PELANGGARAN HAK PEREMPUAN DI AFGHANISTAN SELAMA KEKUASAAN REZIM TALIBAN BERDASARKAN KONVENSI CEDAW

Main Article Content

Tsabitah Rizqi Ekanoviarini
Aji Wibowo

Abstract

ABSTRAK


 


Kembalinya Taliban ke Afghanistan menimbulkan banyak kontroversi terutama mengenai hak asasi terhadap perempuan. Diratifikasinya CEDAW oleh Afghanistan membuat negara tersebut secara hukum menjadi terikat dengan konvensi tersebut dan harus menerapkan ketentuan-ketentuan yang telah diatur ke dalam peraturan dan tindakan nasionalnya. Pada kenyataannya, masih terdapat pelanggaran HAM yang dilakukan oleh rezim Taliban, diantaranya yaitu adanya pembatasan terhadap hak perempuan. Karya ilmiah hukum ini membahas bentuk pelanggaran hak asasi manusia terhadap kaum perempuan di Afghanistan selama kekuasaan rezim Taliban dan bagaimana tanggung jawab Afghanistan sebagai negara terhadap pelanggaran hak perempuan di Afghanistan berdasarkan Konvensi CEDAW. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dan bersifat deskriptif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan, data diolah secara kualitatif dan penarikan kesimpulan menggunakan logika deduktif. Hasil penelitian, pembahasan dan kesimpulan dari penelitian ini yaitu, negara Afghanistan dianggap telah melanggar perjanjian internasional dan Afghanistan sebagai negara harus mempertanggungjawabkan tindakan yang telah dilakukan oleh organ negaranya tersebut.

Dimensions

Downloads

Download data is not yet available.

Plum Analytics

Article Details

Section
Articles

References

BUKU

Andrey Sujatmoko. Hukum HAM dan Hukum Humaniter. Jakarta: Rajawali Pers, 2020.

Soerjono Soekanto. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI-Press, 2019.

Zemanek, Karl. Rudolf Dolzer, et.al, ed. Responsibility of States: General Principles, Encyclopedia of Public International Law. Amsterdam: Elsevier Science Publisher B.V., 1987.

JURNAL

Sefrani, “Pemohon Tanggung Jawab Negara Dalam Hukum Internasional (Studi Kritis Terhadap ILC Draft On State Responsibility 2001)”, Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, Vol. 12, No. 30 (2005).

ARTIKEL HARIAN

“Gender Alert I: Women’s Rights in Afghanistan: Where Are We Now?”, Un Women (2021).

INSTRUMEN HUKUM

Draft Articles on Responsibility of States for Internationally Wrongful Acts, (2001).

Statuta Roma, Mahkamah Pidana Internasional, (1998)

ON-LINE (Via Internet)

Adela Suliman, Susannah George, “Taliban tells Kabul’s female city government employees not to come to work” (On-line), tersedia di: https://www.washingtonpost.com/world/2021/10/21/taliban-women-work-afghanistan/ (25 Desember 2021).

“Afghanistan: Taliban larang perempuan keluar rumah, ‘pasukan kami belum dilatih menghadapi dan berbicara dengan mereka’” (On-line), tersedia di: https://www.bbc.com/indonesia/dunia-58126474 (13 September 2021).

“Afghanistan: Kisah frustasi para pelajar perempuan yang dilarang bersekolah oleh Taliban” (On-line), tersedia di: https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwjVtfK7g_30AhUqSWwGHTeCAocQFnoECB0QAQ&url=https%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Findonesia%2Fdunia-59560984&usg=AOvVaw3rq0he0uKM44IpqOMKKRTL (25 Desember 2021).

Asril Gunawan, “Tinjauan Hukum Internasional Terhadap Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kejahatan Genosida Suku Rohingya Di Myanmar” (On-line), tersedia di: https://repositori.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/4479/130200057.pdf?sequence=1&isAllowed=y (1 November 2021).

“Taliban: Tugas Wanita Melahirkan, Tak Bisa Jadi Menteri” (On-line), tersedia di: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20210913074705-113-693292/taliban-tugas-wanita-melahirkan-tak-bisa-jadi-menteri (13 September 2021).

“Teaching Human Rights: Practical Activities for Primary and Secondary Schools” (On-line), tersedia di: https://books.google.co.id/books?id=XXec3KIo0kQC&pg=PA5&lpg=PA5&dq=%22Human+rights+could+be+generally+defined+as+those+rights+which+are+inherent+in+our+nature+and+without+which+we+cannot+live+as+human+beings.%22&source=bl&ots=swKJ2vDyKk&sig=ACfU3U2hVssNyJeb4PveKK95EH7rC3Unwg&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwi73KbltffzAhU7lEsFHSkFDQMQ6AF6BAgJEAM#v=onepage&q=%22Human%20rights%20could%20be%20generally%20defined%20as%20those%20rights%20which%20are%20inherent%20in%20our%20nature%20and%20without%20which%20we%20cannot%20live%20as%20human%20beings.%22&f=false (1 November 2021).