92 ppm; dan H₂S 2,83 ppm. Berdasarkan hasil pengukuran, kadar fumes dan nilai kelembaban lubang ledak menunjukan hasil yang berbanding lurus. Kadar fumes yang terbentuk juga dipengaruhi oleh deviasi desain peledakan aktual dengan rencana, terutama nilai deviasi kedalaman lubang ledak. Berdasarkan hasil penelitian disarankan merevisi prosedur pengecekan post blast di lokasi penelitian dengan menambah waktu tunggu pekerja sebelum pengecekan post blast.

Dimensions

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

Most read articles by the same author(s)