KAJIAN KONSEP DESAIN INTERIOR PAUD BERKEBUTUHAN KHUSUS (INKLUSI) DENGAN PENDEKATAN METODE MONTESSORI

Main Article Content

Siti Ferbrina Rahmadani
Ahadiat Joedawinata
Sangayu Ketut Laksemi

Abstract

Abstrak

Hak untuk memperoleh pendidikan usia dini tidak hanya diperuntukkan bagi anak regular melainkan bagi anak berkebutuhan khusus (disabilitas). Sehingga dibutuhkan tersedianya sekolah yang inklusif bagi semua. Dari berbagai metode pendidikan yang ada, metode Montessori merupakan metode pendidikan yang dinilai mampu dapat diimplementasikan pada sekolah dengan sistem inklusi. Metode Montessori merupakan sebuah gagasan yang mendasarkan pada perkembangan fisiologi dan psikologi anak yang dipelajari dan diamati oleh Dr. Maria Montessori, yang kemudian terbentuknya ide utama yaitu stimulasi motorik dan stimulasi sensorik pada anak usia dini. Konsep pendidikan Montessori menekankan pada lingkungan yang disiapkan untuk metode pengajaran dan pembelajaran yang efektif melalui lima bidang kurikulum yaitu practical life, sensorial, bahasa, matematika, dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, digunakannya penelitian ini guna mendapatkan gambaran yang lebih komperhensif mengenai lingkungan, aktivitas pengguna, serta fasilitas yang terkait dengan objek penelitian. Pada studi kasus Sekolah Inklusi Montessori, memiliki beragam kategori siswa, yaitu siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus, di mana anak-anak tersebut memiliki sifat-sifat khusus baik dalam aspek fisiologis atau psikologis, yang mana melalui sifat-sifat khusus tersebut dapat menggiring pada konsep desain interior yang memberikan rasa aman, dan nyaman.


Kata kunci: pendidikan anak usia dini, disabilitas, inklusi, metode Montessori, konsep desain interior

Dimensions

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Referensi

Bauman, Hansel (2005). "Deafspace." Gallaudet University. https://www.gallaudet.edu/campusdesign-and-planning/deafspace.

De Jesus, Raquel. 1987. Design Guidelines for Montessori School. University of Winconsin: Milwaukee.

Hasan, Maimunah (2009). Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Deva Press.

Hodgdon, L. Q. (1995). Solving socialbehavioral problems through the use of visually supported communication. In K. A. Quill (Ed.), Teaching children with autism: Strategies to enhance communication and socialization. New York: Delmar.

Laurens, JM. (2004). Arsitektur dan Perilaku Manusia. Jakarta: Penerbit PT Grasindo. Mujiyanti, DM. (2011) Tingkat Pengetahuan Ibu dan Pola Konsumsi pada anak Autis di Kota

Bogor, Bogor: Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor.

Moleong, Lexy J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Montessori, Maria (2020). Dr. Montessori’s Own Handbook Penterjemah Pratiwi Utami.

Yogyakarta: Penerbit Bentang.

Lechner, Norbert. (2015). Heating, Cooling, Lighting. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc., Hoboken.

Sari, Sriti Mayang (2004). Peran Warna Interior Terhadap Pekembangan dan Pendidikan Anak di Taman Kanak-Kanak. Surabaya: Universitas Kristen Petra.

Schultz, Duane. 1991. Psikologi Pertumbuhan, Model-Model Kepribadian Sehat. Yogyakarta: Kanisius.

Smith J. David (2006). Inklusi Sekolah Ramah Untuk Semua. Bandung: Penerbit Nuansa.

Worrell, Robert Albert Tyson. 2011. "Architectural communication accessibility for the deaf and hard-of-hearing in office buildings." Doctoral Dissertation, The Catholic University of America.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>