SOSIALISASI PEMANFAATAN LIMBAH BATOK KELAPA MENJADI BAHAN BAKAR BRIKET DI DAERAH GILI SAMPENG, KEBUN JERUK, JAKARTA BARAT

Main Article Content

Ridha Husla
Apriandi Rizkina Rangga Wastu
Ghanima Yasmaniar
Fadliah Fadliah

Abstract

Energi merupakan bagian penting dari kelangsungan kehidupan sehari-hari. Energi adalah sesuatu yang tidak terbarukan dan ketersediaan pasokan energi yang ada semakin lama akan semakin habis. Sehingga, jika keadaan tersebut terus berlangsung, maka manusia akan kehilangan sumber energinya. Penyediaan energi yang berkelanjutan membutuhkan kehadiran energi terbarukan. Energi paling baik bersumber dari limbah, sehingga limbah dapat digunakan dengan cara yang tepat sekaligus menjaga lingkungan. Tempurung kelapa dipilih sebagai sumber energi alternatif karena memiliki nilai kalor yang tinggi dibandingkan dengan biomassa lainnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan bersama ibu-ibu PKK di wilayah Kebon Jeruk, RW 003, RT 009. Kegiatan ini diharapkan dapat melatih masyarakat agar dapat memanfaatkan limbah batok kelapa menjadi briket sederhana yang dapat dimanfaatkan menjadi sumber bahan bakar pengganti minyak tanah dan gas.

Dimensions

Downloads

Download data is not yet available.

Plum Analytics

Article Details

Section
Artikel

References

Fairus, S., Rahman, L., & Apriani, E. (2011). Pemanfaatan Sampah Organik Secara Padu Menjadi Alternatif Energi : Biogas dan Precursor Briket. Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia’Kejuangan’ Pengembangan Teknologi Kimia Untuk Pengelolaan Sumber Alam Manusia, E01.

Kalsum, U (2016). Pembuatan Briket Arang Dari Campuran Limbah Tongkol Jagung, Kulit Durian Dan Serbuk Gergaji Menggunakan Perekat Tapioka. Distilasi, Vol. 1 No. 1, September 2016, Hal. 42-50

Sudradjat, R (2001). The Potensial of Biomass Energy Resources in Indonesia for the Possible Development of Clean Technology Process (CPT), Laporan penelitian, Jakarta

Nurhilal, O., Suryaningsih, S (2008). Pengaruh Komposisi Campuran Sabut Dan Tempurung Kelapa Terhadap Nilai Kalor Biobriket Dengan Perekat Molase, JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika),Vol. 02, No. 01, Hal. 8 – 14

Ndraha, Nodali, (2009). Uji Komposisi Bahan Pembuat Briket Bioarang Tempurung Kelapa Dan Serbuk Kayu Terhadap Mutu Yang Dihasilkan. Universitas Sumatera Utara. Fakultas Pertanian. Departemen Teknologi pertanian

Mahmud, Z., Ferry, Y. (2005). Prospek pengolahan hasil samping buah kelapa. Perspektif, 4(1), 55–63.

Jamilatun, S. (2008). Sifat-Sifat Penyalaan dan Pembakaran Briket Biomassa. Jurnal Rekayasa Proses, 2(2), 37–40.

Sariadi, S. (2016). Pemanfaatan Kulit Kopi Menjadi Biobriket. Jurnal Sains Dan Teknologi Reaksi, 7(1), 16–25.

Sari, M. K. (2011). Potensi Dan Peluang Kelayakan Ekspor: Kelayakan Ekspor Arang Tempurung Kelapa (Coconut shell charcoal) di Kabupaten Banyumas . Mediagro, 7(2), 69–82

Sarjono. (2013). Studi Eksperimental Perbandingan Nilai Kalor Briket Campuran Bioarang Sekam Padi dan Tempurung Kelapa. Majalah Ilmiah STTR Cepu, 11(17)11–18