ADSORPSI PADA AMPAS TEBU DAN BENTONITE DALAM EMULSI MINYAK DALAM AIR DI LIMBAH AIR TERPRODUKSI

Main Article Content

Rakha Handika Putra
Bayu Satiyawira
Havidh Pramadika
Samsol
Sigit Rahmawan

Abstract

Pada Air Formasi atau Air yang terproduksi sangat banyak terjadi hal yang membuat pencemaran lingkungan terjadi. Maka dari ini dapat diatasi salah satunya melalui proses adsorpsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji penghilangan minyak emulsi minyak dalam air dengan menggunakan Adsorben berupa karbon aktif. Adsorbsi ini menggunakan Ampas Tebu dan Bentonit, sehingga dapat menjadi langkah optimasi untuk penyerapan minyak. Beberapa tahapan yang telah dilakukan dalam penelitian ini adalah pembuatan karbon aktif yang terdiri dari proses dehidrasi, karbonisasi, dan aktivasi menggunakan variasi konsentrasi Aktivator. Hasil Penelitian memberikan bukti bahwa kemampuan daya serap adsorben untuk menyerap minyak telah dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu Pengaruh waktu kontak, berat adsorben, dan konsentrasi adsorbat pada adsorpsi minyak. Dari hasil ini persentase pada penghilangan minyak yang teradsorpsi dengan bertambahnya waktu kontak dan berat adsorben, serta kemampuan serapan pada adsorban terhadap adsorbat. Pada Studi ini menunjukan bahwa Isoterm Freundlich dan Langmuir adalah isoterm yang cocok untuk menghilangkan minyak dalam Air dengan proses Adsorpsi menggunakan  Ampas Tebu dan Bentonit.

Dimensions

Downloads

Download data is not yet available.

Plum Analytics

Article Details

Section
Articles
Author Biography

Rakha Handika Putra, Universitas Trisakti

Petroleum engineering

References

Ali, F., Maretha, R. Z., & Novitasari, L. D. (2017). Pemanfaatan Limbah Lateks Karet Alam Dan Eceng Gondok Sebagai Adsorben Crude Oil Spill. Jurnal Teknik Kimia, 23(3), 208–215.

Ariyani, R., Wirawan, T., & Hindryawati, N. (2020). Pembuatan Arang Aktif dari Ampas Tebu dan Aplikasinya Sebagai Adsorben Zat Warna Merah dari Limbah Pencelupan Benang Tenun Sarung Samarinda. Prosiding Seminar Nasional Kimia Berwawasan Lingkungan.

Gusnedi, R. (2013). Analisis Nilai Absorbansi dalam Penentuan Kadar Flavonoid untuk Berbagai Jenis Daun Tanaman Obat. Pillar of Physics, 2, 76–83.

Hanun, J. N., Setiawan, A., & Afiuddin, A. E. (2018). Karakteristisasi Limbah Bagasse Ash Pabrik Gula sebagai Alternatif Bahan Dasar Zeolit Sintesis. 2623, 23–28.

Hasiany, S., Noor, E., & Yani, M. (2015). Penerapan Produksi Bersih Untuk Penanganan Air Terproduksi Di Industri Minyak Dan Gas. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management), 5(1), 25–32.

Hidayati, A. S. D. S., Kurniawan, S., Restu, N. W., & Ismuyanto, B. (2016). Potensi Ampas Tebu Sebagai Alternatif Bahan Baku Pembuatan Karbon Aktif. Natural B, 3(4), 311–317.

Ilmi, M. M., Khoiroh, N., Firmansyah, T. B., & Santoso, E. (2017). Optimasi Penggunaan Biosorbent Berbasis Biomassa: Pengaruh Konsentrasi Aktivator Terhadap Luas Permukaan Karbon Aktif Berbahan Eceng Gondok (Eichornia Crossipes) Untuk Meningkatkan Kualitas Air. Jurnal Teknik Mesin, 6(2), 69. https://doi.org/10.22441/jtm.v6i2.1193

Kimia, J., Matematika, F., Ilmu, D. A. N., & Alam, P. (2016). Efektivitas Bentonit Teraktivasi Sebagai Penurun Kadar Ion Fosfat Dalam Perairan. Indonesian Journal of Chemical Science, 5(2).

Okiel, K., El-Sayed, M., & El-Kady, M. Y. (2011). Treatment of oil–water emulsions by adsorption onto activated carbon, bentonite and deposited carbon. Egyptian Journal of Petroleum, 20(2), 9–15. https://doi.org/10.1016/j.ejpe.2011.06.002

Partuti, T. (2014). Efektifitas Resin Penukar Kation untuk Menurunkan Kadar Total Dissolved Solid ( TDS ) dalam Limbah Air Terproduksi Industri Migas Teknik Metalurgi. Jurnal Integrasi Proses, 5(1), 1–7.

Sains, F., Teknologi, D. A. N., Ar-raniry, U. I. N., & Aceh, B. (2019). UJI PERSAMAAN LANGMUIR DAN FREUNDLICH PADA PENYERAPAN ION LOGAM KOBALT ( II ) OLEH KITOSAN DARI KULIT UDANG WINDU ( Penaeus monodon ). Ii.

Suryadarma, P., & Indri, R. (2009). Kinetics of Isothermal Adsorption of Î’-Carotene From Crude Palm Olein Using Bentonite. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 19(2), 93–100.

Most read articles by the same author(s)

> >>