Prosiding Seminar Intelektual Muda https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim <p><img src="https://www.trijurnal.lemlit.trisakti.ac.id/public/journals/54/journalThumbnail_en_US.png" alt="Journal Homepage Image" width="261" height="362" /></p> Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti en-US Prosiding Seminar Intelektual Muda 2685-4996 ANALISIS KAPASITAS DUKUNG DAN PENURUNAN TIANG PANCANG (Studi Kasus : Pembangunan Infrastruktur Fasilitas Green House) https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16324 <p> Fondasi merupakan salah satu bagian yang penting dalam sebuah bangunan konstruksi. Fondasi memiliki fungsi sebagai meneruskan beban struktur yang terdapat di atasnya ke lapisan tanah yang berada di bawahnya. Pada pembangunan Infrastruktur Fasilitas <em>Green House</em> yang dibangun pada tanah lempung akan menggunakan jenis pondasi tiang pancang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kapasitas dukung tiang pancang, penurunan tiang pancang tunggal dan kelompok serta menentukan waktu penurunan tiang pancang. Metode yang dipakai dalam perhitungan analisis kapasitas dukung tiang pancang tunggal adalah metode Terzaghi. Untuk perhitungan penurunan menggunakan metode Vesic Dalam penelitian ini data tanah yang digunakan yaitu data N SPT yang terdiri dari data tanah DB-1. Berdarakan hasil perhitungan variasi dimensi dengan diameter 0,4 m kedalaman 24 m, untuk kapasitas dukung (Qall) sebesar 867 kN. Penurunan yang terjadi sebesar 3,1 cm. perhitungan variasi dimensi dengan diameter 0,5 m kedalaman 22 m, untuk kapasitas dukung (Qall) sebesar 1000 kN. Penurunan yang terjadi sebesar 3,2 cm. perhitungan variasi dimensi dengan diameter 0,6 m kedalaman 20 m, untuk kapasitas dukung (Qall) sebesar 1087 kN. Penurunan yang terjadi sebesar 3,3 cm.</p> <p>Kata kunci : Fondasi Tiang Pancang, Kapasitas Dukung, Penurunan.</p> <p> </p> Haris Reza Kurniawan Ruwaida Zayadi Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-10-01 2022-10-01 4 1 1 5 ANALISIS KECELAKAAN TIGA TAHUN TERAKHIR DI NUSA TENGGARA BARAT https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16325 <p>Perkembangan daerah pariwisata di Provinsi NTB berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir yang menyebabkan kenaikan angka populasi pada daerah NTB. Kenaikan jumlah populasi juga menyebabkan meingkatnya potensi terjadinya kecelakaan. Angka kecelakaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi latar belakang dari penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dominan terjadinya kecelakaan di Provinsi NTB dan mencari solusi alternatifnya untuk mengurangi angka kecelakaannya. Penelitian ini menggunakan metode statistika deskriptif dengan menggunakan data 3 tahun terakhir yakni 2019-2021 sehinga menghasilkan karakteristik kecelakaan lalu lintas berbentuk persentase. Secara keseluruhan penelitian ini menunjukan bahwa kecelakaan di Provinsi NTB sering terjadi pada pukul 12.00-18.00 (30%), hari kamis (18%), Bulan Oktober (22%), jenis kecelakaan tunggal (31%), sepeda motor sebagai kendaraan terlibat (76%), usia 26-45 (42%), Kondisi Jalan bagus (50%), lengah (52%) sebagai penyebab kecelakaan dominan, dan luka berat (40%) sebagai akibat kecelakaan dominan, dengan demikian diperlukan kerja sama lebih dari pihak Kepolisian untuk melakukan patroli dan penjagaan di pos, menambahkan beberapa rambu lalu lintas pada tiap kondisi jalan untuk mengurangi angka kecelakaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.</p> <p>Kata Kunci: kecelakaan lalu lintas, provinsi NTB, karakteristik kecelakaan</p> Eric Joshua Euphifanio Wuri Budi Hartanto Susilo Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-10-01 2022-10-01 4 1 6 15 EVALUASI KEBUTUHAN LAHAN PARKIR DI APARTEMEN AMBASSADE JAKARTA https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16327 <p>Apartemen Ambassade ialah salah satu hunian di Jakarta yang memiliki lokasi strategis. Apartemen Ambassade berdiri diatas tanah seluas 3.800cm2 dan memiliki 234 unit kamar dan 2 unit Penthouse. Apartement Ambassade harus mampu melayani penghuni dalam berbagai fasilitas, salah satunya sektor perparkiran. Parkir adalah keadaan tidak bergeraknya kendaraan sesaat pada saat pengemudi meninggalkan kendaraan. Kondisi Apartemen Ambassade dilihat ketika riset pada hari senin, estimasi total kendaraan yang parkir yakni sebesar 135 kendaraan, hari rabu sebesar 301 kendaraan dan hari sabtu sebesar 57 kendaraan.memiliki kapasitas statis sebesar 156 satuan ruang parkir. Berdasarkan hasil data yang ada di lapangan, maka perlu dilakukan penambahan ruang parkir karena kapasitas parkir belum dapat memenuhi kebutuhan ruang parkir. Terdapat akumulasi parkir maksimal 167 mobil, rata-rata tingkat pergantian parkir 1,64 mobil per tempat parkir, volume parkir maksimal 301 mobil, durasi parkir maksimal 680-689 menit, dan indeks parkir maksimal 107% saat parkir. datang ke tempat parkir kendaraan. Menambahkan tanda resmi dari agensi, seperti "parkir dilarang untuk area penting," dapat membantu mengurangi kebingungan tentang di mana orang harus parkir di Apartemen Ambassade pertama. Lebih banyak tempat parkir atau garasi parkir juga dapat dibangun untuk mengakomodasi semakin banyak pengemudi yang membutuhkannya.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : Analisis Lahan Parkir, Ditjen Bina Marga, Karakteristik Parkir.</p> Gilang Putra Irawan Budi Hartanto Susilo Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-10-01 2022-10-01 4 1 16 21 10.25105/psia.v4i1.16327 PERAN MODEL PENTAHELIX DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS MANDALIKA https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16328 <p>Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika termasuk satu dari kawasan di Pulau Lombok dengan berbagai potensi keindahan, kekayaan, dan keragaman budaya, serta dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan perekonomian lokal secara berkelanjutan melalui pemanfaatan potensi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model <em>pentahelix</em> bisa meningkatkan potensi wisata KEK Mandalika. Sebagai penghasil devisa terbesar, sektor pariwisata sering mengalami kesulitan karena kurangnya kerjasama di antara berbagai komponennya. Koordinasi dan kerjasama antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat diperlukan untuk pengembangan potensi wisata dalam pengelolaan dan pengembangan pariwisata. Metodologi penelitian ini memakai pendekatan deskriptif analitik yang memanfaatkan data yang diperoleh untuk menjelaskan atau menawarkan gambaran tentang topik penyelidikan. Keterkaitan antara bagian-bagian model <em>pentahelix</em> dengan hasil penelitian dari pelaksanaan kerjasama pengembangan KEK Mandalika menunjukkan bahwasanyaproses kerjasama bisa tumbuh lebih pesat lagi jika semua pemangku kepentingan bekerja sama secara efektif.</p> <p>Kata kunci : KEK Mandalika, <em>Pentahelix, </em>Pariwisata</p> <p>&nbsp;</p> Widya Putri Septadiani I. G. Oka Sindhu Pribadi Dwi Rosnarti Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-10-01 2022-10-01 4 1 22 31 10.25105/psia.v4i1.16328 ANALISIS KEMACETAN DI PUSAT KOTA TAKENGON PADA RUAS JALAN SENGEDA KABUPATEN ACEH TENGAH https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16329 <p>Moda transportasi sekarang ini sudah menjadi kebutuhan utama manusia untuk melakukan dan memudahkan suatu aktivitas Ruas Jalan Sengeda merupakan salah satu tempat pusat perekonomian di Kab. Aceh Tengah dan juga dimana terdapat kemacetan di sepanjang jalan tersebut. Disebabkan karena adanya hambatan samping yang terdapat pada bahu jalan seperti pedagang-pedagangi kakii limai yang berjualan di samping jalani, kurang efektivnya penataan parkir di sepanjang jalan. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis memilih ruas Jalan Sengeda sebagai subjek penelitian dengan judul : Mengetahui faktor-faktor penyebab kemacetan di pusat kota Takengon pada ruas Jalan Sengeda Kab. Aceh Tengah. Bagaimana mengatasi kemacetan di pusat kota Takengon pada ruas Jalan Sengeda Kab. Aceh Tenga Pelaksanaan survey dilakukan pada jam sibuk senin, kamis, sabtu. Waktu survei yang dilakukan adalah sebagai berikut : pagi siang dan sore , &nbsp;Lokasi dilakukannya penelitian adalah pada ruas jalan Sengeda kota Takengon Kab. Aceh Tengah. Dalam mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang ada dilapangan perlu dilakukan pengamatan pendahuluan agar mendapat gambaran. Pada langkah ini terdapat:Kajian Pustaka untuk proses pelaksanaan , Memilih keperluan data (data primer serta sekunder) Pengumpulan data dibutuhkan untuk menentukan permasalahan dan juga sebagai rangkaian penentuan alternatif pemecahan masalah. Metode yang dilaksakan dalam pengumpulan data adalah data primer dan sekunder Berlandaskan dengan hasil analisa yang dilaksanakan, didapat volume kendaraan tertinggi pada hari Senin pada pukul 12.30-13.30 WIB sebesar 1577,95 smp/jam arah lalu lintas, dari : selatan Jl. Sengeda ke : utara Jl. Sengeda, Kamis pada pukul 12.30-13.30 WIB sebesar 1337,75 smp/jam arah lalu lintas, dari : utara Jl. Sengeda ke : selatan Jl. Sengeda, Sabtu pada pukul 17.00-18.00 WIB sebesar 1254,1 smp/jam arah lalu lintas, dari : utara Jl. Sengeda ke : selatan Jl. Sengeda.Nilai derajat kejenuhan yang didapat pada ruas Jl. Sengeda adalah sebesar 0,85. Nilai tersebut dikatakan jenuh karena (DS ≥ 0,85)Dari total jarak 1300 meter dibagi dengan waktu survei dilapangan yaitu 14 menit. Kecepatan survey yang didapat pada ruas jalan sengeda yaitu 5,57 km/jam. Kecepatan berdasarkan MKJI (1997) dengan derajat kejenuhan 0,85 dan kecepatan arus bebas bawah alat transportasi ringan (FVLV) tipe jalan dua lajur dua arah tak terbagi (2/2 TB) kecepatan umumnya kendaraan ringan ringan LV senilai 21,6 km/jam</p> <p>Kata kunci: Kemacetan , Transportasi</p> Farisan Dimusfamartha Budi Hartanto Susilo Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 32 45 KEBISINGAN AKIBAT PENGOPERASIAN BANDAR UDARA JENDERAL AHMAD YANI DAN DAMPAK NEGATIF BAGI PENDUDUK DI SEKITARNYA https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16331 <p>Kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang tinggi menuntut moda transportasi yang memadai misalnya pesawat udara. Pesawat udara sebagai moda transportasi udara membutuhkan bandar udara sebagai tempat perpindahan. Bandar udara sebagai tempat perpindahan moda transportasi perlu dilakukan pengembangan sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan. Bandar udara dalam pembangunan dan pengembangannya harus mengacu pada Rencana Induk Bandara yang di dalamnya termuat dokumen Batas Kawasan Kebisingan (BKK). Hal tersebut berpengaruh pada peruntukan tata guna lahan di sekitar wilayah bandar udara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan kuantitatif dengan membagikan kuesioner terhadap 30 responden di 3 kawasan berbeda. Hasil dari kuesioner tersebut diolah menggunakan <em>software</em> <em>SPSS 23. </em>Hasil menunjukan bahwa kebisingan yang terjadi akibat pengoperasian bandar udara memberikan dampak negatif bagi penduduk yang tinggal di Kawasan Kebisingan III. Data juga menunjukan bahwa hampir tidak ditemukan adanya keluhan menganai polusi udara, polusi air, dan polusi sampah pada Kawasan Kebisingan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kebisingan yang terjadi memberikan dampak negatif bagi penduduk yang tinggal di wilayah Kawasan Kebisingan III bandar udara. Sedangkan polusi udara, polusi air, dan polusi sampah akibat pengoperasian bandar udara hampir tidak ditemukan pada Kawasan Kebisingan bandar udara. Maka dari itu, perlu dilakukan penegakan hukum tata guna lahan dan sosialiasi terkait Kawasan Kebisingan, serta sosialisasi terkait penggunaan insulasi suara pada rumah penduduk di wilayah sekitar Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani.</p> <p>Kata kunci : Bandar Udara, Kebisingan, Kontur Kebisingan</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> Fahira Rizky Arylia Luky Surachman Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 46 52 10.25105/psia.v4i1.16331 ANALISIS PERANCANGAN KOLAM RETENSI KEMPO DI KELURAHAN JATI MAKMUR KOTA BEKASI https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16333 <p>Kelurahan Jati Makmur di Kota Bekasi merupakan kawasan yang sering mendapatkan permasalahan banjir dan genangan. Kawasan yang merupakan daerah cekungan sehingga sulit untuk kawasan tersebut terbebas dari banjir, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan adanya perencanaan pembuatan Kolam Retensi Kempo.</p> <p>Perencanaan ini bertujuan untuk menemukan cara yang efektif dalam pemecahan masalah banjir dan genangan di Kelurahan Jati Makmur. Dengan adanya perencanaan Kolam Retensi Kempo ini, bahwa terbukti mampu memecahkan permasalahan banjir dan genangan di kawasan tersebut dengan total debit banjir sebesar 10,22 m3/s dan dapat ditampung pada kolam retensi sebesar 100% dengan dimensi kolam retensi adalah 90 m x 20 m x 4.75 m.</p> <p><br><strong>Kata kunci</strong>: Kelurahan Jati Makmur, Banjir, Kolam Retensi</p> Muh. Farhan Erry Surya Prayatna Wahyu Sejati Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 53 58 10.25105/psia.v4i1.16333 IDENTIFIKASI ARSITEKTUR VERNAKULAR PADA BANGUNAN PASAR GEDHE HARDJONAGORO DI KOTA SOLO https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16334 <p>Pasar Gedhe Hardjonagoro merupakan salah satu pasar tradisional tertua di kota solo, arsitektur&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; pasar ini memiliki gaya campuran antara Belanda dan juga tradisional Jawa, pendekatan gaya vernakluar pada bangunan pasar menjadi ciri khas tersendiri, dimana Penggunaan atap joglo pada&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; bangunan sebagai representasi dari adat jawa, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengenali adat Jawa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang berupa kata maupun gambar yang di peroleh dari observasi melalui internet, hasil yang dicapai yaitu : mengidentifikasi poin-poin vernakular apa saja yang di aplikasikan pada bangaunan pasar maka dari &nbsp;itu teori dari Kathryn H. Anthony sebagai acuan untuk meneliti.</p> Fachrul Razy Bugal A. hadi Prabowo Sri Tundono Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 59 63 10.25105/psia.v4i1.16334 IMPLEMENTASI DAN PENERAPAN ARSITEKTUR FUNGSIONAL PADA BANGUNAN TERMINAL 3 BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO HATTA https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16335 <p>Jurnal Publikasi Ilmiah ini mengupas tentang implemetasi dan penerapan arsitektur fungsional terhadap suatu bangunan bandara yaitu pada bangunan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta dari segala sisi manapun ( termasuk konsep perancangan dan lain-lain ) . Sebelum dibahas dalam jurnal , kita kembali ke pengertian apa itu arsitektur fungsionalisme ? Dalam dunia arsitektur , fungsionalisme adalah suatu prinsip yang dimana bahwa bangunan harus dirancang berdasarkan tujuan dan fungsi dari bangunan itu sendiri . Arsitektur modern mengedepankan fungsi dimana suatu arsitektur dapat mewadahi semua aktivitas . Berbeda dengan arsitek pada masa pra-modern yang menata berdasarkan tipologi , arsitek modern menata berdasarkan fungsi . Dari penjelasan singkat di atas , bagaimana arsitektur fungsional dapat di terapkan pada perancangan salah satu bangunan yaitu pada bangunan terminal 3 bandar udara Internasional Soekarno Hatta , mengingat dalam rangka mengetahui serta menganalisa sejauh mana elemen arsitektur fungsional di terapkan pada bangunan terminal 3 tersebut ?</p> <p>Keyword : Fungsionalisme , Arsitektur Modern , Fungsi , Bandar Udara</p> M.Rafii Dias Santoso A.Hadi Prabowo Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 64 75 10.25105/psia.v4i1.16335 KOMPARASI KONSEP TRI HITA KARANA PADA BANGUNAN PURA AGUNG JAGAT DAN RUMAH TRADISIONAL BALI https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16336 <p>Konsep Tri Hita Karana merupakan konsep dasar dalam penataan ruang pada bangunan Bali. Penerapan konsep Tri Hita Karana ini juga menjadi salah satu cara pengimplementasian arsitektur kontekstual pada area Bali. Namun penerapan konsep Tri Hita Kara yang diterapkan berbeda – beda pada tiap bangunan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kriteria yang menjadi dasar dalam menerapkan konsep Tri Hita Karana pada suatu perancangan bangunan. Komparasi yang dilakukan pada beberapa bangunan yang berhubungan dengan kota Bali, antara lain seperti rumah tradisional Bali, bangunan ibadah Bali, dan bangunan hasil karya arsitek Bali. Penelitian ini mengambilan dan pengumpulan data secara kualitatif yang akan dijelaskan secara deskriptif dengan dibantu visualisasi gambar gambar.&nbsp; Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa konsep Tri Hita Karana memperhatikan tiga elemen yaitu tuhan, manusia, dan lingkungan. Pengimplementasian terhadap perancangan antara lain menggunakan bentuk yang condong vertikal untuk menunjukan hubungan antara manusia dengan tuhan, penggunaan material beton ekspos dan limbah kayu agar ramah lingkungan menunjukan hubungan manusia dengan lingkungan, disediakan Bale untuk tempat berinteraksi satu sama lain yang menunjukan hubungan sesame manusia, dan lain – lain.&nbsp;</p> Nabilah A. Hadi Prabowo Punto Wijayanto Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 76 83 10.25105/psia.v4i1.16336 KRITERIA DESAIN TRANSFORMASI KONSTRUKSI MBARU NIANG BERTINGKAT https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16337 <p>Arsitektur Nussantara yaitu karya yang dituruntemurunkan dan ditumbuhkembangkan oleh suku bangsa di Indonesia. Salah satunya adalah arsitektur rekonstruksi Mbaru Niang di Waerebo, yang merupakan karya desain transformasi yang dilakukan oleh masyarakat Waerebo dan Yori Antar. Proses mendesain dengan konsep transformasi konstruksi menjadi pengetahuan arsitektural yang penting untuk diteliti dalam upaya membekali arsitek sebelum mendesain bangunan hotel moderen di Manggarai pada masa kini. Tujuan&nbsp; penulisan ini untuk mengetahui teknik desain transformasi konstruksi dalam arsitektur. Metode yang dipakai adalah metode kajian pustaka. Temuan yang dihasilkan merupakan kriteria dan elemen konsep arsitektur Mbaru Niang yang dapat diterapkan dan dipertimbangkan dalam mendesain bangunan hotel. Kriteria dari desain bangunan arsitektur Mbaru Niang yaitu, mendesain bangunan 5 lantai dan bentuk Mbaru Niang yang bulat dan mengerucut merupakan bangunan tanggap iklim, material yang digunakan pada Mbaru Niang yaitu kayu yang terdapat pada pondaisi, kolom, balok dengan ukuran yang berbeda sedangkan untuk ilalang, bambu, ijuk merupakan material alam yang sifatnya mendinginkan ruangan dan ramah lingkungan. Dalam mendesain Mbaru Niang terdapat 3 balok dan 9 tiang, arti dari 3 balok ini yaitu kehamilan 3 bulan seorang ibu yang mengandung, dan 5 tingkatan artinya janin itu sudah menjadi manusia dalam janin ibu, dan 9 tiang artinya kelahiran seorang manusia. Batas Penelitian adalah melihat sistem kontruksi bangunan bagian atas yang akan ditransformasikan kedalam bangunan beringkat berupa hotel. Originalistas dan Keunikan dari desain ini adalah bagaimana mentransformasiskan Mbaru Niang ke dalam bangunan bertingkat berupa hotel.</p> Johanes V. N. Pantas Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 84 89 10.25105/psia.v4i1.16337 PENERAPAN TEMA ARSITEKTUR NEO-VERNARKULAR PADA BANGUNAN MASJID REST AREA JEMBATAN SURAMADU https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16338 <p>Pulau madura merupakan sebuah pulau yang terletak di utara pulau jawa timur dikenal sebagai pulau yang sangat kental dalam adat kebudayaan serta keagamaan tersendiri. untuk menuju pulau madura diperlukan akses yang menghubungkan pulau madura dengan pulau jawa timur, oleh karena itu pemerintah membangun jembatan penghubung provinsi yang dinamakan jembatan Suramadu serta fasilitas rest area yang difungsikan sebagai tempat istirahat yang dimana terdapat satu unit masjid yang dijadikan sebuah icon identitas dari pulau madura tersebut. Dalam perancangannya desain masjid memliki 3 prinsip arsitektur Neo vernacular. Atap masjid rest area jembatan suramadu menggunakan atap tajug yang memliki 3 tingkatan atap yang berbentuk persegi empat sama sisi yang memliki makna setiap tingkatannya, dengan menggunakan material atap sirap kayu. Penghilangan kolom soko guru bertujuan untuk menyambung shaf shalat yang terputus oleh kolom soko guru yang menyambungkan atap tajug. Penggunaan material utama batu bata yang ditutupi oleh panel dinding kayu yang menjadikan ciri khas masjid dari segi interior menonjol. Bangunan masjid menjadi salah satu bangunan penting yang bisa dijadikan sebuah bangunan yang menarik serta memliki nilai sejarah dan adat kebudayaan jika diterapkan dengan prinsip arsitektur neo vernacular di perancangan desainnya.</p> Ahmad Rizal Maulana Agus Saladin Rizki Fitria Madina Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 90 96 10.25105/psia.v4i1.16338 PENERAPAN TEMA KONTEKSTUAL FISIK PADA KAMPUNG SUSUN BAHARI AKUARIUM https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16339 <p>Kebutuhan ruang hunian di area perkotaan Indonesia mengalami peningkatan pesat akibat urbanisasi, hal tersebut mengurangi ketersediaan lahan. Pemprov DKI Jakarta memiliki program rumah susun untuk mewadahi kenaikan tren urbanisasi, salah satunya kampung susun Akuarium yang terletak di kecamatan Penjaringan. Rumah susun tersebut merupakan program Kampung Prioritas yang salah satunya bertujuan menyelaraskan dengan lingkungan yaitu cagar budaya sekitar. Penelitian ini bertujuan melihat aspek-aspek rumah susun tersebut yang menyelaraskan konteks kawasan menggunakan metode kualitatif agar dapat menjadi acuan arsitektur kontekstual pada rumah susun. Hasil penelitian adalah penerapan arsitektur kontekstual pada kampung susun Akuarium dalam aspek harmoni yaitu berupa atap pelana dan warna fasad berdominan putih pada bangunan yang menyesuaikan cagar budaya sekitar yaitu museum Bahari. Kemudian penerapan kontekstual kontras yang dilakukan berupa sentuhan kontemporer pola zig-zag bukaan fasadnya. Berdasarkan aspek tersebut dapat disimpulkan bahwa rumah susun Akuarium menerapkan pendekatan kontekstual.</p> <p>&nbsp;</p> Aryo Seno Anandantyo Ristya Arinta Safitri Agus Saladin Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 97 105 10.25105/psia.v4i1.16339 PENGARUH POLA RUANG TERHADAP KARAKTER AKUSTIK GEDUNG TEATER https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16340 <p>Pusat Seni Pertunjukan yakni fasilitas yang berisi gabungan antara auditorium panggung teater, gedung konser, dan ruang pameran seni rupa yang dapat menampung fasilitas pertunjukan seperti pertunjukan musik, pertunjukan teater/lakon, pertunjukan opera, pertunjukan tari, dan ruang pameran seni rupa. . Konser dapat dinikmati dengan menyenangkan ataupun sebaliknya, itu sebenarnya bergantung pada kondisi akustik tempat tersebut. Oleh sebab itu, ruang pertunjukan yang termasuk fasilitas utama harus didukung dengan desain ruang akustik sebagai tata suara yang sesuai, itu perlu untuk menghilangkan gema dan dengungan untuk mencapai kualitas suara yang bagus. Tujuan penerapan desain akustik pada gedung pertunjukan diharap bisa membangun ruang yang dapat menampung segala aktivitas dengan akustik yang prima.</p> <p>Keyword: Pola ruang, Arsitektur akustik, gedung teater</p> <p>&nbsp;</p> Gizka Aulia N I. G. Oka Sindhu Pribadi Endhi I. Purnomo Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 106 118 10.25105/psia.v4i1.16340 PENGGUNAAN MATERIAL YANG RAMAH ANAK UNTUK MENDUKUNG KEAMANAN DAN KENYAMANAN ANAK-ANAK PADA CHILDREN CENTER https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16341 <p>Kebutuhan&nbsp;anak&nbsp;untuk bermain dan belajar sangatlah penting.&nbsp;Bermain&nbsp;dan belajar dapat meningkatkan imajinasi, kreativitas, mampu menyelesaikan masalah&nbsp;serta&nbsp;mengembangkan keterampilan sosial anak. Untuk&nbsp;mewujudkan hal tersebut, anak&nbsp;berhak&nbsp;atas rasa&nbsp;aman&nbsp;dan&nbsp;nyaman dalam&nbsp;kegiatan&nbsp;belajar dan bermain. Penelitian ini bertujuan untuk&nbsp;menerapkan materi&nbsp;ramah anak, merespon&nbsp;kegiatan&nbsp;bermain dan belajar anak.&nbsp;UNESCO sebelumnya menetapkan penerapan&nbsp;desain ramah anak, yang menerangkan bahwa lingkungan&nbsp;belajar&nbsp;yang ramah yaitu&nbsp;bersahabat dengan anak-anak&nbsp;serta pendidik,&nbsp;yang berarti bahwa anak-anak&nbsp;dan pendidik belajar bersama sebagai kelompok belajar,&nbsp;memposisikan anak-anak sebagai pusat pembelajaran. Berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran yang bertujun guna memberikan layanan pendidikan yang terbaik. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang dimana memiliki proses penelitiannya tidak melewati prosedur statistik ataupun bentuk perhitungan lainnya melainkan diperoleh melalui&nbsp;data&nbsp;dari&nbsp;berbagai&nbsp;studi&nbsp;literatur.</p> Valda Marwah Fatharas I. G. Oka Sindhu Pribadi Khotijah Lahji Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 119 128 10.25105/psia.v4i1.16341 STUDI KOMPARATIF PENERAPAN ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA BANGUNAN BERKONSEP MICE (Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition) https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16342 <p>Sektor pariwisata merupakan penyumbang devisa terbanyak bagi suatu negara, salah satunya melalui kegiatan <em>Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition</em> (MICE). Berbagai negara sudah menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung berkembangnya industri MICE. Seiring berkembangnya zaman, bangunan yang berkonsep MICE mempunyai desain arsitektur yang beranekaragam pula. Konsep arsitektur kontemporer sebagai salah satu contohnya, yang mempunyai gaya desain sendiri dan tidak terikat pada masa dan gaya&nbsp; tertentu. Tujuan penelitian adalah menganalisis penerapan arsitektur kontemporer pada babarapa bangunan berkonsep MICE, untuk merumuskan prinsip-prinsip penerapan arsitektur kontemporer pada bangunan berkonsep MICE. Metode penelitian yang digunakan adalah metode <em>systematic presedent review</em> dengan metoda komparative pada proses analisisnya. Hasil komparasi dari empat bangunan yang dikaji adalah bahwa arsitektur kontemporer bersifat dinamis dalam segala aspeknya, dan tidak ada batasan dalam menciptakan suatu bangunan kontemporer selama masih menunjang fungsi-fungsi yang ada.</p> <p>&nbsp;</p> Syirvi Emilia Indri Dedes Nur Gandarum Khotijah Lahji Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 129 138 10.25105/psia.v4i1.16342 ANALISA PERENCANAAN PEMECAH GELOMBANG DI PELABUHAN PATIMBAN https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16344 <p>Pemecah gelombang adalah bangunan yang digunakan untuk melindungi daerah perairan pelabuhan dari gangguan gelombang, bangunan ini memisah daerah perairan dari laut bebas, sehingga perairan pelabuhan tidak banyak dipengaruhi oleh gelombang besar di laut. Dengan adanya pemecah gelombang ini daerah perairan pelabuhan menjadi tenang dan kapal bisa melalukan bongkar muat barang dengan mudah dan aman. Data yang telah didapat melalui berbagai sumber dan studi literatur akan diolah dan analisis. Data-data akan diolah sesuai dengan metode perhitungan dari teori-teori dan sumber yang relevan. Data angin yang telah diolah nantinya akan dibuatkan<em> fetch</em> untuk meramalkan gelombang yang dibantu dengan <em>software AutoCad</em>. Secara keseluruhan perhitungan juga akan dibantu dengan menggunakan <em>software</em> Microsoft Excel. Dimensi struktur bangunan yang telah dihitung adalah sebagai berikut untuk Cot θ 1.5, Lapisan Pelindung Utama, Elevasi Puncak 4, Lebar Puncak 1 m, Tebal Lapis 1 m. Lapis Sekunder Tebal Lapis 0.5 m, Pelindung Kaki, Lebar Puncak 1.5 m, Tebal Lapis 0.1 m. Untuk Cot θ 2, Lapisan Pelindung Utama, Elevasi Puncak 4 m, Lebar Puncak 0.9 m, Tebal Lapis 0.9 m. Lapis Sekunder, Tebal Lapis 0.4 m. Pelindung Kaki, Lebar Puncak 1.35 m, Tebal Lapis 0.1 m. Untuk Cot θ 3, Lapisan Pelindung Utama, Elevasi Puncak 4 m, Lebar Puncak 0.8 m, Tebal Lapis 0.8 m. Lapis Sekunder, Tebal Lapis 0.4 m. Pelindung Kaki Lebar Puncak 1.2 m Tebal Lapis 0.1 m. Dalam perencanaan selanjutnya harus diperhatikan aspek finansial, analisis terhadap tanah serta kajian sedimentasi untuk perencanaan yang lebih efektif dan efisien.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci: Pelabuhan, Pemecah Gelombang, Bangunan Pelindung Pantai</p> Errido Arthoguswantoro Suwandi Saputro Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 139 146 10.25105/psia.v4i1.16344 PERENCANAAN SISTEM DRAINASE DENGAN MENGGUNAKAN SUMUR RESAPAN DAN PENAMPUNG AIR HUJAN https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16345 <p>Pertumbuhan penduduk di Indonesia semakin hari terus mengalami peningkatan yang pesat khususnya Tangerang Selatan. Pembangunan infrastruktur pada sektor tempat tinggal dan tempat rekreasi mulai digencarkan. Salah satu daerah yang sedang dikembangkan adalah Bintaro Xchange Mall Tahap II, Tangerang Selatan. Dalam pengembangannya diperlukan perhatian khusus terhadap permasalahan hidrologi yang bisa saja terjadi seperti genangan air bahkan banjir. Oleh karena itu perlu adanya perencanaan yang baik pada sistem saluran drainase Bintaro Xchange Mall Tahap II. Pada penelitian kali ini akan direncanakan sistem drainase dengan menggunakan konsep <em>zero runoff</em> agar tidak memberikan limpasan air ke saluran kota dengan menggunakan sumur resapan dan penampung air hujan (PAH). Berdasarkan hasil perhitungan drainase pada Kawasan proyek Bintaro Jaya Xchange Mall Tahap II dengan menggunakan konsep <em>zero runoff</em> maka dibangun 57 sumur resapan pada area Kawasan dan menggunakan 3 Penampung Air Hujan yang menampung air yang jatuh dari atap gedung.</p> <p>Kata Kunci: Keairan, Penampung Air Hujan, Sumur Resapan, <em>Zero Runoff</em>.</p> Luhur Budi Nanda Teddy W. Sudinda Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 147 152 10.25105/psia.v4i1.16345 PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOKLIMATIK DALAM HAL PENGHEMATAN ENERGI DI NEGARA TROPIS, DENGAN TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16346 <p>Perubahan iklim global menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan arsitektur, terutama di negara tropis. Peningkatan suhu lingkungan akibat perubahan iklim memberikan pengaruh terhadap aspek kenyamanan, aktivitas dan produktivitas manusia sebagai pengguna bangunan. Salah satu pendekatan arsitektur yang mampu menjadi solusi bagi isu iklim diatas adalah pendekatan arsitektur bioklimatik. Pendekatan yang berlandaskan dengan prinsip – prinsip rancangan hemat energi serta ramah lingkungan ini, sangat berperan dalam proses desain bangunan yang merespon iklim sekitar.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pertumbuhan dan perkembangan perancangan bangunan gedung yang mengabaikan pertimbangan dan pengaruh iklim lingkungan menjadi permasalahan yang harus diatasi. Selain berpengaruh terhadap kualitas hidup lingkungan, masalah tersebut juga mempengaruhi jumlah energi yang dikeluarkan dari setiap bangunan. Penggunaan energi yang berlebih mampu meningkatkan penipisan sumber daya alam sekitar. Oleh karena itu, pembahasan pada jurnal ini akan menekankan topik penghematan energi pada bangunan di negara tropis dengan pendekatan arsitektur bioklimatik berdasarkan hasil tinjauan literatur sistematis.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci: Iklim, Negara Tropis, Arsitektur Bioklimatik, Hemat Energi</p> Tissa Nada Adiva Popi Puspitasari Dwi Rosnarti Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 153 164 10.25105/psia.v4i1.16346 ANALISIS STABILITAS LERENG PADA TANAH CLAY SHALE DENGAN PERKUATAN BORED PILE DAN CUTTING TANAH https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16347 <p>Permukaan tanah yang miring dengan geometri tertentu disebut lereng. Pada penelitian ini sentul city merupakan lokasi peninjauan lereng yang berpotensi <em>collapses</em>. Pada lereng ini telah dilakukan uji sondir dan mendapatkan jenis tanah <em>clay shale</em>. Perkuatan tanah dimulai dengan melakukan percobaan dengan metode <em>Fellenius</em> pada 3 geometri lereng tanpa perkuatan, yaitu 1,47 pada lereng 30º, 1,36 pada lereng 45º, 1,01 pada lereng 60°. Setelah menggunkan metode <em>Fellenius</em> dilanjutkan percobaan menggunakan <em>Plaxis</em> pada 3 geometri lereng tanpa perkuatan, yaitu 1,380 pada lereng 30º, 1,001 pada lereng 45º, 0,810 pada lereng 60°.Alternatif perkuatan tanah yang dilakukan adalah dengan <em>bored</em> <em>pile</em> dan cutting tanah yang dilakukan menggunakan pogram <em>Plaxis</em>. Pada percobaan dengan bored pile mendapatkan SF 1,690, dan pada percobaam dengan <em>bored</em> <em>pile</em> dan <em>cutting</em> tanah didapatkan hasil 1796. Maka dari percobaan yang sudah dilakukan perkuatan <em>bored</em> <em>pile</em> meningkatakan SF yang cukup baik dan <em>cuting</em> tanah dapat membantu meingkatkan SF pada lereng.</p> Muhammad Zaki Muhammad Fauzan Mudhoffar Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 165 174 10.25105/psia.v4i1.16347 PENGARUH SUBTITUSI LIGHTWEIGHT EXPANDED CLAY AGGREGATE (LECA) TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON GEOPOLIMER https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16348 <p>Penggunaan semen <em>portland</em> pada beton konvensional tentunya banyak menghasilkan gas emisi CO₂, maka dari itu diperlukannya alternatif material yang dapat menggantikan semen sebagai bahan penyusun beton. Alternatif material yang dapat dipergunakan salah satunya yaitu <em>fly ash </em>agar lebih ramah lingkungan karena <em>fly ash</em> merupakan material yang diproduksi dari sisa pembakaran batubara yang berasal dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Disisi lain pembangunan konstruksi saat ini juga banyak menginginkan beton ringan dengan mutu yang tinggi material yang ramah lingkungan dengan mencampurkan agregat ringan (<em>Lightweight Aggregate</em>) / LWA jenis LECA dan abu terbang (<em>fly ash</em>). Adapun penelitian ini memiliki tujuan untuk megetahui nilai karakteristik kuat tarik belah pada beton geopolimer dengan subtitusi parsial <em>lightweight expanded clay aggregate</em> sebesar 0%, 25%, 50% dan 75% dari agregat kasar. Perbandingan Na₂SiO₃ dan NaOH yang digunakan sebesar 2:1 dengan konsentrasi NaOH sebesar 8M. <em>Curing</em> pada beton geopolimer yaitu <em>curing</em> oven dengan suhu 60&nbsp;selama 24 jam dan <em>curing</em> dengan suhu ruangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin tinggi subtitusi LECA sebagai agregat kasar yang digunakan, kuat tarik belah yang dihasilkan semakin menurun.</p> Robiatul Adawiyah Liana Herlina Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 175 178 10.25105/psia.v4i1.16348 EVALUASI SISTEM EKODRAINASE DI KAWASAN DARAT BANDAR UDARA INTERNASIONAL YOGYAKARTA https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16349 <p>Bandar Udara Yogyakarta yang terletak di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan bandar udara baru yang berfungsi sebagai salah satu moda transportasi di wilayah Yogyakarta.Bandar udara yang diresmikan pada tahun 2020 ini mempunyai keunggulan sebagai salah satu bandar udara pertama yang mendapat pencapaian berupa gold dalam penilaian greenship new building. Dalam mencapai prestasi tersebut, banyak hal diperhatikan dari beberapa kriteria dimana salah satunya berhubungan dengan keairan yang mempunyai tujuan mengurangi permasalahan hidrologi yang mungkin akan terjadi seperti banjir dan genangan. Oleh karena itu, perencanaan dan penerapan drainase yang baik dan aman telah dilaksanakan serta tetap memperhatikan konsep ekodrainase. Penelitian ini dilakukan di kawasan darat bandar udara yang terbagi menjadi 2 wilayah yaitu sisi utara Jalur Jalan Lintang Selatan (JJLS) dan sisi selatan Jalur Jalan Lintang Selatan. Dalam analisis data dilakukan sebagai berikut: Uji konsistensi data hujan, pemilihan agihan, perhitungan waktu konsentrasi, perhitungan intensitas curah hujan, dan analisa data untuk memperoleh debit banjir 5 tahun. Perencanaan ekodrainase pada bandar udara ini dapat dikatakan baik dan aman dikarenakan letak ekodrainase tidak hanya berpusat pada satu wilayah saja seperti letak resapan air berupa kolam atau pond terletak di sisi utara JJLS yang efektif sebagai resapan air berlebih saat musim hujan.</p> <p>Kata kunci: Ekodrainase, Debit Banjir, Bandara</p> Sih Andajani Fricilia Margaretta Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 179 184 10.25105/psia.v4i1.16349 PERANCANGAN STABILITAS LERENG DENGAN PERKUATAN SOIL NAILING MENGGUNAKAN METODE BISHOP, FELLENIUS, JANBU, DAN PROGRAM GEO5 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16350 <p>Daerah lereng dengan kemiringan tertentu juga dapat membantu dalam kekuatan lereng, semakin landai pada suatu lereng maka semakin minim terjadinya keruntuhan/longsor pada lereng. Suatu lereng dapat dikatakan aman jika desain pada perhitungannya memenuhi nilai faktor keamanan pada lereng tersebut yang sudah tercantum pada SNI 8460:2017 dan Buku penunjuk umum, Departemen Pekerjaan Umum tentang Penanganan lereng jalan. Metode Bishop,Fellenius, dan Janbu merupakan Metode perhitungan yang sudah digunakan sejak lama untuk menilai apakah lereng tersebut aman atau tidak dalam kekuatan suatu lereng, dengan adanya kemajuan teknologi munculnya suatu program, yaitu <em>Geo5</em> yang membantu perhitungan pada mendesain lereng tersebut, dan jika terjadi keruntuhan pada lereng karena lereng tidak dapat menahan beban nya sendiri maka dapat dilakukan perkuatan tanah dengan perkuatan <em>soil nailing</em>. Mengatasi kelongsoran maka dapat dilakukan analisis sehingga dapat mengetahui pada bagian mana yang berpotensi terjadinya longsor dan dapat mencegah hal tersebut agar lereng tidak mengalami keruntuhan<em>, </em>dengan memperhitungkan besar faktor keamanan dan dapat dibuat perkuatan tanah pada lereng yang di analisis dengan metode <em>Soil Nailing. </em>Perancangan dalam melakukan perkuatan soil nailing sudah ada dalam peraturan SNI 8460:2017. <em>Soil nailing</em> dapat membantu kenaikan nilai faktor keamanan dalam kestabilitasan lereng, karena <em>soil nailing</em> mambantu mengikat tanah keras untuk menambah gaya tanah agar tidak terjadinya keruntuhan pada lereng, dan dapat memenuhi nilai faktor keamanan pada lereng.</p> Gilang Fadhly Achmad Aksan Kawanda Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 185 190 ANALISIS STABILITAS LERENG DAN LONGSOR DENGAN MENGGUNAKAN BORED PILE DAN SOFTWARE PLAXIS https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16351 <p>Tanah memiliki karakteristik yang berbeda - beda dikarenakan setiap permukaan tanah memiliki elavasi yang berbeda antara lokasi satu dengan lokasi lainnya sehingga dapat membentuk lereng. Analisis stabilitas lereng dan longsor merupakan salah satu cara untuk menganalisis faktor - faktor yang dapat mempengaruhi karakteristik suatu lokasi lereng untuk dapat mengetahui apakah lereng tersebut dalam keadaan stabil atau dapat meninbulkan kelongsoran. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan besarnya nilai faktor keamanan dan deformasi lereng menggunakan suatu metode perhitungan yaitu metode Fellenius, metode Bishop dan Software plaxis, serta penanganan yang tepat dengan menggunakan perkuatan berupa bored pile. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada analisis stabilitas lereng dan longsor, diperoleh faktor keamanan sebesar 1,29 dengan menggunakan metode Fellenius, 1,48 dengan menggunakan metode Bishop, dan 1,3943 menggunakan software plaxis. Nilai tersebut masih kurang dari faktor keamanan yang di tentukan yaitu &gt; 1,5 sehingga lereng tersebut tidak aman dan dapat menimbulkan kelongsoran. Setelah dilakukan perkuatan dengan bored pile dan dilakukan perhitungan dengan menggunakan software plaxis didapatkan nilai faktor keamanan sebesar 1,5840 nilai tersebut diatas faktor keamanan yang ditentukan yaitu &gt;1,5 sehingga lereng tersebut aman dan tidak menimbulkan kelongsoran.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci : stabilitas lereng, longsor, plaxis, bored pile, faktor keamanan</p> Muhammad Rizky Fadilla Muhammad Zaki Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 191 197 10.25105/psia.v4i1.16351 PENGARUH PENAMBAHAN SUKROSA TERHADAP KELECAKAN BETON GEOPOLIMER https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16359 <p>Beton sebagai salah satu material struktural utama pada pembangunan konstruksi memerlukan semen sebagai bahan dasar beton. Semen merupakan penyumbang utama emisi gas rumah kaca ke atmosfer akibat proses industrinya. Digunakan material struktual alternatif yang lebih ramah lingkungan yaitu beton geopolimer. Beton geopolymer merupakan beton dengan bahan non semen yang bereaksi dengan alkali akivator. Pada penelitian ini, bahan non semen yang digunakan merupakan bahan sisa pembakaran batubara PLTU atau disebut <em>fly ash</em>. Alkali aktivator yang digunakan ada natrium hidroksida (NaOH) dan sodium silikat (Na<sub>2</sub>SiO<sub>3</sub>). Namun dalam penggunaannya, beton geopolimer memiliki satu kekurangan yaitu memiliki waktu ikat atau <em>setting time</em> yang lebih cepat dari beton normal dengan semen OPC sehingga menyebabkan tingkat <em>workability</em>&nbsp; atau kemudahan pekerjaan beton rendah. Digunakan bahan tambah atau zat aditif sukrosa yang bersifat sebagai <em>retarder</em> yaitu memperlambat waktu ikat beton geopolimer. Variasi kadar sukrosa yang digunakan adalah 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10% dari berat <em>fly ash</em>. Didapatkan kadar yang paling optimum menambah nilai slump atau <em>workability </em>beton terdapat pada beton geopolimer dengan sukrosa 10% sebesar 239,3 mm.</p> <p>Kata kunci: geopolimer, sukrosa,<em> workability</em></p> Lusiana Nurhayati Siregar Liana Herlina Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 198 201 10.25105/psia.v4i1.16359 IMPLEMENTASI HEALING ENVIRONMENT PADA RUMAH SAKIT https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16313 <p>Healing Environment adalah desain yang dapat memberikan perasaan untuk sembuh secara mental dan kebugaran jasmani dengan memadukan unsur unsur indra, alam, dan psikologis. Unsur Unsur indra digunakan untuk merasakan alam dengan cara mendengar, melihat, dan merasakan kemakmuran alam yang ada di dalam dari desain perancangan yang semua ini akan berakhir pada terangsangnya secara psiklogis. Maka dari itu sebuah faktor fisik sebagai desain harus diperhatikan seperti pencahayaan, penghawaan, aroma, taman, dan desain diluar ruangan, penghawaan pada ruangan ruangan di dalam, kebisingan yang dapat di kontrol, tata ruang , dan warna.</p> <p>Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui bagaimana konsep healing environment dapat di implementasikan di dalam rumah sakit dengan mempelajari secara detail bagaimana tanggapan dan respon dari pasien yang berkaitan dengan kenyamanan lingkungan dan suasana rumah sakit disaat berkunjung dan mengelilingi bagian bagian rumah sakit atau dalam saat menjalani perawatan dengan metode deskriptif kualitatif. dengan menggunakan beberapa tahapan seperti rumusan masalah, mencari bahan untuk kajian teori, mengumpulkan data untuk studi kasus, melakukan analisis data, dan ditutup dengan menarik kesimpulan. Data data yang dikumpulkan bersumber dari publikasi serta artkel artikel ilmiah yang dicari dan dikumpulkan melalui internet. Metode analisis akan dilakukan dengan tiga tahap, yaitu memilih bangunan kesehatan yang dirancang, membuat edskripsi mengenai masing masing kasus perancangan, dan terakhir adalah dengan melakukan pengamatan aspek aspek healing environment pada setiap bangunan.</p> Yehezkiel Marizi Limanov Hadi Prabowo Punto Wijayanto Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 202 209 10.25105/psia.v4i1.16313 TEPAT GUNA LAHAN PADA DESAIN PRA RANCANGAN RSUD PRAMBANAN DI YOGYAKARTA https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16360 <p>Kebutuhan akan fasilitas Kesehatan meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Tentunya peremasalahan ini juga dirasakan di Kecamatan Prambanan Kabupaten sleman yang juga merupakan daerah wisata. oleh karena itu diperlukan pengembangan kelas rumah sakit. Akan tetapi, lahan yang diperlukan untuk pengembangan tidak cukup pada lokasi awal. sehingga, lahan perancangan diletakan pada daerah yang baru yang lebih dekat dari objek wisata Candi Prambanan dan sekitarnya. Karena RSUD Prambanan dibangun di lahan baru, oleh karena itu pengolahan tata guna lahan penting untuk dibahas. Pengambilan data berasal dari data sekunder dan primer. Cara menilainya menggunakan Alat ukur yang digunakan adalah Greenship new building v1.2. data disimpulkan berdasarkan penilaian yang dilakukan dari nilai yang didapat dibagi dengan nilai maksimal alat ukurnya. Dapat dikatakan desain prarancangan belum sepenuhnya mengaplikasikan tepat tata guna lahan.</p> Wisuddha Dharma Pradipta Etty R. Kridarso Hardi Utomo Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 210 219 10.25105/psia.v4i1.16360 PENERAPAN PRINSIP TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT PADA HALTE INTEGRASI CSW-ASEAN https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16363 <p>Populasi penduduk yang menempati DKI Jakarta kian bertambah per tahunnya. Kelangkaan lahan di perkotaan kemudian menghasilkan suatu fenomena yang disebut sebagai <em>urban sprawl</em>¸ yaitu suatu fenomena pengembangan kawasan di pinggiran kota sebagai alternatif hunian bagi mayarakat. Kehadiran fenomena ini kemudian menghasilkan sebuah permasalahan baru karena kecendrungan masyarakat dari kawasan <em>sprawl </em>&nbsp;memilih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan pilihan yang lain. Tingginya tingkat penggunaan moda transportasi pribadi dapat menimbulkan berbagai permasalahan urban, di antaranya: kemacetan, pemborosan energi, polusi udara, pemborosan infrastruktur hingga segregasi sosial.</p> <p>Konsep Pengembangan Berorientasi Transit atau yang dikenal dengan istilah TOD kemudian disebut sebagai salah satu solusi dari permasalahan ini. Konsep tersebut adalah sebuah konsep yang pertama kali dicetuskan oleh Peter Calthorpe dan didefinisikan sebagai konsep pengembangan suatu kawasan yang berasa di sekitar simpul transit yang perancangannya menekankan penggunaan lahan campuran.</p> <p>Halte integrasi CSW-ASEAN adalah sebuah simpul ikonik yang terletak di Kawasan TOD Blok M. Aksesibilitasnya terhadap berbagai destinasi serta berbagai moda transportasi membuatnya menjadi sebuah kawasan yang amat berpotensi untuk dijadikan rujukan dalam membangun sebuah kawasan TOD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan penerapan dari prinsip TOD yang ada pada kawasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data berupa survei dan analisis berdasarkan 8 prinsip TOD oleh ITDP. Kemudian ditemukan bahwa kawasan ini memenuhi 6 dari 8 prinsip yang ada , yaitu: berjalan (<em>walk</em>), bersepeda (<em>cycle</em>), menghubungkan (<em>connect</em>), angkutan umum (<em>transit</em>), pemadatan (<em>densify</em>) dan merapatkan (<em>compact</em>).</p> Farah Fadilla A. Hadi Prabowo Julindiani Iskandar Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 220 227 10.25105/psia.v4i1.16363 PENERAPAN SISTEM PENCAHAYAAN BUATAN UNTUK MENUNJANG KENYAMANAN VISUAL PADA RUANG PAMER PUSAT SENI DAN BUDAYA DI JIMBARAN, BALI https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16364 <p>Ruang pamer pada galeri seni merupakan tempat untuk memamerkan karya seni yang bersifat menghibur, sarana rekreasi, dan apresiasi dari berbagai seniman dari dalam dan luar negeri. Ruang Pamer pada Galeri Seni perlu memperhatikan berbagai aspek interior yang dirancang untuk kenyamanan pengunjung salah satunya adalah dengan memberikan pencahayaan yang layak dan sesuai standard untuk pengunjungnya. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis model pencahayaan buatan untuk ruang pamer yang akan diterapkan pada ruang galeri Pusat Seni &amp; Budaya di Jimbaran, Bali . Sistem pencahayaan buatan juga dibagi menjadi pencahayaan buatan primer dan sekunder, keduanya menentukan jenis pencahayaan yang cocok berdasarkan objek karya atau ruangan yang membutuhkan. Ssitem&nbsp; pencahayaan&nbsp; maupun tingkat renderasi warna yang sesuai standard dalam SNI 03-6575-2001,&nbsp;ruangan yang memiliki fungsi sebagai ruang yang memamerkan objek-objek besar direkomendasikan memiliki tingkat pencahayaan sebesar 500 lux dan masuk kelompok renderasi warna 1 yaitu Ra &gt; 85 dengan tampak warna bisa dingin,&nbsp;sedang,&nbsp;atau hangat. Namun, pencahayaan ruang pamer diharapkan tidak terlalu gelap agar karya yang dipamerkan terlihat kontras. Data diperoleh dari studi literatur dan observasi. melalui analisis tersebut dapat ditemukan hasil berupa jenis pencahayaan seperti apa yang dapat diterapkan di galeri seni pusat seni budaya Jimbaran, Bali.</p> Farah Yaumairah Nurhikmah Budi Hartanti Rita Walaretina Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 228 233 10.25105/psia.v4i1.16364 PEMANFAATAN MATERIAL LOKAL DAN KARAKTER FASAD TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA SUKABUMI https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16365 <p>Desain arsitektur diciptakan untuk memenuhi kebutuhan keberadaan manusia. Saat mendesain, penting untuk mempertimbangkan bahan yang dapat digunakan selain memiliki visi yang baik. Bahan bangunan datang dalam berbagai jenis, dan mereka berkembang dengan cepat. Salah satunya adalah bahan lokal, yang dapat dengan mudah ditemukan dalam jumlah besar di lokasi tertentu pada waktu tertentu. Sumber daya bisa berlimpah di tempat-tempat tertentu tetapi tidak tersedia di tempat lain. Untuk mengambil keputusan, diperlukan pemikiran. Penataan Bandara Sukabumi merupakan strategi yang digunakan pemerintah untuk mengembangkan moda transportasi baru. Bangunan bandara dengan karakter visual bisa disebut terminal. Salah satunya adalah bahan lokal, yang dapat dengan mudah ditemukan dalam jumlah besar di lokasi tertentu pada waktu tertentu. Sumber daya bisa berlimpah di tempat-tempat tertentu tetapi tidak tersedia di tempat lain. Untuk mengambil keputusan, diperlukan pemikiran. Penataan Bandara Sukabumi merupakan strategi yang digunakan pemerintah untuk mengembangkan moda transportasi baru. Bangunan bandara dengan karakter visual bisa disebut terminal. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif untuk mendeskripsikan sifat material dan energi yang digunakan pada bangunan terminal penumpang. temuan investigasi komposisi material dan penggunaan energi bangunan terminal penumpang Bandara Sukabumi.</p> Salsabila Tiffanny Hidayat Maria Immaculata Ririk Winandari Sri Tundono Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 234 240 10.25105/psia.v4i1.16365 KOMPARASI KONSEP ARSITEKTUR HIGH TECH PADA BANGUNAN STADION DI JAKARTA DAN LONDON https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16366 <p>Bangunan stadion olahraga bukan lagi sebatas arena menonton olahraga, melainkan menjadi sebuah landmark yang dapat memperkenalkan ciri khas kota. Disinilah peran seorang arsitek dibutuhkan untuk mencapai segala tuntutan di perkembangan era ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjadi referensi bagi perancang bangunan yang ingin menerapkan konsep arsitektur high tech. Mengkomparasikan Jakarta International Stadium dan Tottenham Hotspur Stadium London dengan cara membandingkan elemen-elemen arsitektur dengan enam karakteristik arsitektur high tech teori Charles Jencks. Kedua stadion tersebut memiliki keunggulannya masing-masing di setiap karakteristik, namun secara keseluruhan Tottenham Hotspur Stadium lebih mendekati konsep dari arsitektur high tech dibanding Jakarta International Stadium.</p> Luthfi Shiddiq Prawiro Hardi Utomo Etty R. Kridarso Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 241 249 10.25105/psia.v4i1.16366 ANALISA STANDAR RUANG TERMINAL PENUMPANG PADA PROSES KEBERANGKATAN DAN KEDATANGAN PENUMPANG DI TERMINAL DOMESTIK BANDARA INTERNASIONAL YOGYAKARTA https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16368 <p>Bandara Internasional Yogyakarta terletak pada Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Bandara Internasional Yogyakarta memiliki luas terminal 219.000m<sup>2</sup>. Perhitungan yang akan dilakukan pada penelitian ini mengacu dari SNI 03-7046-2004. Tidak hanya menganalisan kondisi eksisting namun juga pada tahun rencana yaitu 2027 dengan cara <em>forecasting. Forecasting </em>dilakukan untuk mengetahui apakah sudah memadai pada tahun rencana atau belum. Data luasan terminal &amp; data penumpang harian pada Bandara Internasional Yogyakarta dari PT Angkasa Pura I. Hasil dari penelitian ini adalah standar ruang minimum pada terminal pada kebutuhan X- ray, area <em>check in </em>, area ruang tunggu dan area pengambilan bagasi yang dibutuhkan sudah memadai untuk kondisi eksisting maupun tahun rencana.</p> Fiqry Ichsan Novriardo Luky Surachman Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 250 252 10.25105/psia.v4i1.16368 PERHITUNGAN DAYA DUKUNG LATERAL PADA TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN METODE BROMS https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16370 <p>Dalam pembangunan sebuah konstruksi perlu dilakukan perhitungan daya dukung fondasi dengan baik. Karena fondasi merupakan bagian terpenting bagi suatu bangunan baik bangunan berupa gedung, jalan, rumah,&nbsp; dan lain sebagainya. Fondasi memberikan peranan penting yaitu sebagai penyalur dan penahan beban yang berada diatas permukaan tanah secara aksial maupun menahan beban luar secara atau lateral. Kemampuan fondasi dalam menahan beban disebut daya dukung. Daya dukung lateral merupakan kemampuan fondasi dalam menahan gaya dan beban secara horizontal. Beban lateral merupakan beban yang bergerak secara horizontal dan terdiri dari beberapa jenis seperti beban angin, tekanan tanah lateral, beban gelombang, benturan kapal, dan lain sebagainya. Dalam menentukan daya dukung lateral terdapat beberapa metode dalam perhitungannya, salah satunya yaitu metode Broms. Metode Broms merupakan metode yang dapat digunakan dalam perhitungan daya dukung lateral dengan perhitungan analisis dan juga grafik. Menurut Broms (1964), perhitungan daya dukung lateral pada metode ini hanya dapat digunakan pada tanah homogen yaitu hanya pada tanah kohesif atau hanya pada tanah granular. Dalam proses perhitungannya, penggunaan metode Broms ini terdapat beberapa syarat dan tahapan yang perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil daya dukung lateral yang dapat ditahan oleh fondasi.</p> <p>Kata kunci : Daya dukung, Daya dukung lateral, Metode Broms</p> Deyana Putri Rindiani Santoso Aksan Kawanda Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 253 259 10.25105/psia.v4i1.16370 IDENTIFIKASI TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA FASILITAS REST AREA JALAN TOL JAGORAWI https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16372 <p>ABSTRAK</p> <p>Salah satu penyebab seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas adalah faktor kelelahan pengemudi, maka dengan adanya rest area sangat membantu para pengemudi untuk beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan. Selain itu sekarang ini banyak orang yang mengunjungi rest area sebagai tempat berbelanja, makan bersama keluarga, maupun hanya sekedar merilekskan diri. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, suatu rest area harus memiliki fasilitas yang lengkap dan juga pelayanan yang memuaskan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna jalan tol Jakarta – Bogor – Ciawi (Jagorawi) atas pemeliharaan fasilitas yang ada di rest area. Adapun Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dengan penyebaran kuesioner sebagai data primer kepada pihak pengguna rest area di ruas tol Jagorawi. Berdasarkan hasil pengguna rest area yang menjadi responden pada penelitian ini, untuk tingkat kepuasan para pengguna jalan tol jagorawi didapat nilai tertinggi dengan Index mean sebesar 2,83 yaitu keberadaan pos jaga keamanan direst area, sedangkan untuk yang terendah didapatkan nilai Index mean sebesar 2,43 yaitu letak lokasi dari rest area</p> Darmawan Pontan Rangga Andika Putra Hariyanto Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 260 264 10.25105/psia.v4i1.16372 ANALISIS DAYA DUKUNG LATERAL TIANG PADA PENINGKATAN KEKUATAN STRUKTUR TANGGUL PENGAMAN PANTAI MENGGUNAKAN METODE BROMS https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16373 <p>Tanggul pengaman pantai adalah suatu konstruksi yang digunakan untuk upaya perlindungan terhadap banjir rob yang terjadi pada pesisir pantai di Jakarta. Oleh sebab itu dilakukan sebuah upaya perlindugan dengan pembangunan pengaman pantai menggunakan tiang spun pile sebagai dinding utama dan menggunakan perkuatan struktur tieback dengan material tiang pipa baja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya dukung pada dinding spun pile dan tieback. Hasil daya dukung lateral tiang spun pile dengan metode Broms didapatkan Hu ijin adalah sebesar 227,684 kN, untuk tiang pipa baja tegak Hu ijin sebesar 162,408 kN dan untuk tiang pipa baja miring didapatkan Hu ijin sebesar 193,302 kN.</p> <p>&nbsp;</p> Ali Zainal Abidin Ruwaida Zayadi Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 265 272 10.25105/psia.v4i1.16373 ANALISIS KINERJA WAKTU TAMBAT KAPAL DAN KAPASITAS CAR TERMINAL PADA PELABUHAN PATIMBAN https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16388 <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem tambat kapal, kinerja operasional waktu tambat kapal dan mengetahui apakah kapasitas car terminal dapat mencukupi kebutuhannya. Penelitian ini dilakukan di Pelabuhan Patimban dan didukung dengan data dari Pelabuhan Tanjung Priok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan Teknik analisis forecasting time series, yang menggunakan software minitab 20. Hasil analisis menunjukan bahwa sistem tambat kapal pada car terminal di Pelabuhan Patimban saat ini masih menggunakan metode manual dengan 1 regu yang terdiri dari 10 petugas yang membawa mobil kedalam kapal, sedangkan pada perhitungan kinerja operasional waktu tambat kapal, Pelabuhan Patimban mendapatkan kriteria yang baik dari segi WT, AT, EF:BT dan BOR pada tahun 2022. Selanjutnya, pada perhitungan forecasting kapasitas car terminal di Pelabuhan Patimban mendapatkan hasil dengan total ekspor dan impor pada tahun 2027 mencapai 1.237.797 CBU atau 172% peningkatan dari tahun 2021, maka diperlukan penambahan kapasitas car terminal agar dapat mencukupi kebutuhan ekspor dan impor di Pelabuhan Patimban. </span></p> Reza Nur Muharam Suwandi Saputro Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 273 281 10.25105/psia.v4i1.16388 ANALISA DAMPAK TOL LAUT TERHADAP KINERJA OPERASIONAL TERMINAL PETI KEMAS PELABUHAN TANJUNG PRIOK https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16389 <p><span style="font-weight: 400;">Pelabuhan Tanjung Priok terletak di Kota Administrasi Jakarta Utara, DKI Jakarta. Merupakan salah satu pelabuhan merupakan pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia. Pelabuhan ini sebagai pintu gerbang arus keluar masuk barang ekspor-impor maupun antar pulau. Sejak dicetuskan nya konsep tol laut di tahun 2015, Pelabuhan Tanjung Priok menjadi salah satu trayek tol laut maka dari itu perlu dilakukan penelitian mengenai kinerja operasional Pelabuhan Tanjung Priok, dimana penelitian ini akan dilakukan di terminal peti kemas IPC Pelabuhan tanjung Priok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja operasional di IPC Pelabuhan Tanjung Priok akibat dampak adanya Tol laut dengan perhitungan </span><em><span style="font-weight: 400;">Berth Occupancy Ratio</span></em><span style="font-weight: 400;"> (BOR) , </span><em><span style="font-weight: 400;">Berth Throughput</span></em><span style="font-weight: 400;"> (BT) dan </span><em><span style="font-weight: 400;">Yard Occupancy Ratio </span></em><span style="font-weight: 400;">(YOR) hingga 5 tahun mendatang. Hasil analisis disimpulkan bahwa IPC Pelabuhan Tanjung Priok disarankan untuk menambah tambatan dikarenakan nilai BOR hasil proyeksi 5 tahun&nbsp; yang akan datang sudah mendekati 70 %. Sedangkan kapasitas lapangan penumpukan dan hasil nilai Berth throughput dikategorikan baik. Dimana kapasitas lapangan penumpukan nilainya masih dibawah standar dengan hasil paling tinggi di tahun 2026 sebesar 46% serta tingkatan pemakaian dermaga bongkar muat peti kemas masih bisa dilayani dengan Panjang dermaga 19850 m. Dengan hasil perhitungan BTP penggunaan dermaga di tahun 2026 di dapat 3953 meter.&nbsp;</span></p> Suwandi Saputro Celvin Dewantara Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 282 297 10.25105/psia.v4i1.16389 OPTIMALISASI KOLAM PELABUHAN UNTUK AREA LABUH KAPAL DI PELABUHAN TANJUNG INTAN, CILACAP https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16390 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><span style="font-weight: 400;">Pelabuhan Tanjung Intan adalah pelabuhan yang lokasinya berada di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan alam yang lebih sering melayani bongkar muat hasil pertanian, bongkar muat batubara. Banyaknya kapal yang berlabuh di pelabuhan ini, lama kelamaan akan mengalami pendangkalan. Oleh karena itu, dilakukan optimalisasi terhadap kolam pelabuhan. Kolam pelabuhan adalah lokasi perairan dimana kapal dapat berlabuh dan digunakan untuk operasional sandar, olah gerak kapal, serta melakukan kegiatan bongkar muat. Kapal yang berlabuh merupakan kapal Cargo 48.221 DWT dan kapal terbesar adalah Kapal Tanker 301.000 DWT. Pengoptimalan kolam pelabuhan ini dilakukan berdasarkan kunjungan kapal hingga 5 tahun kedepan. Perhitungan kunjungan kapal dilakukan dengan forecasting dengan </span><em><span style="font-weight: 400;">time series</span></em><span style="font-weight: 400;"> metode </span><em><span style="font-weight: 400;">least square</span></em><span style="font-weight: 400;"> menggunakan </span><em><span style="font-weight: 400;">software</span></em><span style="font-weight: 400;"> Microsoft Excel. Hasil yang diperoleh dalam perhitungan forecasting kunjungan kapal yaitu pada tahun 2022 dengan jumlah kunjungan kapal sebanyak 1518 unit, dengan 948 kapal tanker dan 570 kapal </span><em><span style="font-weight: 400;">cargo</span></em><span style="font-weight: 400;">. Tahun 2023 jumlah kunjungan kapal sebanyak 1544 unit, dengan 956 kapal </span><em><span style="font-weight: 400;">tanker</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan 588 kapal </span><em><span style="font-weight: 400;">cargo</span></em><span style="font-weight: 400;">. Tahun 2024 jumlah kunjungan kapal sebanyak 1570 unit, dengan 964 kapal </span><em><span style="font-weight: 400;">tanker</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan 606 kapal </span><em><span style="font-weight: 400;">cargo</span></em><span style="font-weight: 400;">. Pada Tahun 2025 jumlah kunjungan kapal sebanyak 1603 unit, dengan 971 kapal </span><em><span style="font-weight: 400;">tanker</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan 632 kapal </span><em><span style="font-weight: 400;">cargo.</span></em><span style="font-weight: 400;"> Pada tahun 2026 jumlah kunjungan kapal sebanyak 1620 unit, dengan 979 kapal </span><em><span style="font-weight: 400;">tanker</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan 641 kapal </span><em><span style="font-weight: 400;">cargo</span></em><span style="font-weight: 400;">. Kemudian, optimalisasi dilakukan dengan perhitungan terhadap kolam pelabuhan dan dihasilkan luasan kolam pelabuhan pada Tahun 2022 adalah 79,69 Ha, Tahun 2023 adalah 79,69 Ha, Tahun 2024 sebesar 125,16 Ha, Tahun 2025 sebesar 125,16 Ha, dan Tahun 2026 sebesar 170,63 Ha.</span></p> Nadya Anjani Larasati Suwandi Saputro Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 292 300 10.25105/psia.v4i1.16390 IDENTIFIKASI MITIGASI RISIKO PADA PEMBANGUNAN JEMBATAN WISATA CINUMPANG KAB. SUKABUMI MENGGUNAKAN METODE RISK ASSESSMENT https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16392 <p><span style="font-weight: 400;">Jembatan merupakan konstruksi yang menghubungkan dua jalan yang lebih rendah, biasanya melintasi badan air atau jalan raya. Namun pelaksanaan konstruksi adalah salah satu kegiatan yang mempunyai risiko besar, termasuk pelaksanaan pekerjaan jembatan. Risiko dapat berdampak pada produktivitas, kinerja, kualitas, dan keterbatasan proyek. Risiko pelaksanaan yang terkait dengan proyek pembangunan jembatan, sebagai salah satu operasi konstruksi, cukup beragam. Bahaya pelaksanaan pembangunan juga terkait erat dengan proyek Jembatan Cinumpang. Oleh karena itu, penelitian ini diperlukan untuk memahami risiko yang sudah ada dan mengembangkan strategi mitigasi risiko untuk implementasi proyek. Penilaian risiko adalah teknik yang digunakan dalam meminimalkan risiko. Peneliti menunjukkan bahwa terdapat 15 peristiwa risiko, dan 5 prioritas peristiwa risiko, dan 5 usulan kegiatan strategi mitigasi peristiwa risiko untuk mengatasi dampak dan kemungkinan peristiwa risiko yang terjadi.</span></p> <p>&nbsp;</p> Awal Aji Kusumah Bambang E. Yuwono Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 301 311 10.25105/psia.v4i1.16392 PENGARUH SERTIFIKASI KEAHLIAN TERHADAP KEBERHASILAN PROYEK KONSTRUKSI PADA MANAJEMEN KONSTRUKSI https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/16393 <p><span style="font-weight: 400;">Proyek konstruksi di Indonesia memiliki peranan penting dalam pembangunan konstruksi di Indonesia, maka dari itu sangat diharapkan keberhasilannya. Karena pada masa ini pembangunan di Indonesia sedang memiliki kenaikan yang&nbsp; sangat pesat maka dari itu diharapkan bagi pada pelaku usaha jasa konstruksi memiliki standar pekerja yang mempunyai kompetensi dan skill yang terampil. Untuk dapat mencapai keberhasilan proyek maka perlu adanya peningkatan skill dan kompetensi, dan juga rasa tanggung jawab terhadap proyek yang dijalani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor dominan yang mempengaruhi keberhasilan proyek konstruksi dengan tenaga ahli yang sudah memiliki SKA (Sertifikat Keahlian). Metode penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif dan di olah menggunakan </span><em><span style="font-weight: 400;">SPSS (Statistical Package for Social Science). </span></em><span style="font-weight: 400;">Dari hasil analisis data menggunakan uji </span><em><span style="font-weight: 400;">Index Mean, </span></em><span style="font-weight: 400;">diperoleh lima faktor paling dominan yang mempengaruhi keberhasilan proyek konstruksi yaitu Kedisiplinan Tenaga Kerja, Keahlian Tenaga Kerja, Pekerja Memperhatikan Keselamatan dalam Bekerja, Keterampulan Tenaga Kerja, Pengawasan Proyek Secara Berkala. </span></p> Amris Setyo Hastomo Darmawan Pontan Copyright (c) 2023 Prosiding Seminar Intelektual Muda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2023-02-17 2023-02-17 4 1 312 318 10.25105/psia.v4i1.16393