Prosiding Seminar Intelektual Muda https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim <p><img src="https://www.trijurnal.lemlit.trisakti.ac.id/public/journals/54/journalThumbnail_en_US.png" alt="Journal Homepage Image" width="261" height="362" /></p> en-US nantidiganti@yahoo.com (admin) nantidiganti@yahoo.com (Hadi Permana) Mon, 22 Aug 2022 09:17:55 +0100 OJS 3.3.0.10 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Cover SIM#7 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14640 <p>Cover tampak depan dan belakang</p> Cover SIM#7 Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14640 Wed, 23 Feb 2022 00:00:00 +0000 KATA PENGANTAR https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14659 <p>Kata pengantar</p> Kata Pengantar Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14659 Wed, 23 Feb 2022 00:00:00 +0000 LEMBAR EDITORIAL https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14658 <p>Lembar editorial</p> Lembar Editorial Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14658 Wed, 23 Feb 2022 00:00:00 +0000 SUSUNAN PANITIA https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14657 <p>Susunan panitia</p> SUSUNAN PANITIA Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14657 Wed, 23 Feb 2022 00:00:00 +0000 DAFTAR ISI https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14656 <p>Daftar isi</p> Daftar Isi Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14656 Wed, 23 Feb 2022 00:00:00 +0000 ANALISIS KEBUTUHAN PARKIR DI RUMAH SAKIT HERMINA DAAN MOGOT https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14561 <p>Rumah Sakit Hermina Daan Mogot berperan penting karena menciptakan <br>kesehatan yang tinggi dan baik buat kesehatan masyarakat disekitarnya. Dari hasil <br>penilitian ini didapat akumulasi parkir tertinggi terjadi pada waktu sibuk yaitu jam <br>11.00 – 12.00 WIB dan 17.00 – 19.00 WIB dengan kelebihan kapasitas parkir sebesar <br>123 kendaraan, sehingga menyebabkan sirkulasi kendaraan terhambat. Dengan nilai <br>tingkat pergantian parkir sebesar 4,14 kali/jam dan indeks parker senilai 92%, <br>menyebabkan arus lalu lintas kendaraan di area parkir menjadi macet dan terhambat <br>karena kapasitas kendaraan hampir mencapai maksimum. Dengan kondisi area <br>parkir sudah mencapai titik maksimum, pihak rumah sakit sebaiknya memperluas <br>area parkir untuk mengatasi volume parkir yang sudah melebihi dari kapasitas parkir <br>yang ada.</p> Muhammad Ilham Akbar, Budi Hartanto Susilo Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14561 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 ANALISIS PERKUATAN LENTUR BALOK DENGAN MENGGUNAKAN CARBON FIBER REINFORCED POLYMER BERDASARKAN HASIL DESTRUCTIVE TEST PADA GEDUNG ASRAMA https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14566 <p>Balok merupakan elemen struktur yang sangat penting pada suatu bangunan karena jika terjadi kerusakan pada balok dapat berpengaruh pada struktur bangunan lainnya. Salah satu kerusakan yang harus diperhatikan adalah kerusakan lentur yang dapat terjadi akibat adanya momen lentur. Maka dari itu, untuk menghindari kerusakan lentur diperlukan perkuatan pada balok dengan menggunakan Fiber Reinforced Polymer (FRP) dengan bahan carbon atau CFRP. Material Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) dipilih sebagai metode perkuatan karena terbuat dari bahan yang ringan dan memiliki kekuatan yang baik terutama dalam meningkatkan kapasitas momen lentur. Penilitian ini menggunakan dua balok yang memiliki fc’ berbeda berdasarkan hasil destructive test, yaitu 19,25 MPa dan 13,8 MPa.</p> Asyraf Ramadhan, Pratama Haditua Reyner Siregar Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14566 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 ANALISIS KEBISINGAN PADA LINGKUNGAN RUMAH SAKIT HERMINA JATINEGARA https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14567 <p>Level Sound Meter (LSM) merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur kebisingan disuatu titik. Rumah Sakit Hermina Terletak di pusat ibukota terletak di Jalan Jatinegara Barat.Tujuan Penilitian ini adalah seberapa efektif kebisingan di rumah Sakit Hermina Jatinegara.Pada penilitian ini dilaksanakan pada hari kerja (Kamis), hari libur (Minggu),dan hari kerja (Senin). Hasil penilitian ini menunjukakan bahwa Pada saat peninjauan dan pengukuran hasil kebisingan di Rumah Sakit Jatinegara Masih ditenukan beberapa waktu dengan tingkat kebisingan yang tinggi di dalam Ruangan Rumah Sakit Hermina Jatinegara. Didapatkan Kebisingan Di Rumah Sakit Hermina Jatinegara yaitu sebesar 87,33 db(A) pada hari Kerja (Kamis), 85,16 db(A) pada hari libur (minggu), dan 84,08 db(A) pada hari Kerja (Senin). Kebisingan ini melebihi batas yang ditentukan oleh KEP-48/MENLH/11/1996 dan Noise Level Criteria Oleh U.S E.P.A (55 dbA). Sumber bising terbesar adalah Kendaraan bermotor berjenis sepeda motor dengan kubikasi 150 CC. Penyesuaian kebisingan perlu dilakukakan dengan solusi pembuatan Bangunan penahan kebisingan lengkap dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan Pedoman Mitigasi dampak kebisingan oleh Kementrian PUPR.</p> Rezki Fadillah Ahmad, Budi Hartanto Susilo Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14567 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 EVALUASI KINERJA STRUKTUR BETON BERTULANG LIMA LANTAI DENGAN PROSEDUR ANALISIS STATIK NON-LINIER https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14568 <p>Prosedur analisis statik non-linier atau pushover analysis merupakan sebuah metode analisis non-linier untuk mengevaluasi kinerja bangunan tahan gempa, di mana metode tersebut mampu mengidentifikasi level kinerja dan respon bangunan pada saat melewati kapasitas elastisnya akibat menghadapi besaran gempa bumi. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis statik non-linier untuk mengevaluasi kinerja struktur beton bertulang lima lantai dengan fungsi perkantoran dalam menghadapi gempa bumi, dengan tujuan untuk mengetahui level kinerja yang dimiliki oleh struktur bangunan tersebut dan mengetahui respon dari struktur bangunan pada saat mencapai titik kinerja. Dari analisis yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa pada saat mencapai titik kinerja, struktur telah memenuhi persyaratan keamanan pada kondisi ultimate, di mana tidak terjadi keruntuhan lokal pada struktur saat mencapai titik kinerja dengan level kinerja yang dimiliki oleh struktur adalah Immediate Occupancy (IO). Dari respon struktur yang diperoleh pada saat mencapai titik kinerja, terjadi pembentukan sendi plastis yang dimulai dari balok hingga kolom dari lantai 1 sampai dengan lantai atap, serta diketahui bahwa pada saat mencapai titik kinerja, perilaku portal struktur arah Y bersifat lebih daktail dibandingkan arah X, dapat diketahui dari nilai daktilitas portal struktur arah Y, μStrength-y = 4,496687 lebih besar dari nilai daktilitas struktur arah X, μStrength-x = 4,290352.</p> Nicolas Kanisius Sianturi, Fahmy Hermawan Hermawan, Luna Nurdianti Ngeljaratan Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14568 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 EVALUASI KAPASITAS DRAINASE EKSISTING PADA KOMPLEK PU BINA MARGA KEBAYORAN LAMA https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14570 <p>Drainase merupakan suatu pengaliran, pengurasan, pembuangan, atau pengalihan air. Seiring dengan berkembangnya zaman, Semakin banyak berkurangnya daerah terbuka di kawasan perkotaan yang bisa digunakan sebagai area resapan air dan ditambah dengan penurunan kondisi dari saluran drainase baik dari kapasitas, pengelolaan hingga sistem operasinya telah menimbulkan berbagai masalah pada sektor drainase. Kawasan Komplek Bina Marga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang merupakan daerah hulu dari saluran Penghubung (PHB) Bungur merupakan kawasan yang langganan banjir di setiap musim penghujan. Hal ini dikarenakan kawasan merupakan daerah cekungan, dan beban yang cukup berat diterima oleh saluran PHB Bungur, mengakibatkan timbulnya antrian air yang dimana dapat menggangu masyarakat sekitar. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi saluran drainase yang berada di Komplek PU Bina Marga Kebayoran Lama. Perolehan data di dalam penelitian ini memakai data sekunder maupun primer yang berisikan informasi yang dibutuhkan pada penelitian. Dalam penulisan laporan ini digunakan data curah hujan dari tahun 2007 hingga tahun 2016. Data curah hujan kemudian dilakukan pengujian menurut distribusi normal, log normal, log pearson III, dan gumbel. Setelah itu dilakukan uji kecocokan menurut uji Chi-kuadrat dan Smirnov-Kolmogorov untuk penentuan distribusi yang akan digunakan untuk perhitungan dimensi saluran. Untuk menganalisis kemampuan drainase digunakan program SWMM 5.1. Hasil dari simulasi program SWMM 5.1. menunjukkan terdapat 44 saluran yang perlu diperbaiki. Dimensi untuk perbaikan kedalaman sebesar 0,3 – 0,7 m.</p> Raja Osvidius Vincent Saragi Sidabutar, Wahyu Sejati Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14570 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 STUDI KAPASITAS SALURAN DRAINASE EKSISTING DI KAWASAN KAMPUS A UNIVERSITAS TRISAKTI https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14571 <p>Suatu sistem saluran drainase merupakan salah satu komponen penting pada suatu Kawasan karena dengan adanya saluran drainase dapat mengontrol debit air yang ada di Kawasan tersebut. Saluran drainase eksisting yang terdapat pada kampus A Universitas Trisakti Jakarta yang memiliki luas sebesar 62.544 m2 ini mengalami bencana banjir pada tahun 2020 dan belum diketahui penyebab dari banjirnya Kawasan tersebut. Pada penelitian ini akan meneliti penyebab dari banjir yang terjadi di Kawasan ini, sehingga dapat diberikan solusi untuk mencegah ataupun mengurangi adanya bencana banjir/genangan air. Dalam penelitian ini akan menghitung 2 analisis yaitu analisis hidrologi dan analisis hidraulika yang dimana analisis hidrologi menghitung tentang curah hujan dan debit banjir rencana. Jika analisis hidraulika menghitung dimensi saluran yang terdapat pada kampus tersebut. Setelah dilakukan perhitungan dengan menghitung data curah hujan, menghitung debit banjir rencana, menghitung dimensi saluran serta dimensi eksisting didapatkan curah hujan rencana periode ulang selama 2 tahun sebesar 152,626 mm dan periode ulang 5 tahun sebesar 235,175 mm. Didapatkan bahwa beberapa dimensi saluran drainase eksisting di Kawasan ini tidak dapat menampung debit banjir yang ada, maka terjadi banjir sehingga diberikan solusi yaitu dengan menambahkan sumur resapan dan juga dapat menambah dimensi saluran sesuai dengan perhitungan yang telah dilakukan yaitu terdapat 7 saluran yang akan diperbesar dimensi salurannya. Dalam penelitian ini juga menggunakan pemograman Hec-ras 5.0.7 yang digunakan untuk mengetahui tinggi muka air pada setiap saluran drainase yang sedang ditinjau.</p> Aurelia Priscilla Yuniarti, Wahyu Sejati Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14571 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 ANALISIS KUAT TEKAN PADA BETON DENGAN PENAMBAHAN SERAT SERABUT KELAPA DAN BATU APUNG https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14572 <p>Penggunaan material tambah dari bahan alam sebagai campuran dalam pembuatan beton semakin berkembang dan bervariasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Serat serabut kelapa dan Batu Apung (Pumice) sebagai campuran beton untuk mengurangi berat dari beton sehingga menjadi lebih ringan. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Batu apung (pumice) sebagai substitusi parsial dengan penambahan Serat serabut kelapa terhadap karakteristik mekanik beton yakni kuat tekan beton. Dalam penelitian ini digunakan substitusi parsial Batu apung (pumice) yakni sebanyak 20% dari berat agregat kasar dan variasi penambahan Serat serabut kelapa yang digunakan sebesar 0% , 0.5%, 1%, 1.5% dan 2% dari berat semen sebagai campuran dalam beton. Adapun berdasarkan hasil pengujian didapatkan data untuk nilai kuat tekan mengalami penurunan dari 20.97 MPa untuk beton normal tanpa penambahan batu apung dan serat menjadi 15.45 Mpa untuk beton dengan substitusi parsial batu apung, sedangkan dengan adanya penambahan serabut kelapa nilai kuat tekan yang didapatkan sebesar 16.55 MPa, 17.88 MPa, 13.90 MPa dan 14.57 MPa.</p> Liastary Pradina Febrianty, Ade Okvianti Irlan Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14572 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PEMBANGUNAN PROYEK RUMAH SAKIT DI PROVINSI BANTEN PADA MASA PANDEMI COVID-19 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14573 <p>Suatu kegiatan dengan rencana dan jadwal pelaksanaan disebut dengan proyek konstruksi. Pembangunan rumah sakit dipersiapkan dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat di masa pandemi covid-19. Pandemi ini mengakibatkan diberhentikannya pembangunan infrastruktur sehingga proyek mengalami keterlambatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor yang menyebabkan dan faktor yang paling berpengaruh dalam keterlambatan pekerjaan pembangunan proyek rumah sakit di Provinsi Banten. Metode penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada studi kasus pembangunan proyek rumah sakit di Provinsi Banten. Analisis dilakukan dengan metode kuantitatif yang mencakup uji validitas, uji reliabilitas, analisis deskriptif, dan analisis mean rank dengan software SPSS. Hasil analisis penelitian ini diperoleh penyebab keterlambatan yang sangat berpengaruh yaitu variabel X3, X33, X34, X29, dan X30 yang termasuk Excusable Compensable Delays serta variabel X25, X6, X2, X3, dan X31 yang termasukNon-Excusable Delays. Faktor yang paling berpengaruh menyebabkan keterlambatan yaitu tidak sesuainya schedule pelaksanaan dengan yang direncanakan yang termasuk dalam faktor waktu dankontrol.</p> Melani Chandra Puspita, Darmawan Pontan, Susianti Winoto Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14573 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 ANALISIS DESAIN KAPASITAS SISTEM INSTALASI PENYALURAN AIR LIMBAH DOMESTIK AKIBAT PERTUMBUHAN PENDUDUK https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14574 <p>Air limbah domestik sering menjadi permasalahan khususnya di lingkungan sekitar kawasan tempat tinggal baik individual ataupun perumahan, sehingga dibutuhkan perencanaan pengolahan air limbah domestik yang baik dan benar. Adapun salah atu cara mengatasinya yaitu dengan membuat perencanaan Sistem Pengolahan Air Limbah Terpusat (Off-site System). Tujuan dari perencanaan ini adalah mengeluarkan air limbah dari rumah setiap keluarga, menuju ke satu tempat pengolahan air limbah dan diolah secara tepusat, sebelum air limbah dikembalikan ke lingkungan. Permukiman yang sudah menerapkan SPAL-T ini yaitu Permukiman Dahlia, Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Dari hasil analisis diperoleh debit rata – rata sambungan SPAL-T sebesar 300 m3/hari. Debit harian maksimum sebesar 345 m3/hari, sambungan rumah sebanyak 500 SR, jumlah orang per sambungan sebanyak ±5 orang/kk, dengan pemakaian air bersih sebesar 150 l/org/hari dan produksi air limbah sebesar 80% dari air bersih. Sehingga dari hasil yang diperoleh menunujukkan bahwa SPAL-T eksisting saat ini hanya berkapasitas 200 m3 dibutuhkan perencanaan baru untuk dapat menampung debit harian maksimum sebesar 345 m3/hari di 10 tahun yang akan datang.</p> Muhammad Shidiqqi Fadhilla, Teddy. W. Sudinda Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14574 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 IDENTIFIKASI FAKTOR PENGARUH PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG TERHADAP TINGKAT KERUSAKAN GEDUNG KANTOR RUKO DI KOTA JAKARTA https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14578 <p>Setiap bangunan gedung membutuhkan suatu pemeliharaan (maintenance) yang terdiri dari<br>pemeliharaan ringan, pemeliharaan sedang, dan pemeliharaan berat. Pemeliharaan gedung<br>seharusnya memiliki sistem yang jelas dan terencana. Bangunan gedung tidak semua mempunyai<br>sistem pemeliharaan yang terencana dan teratur, tetapi hanya sekedar memperbaiki bagian yang<br>rusak. Dengan kata lain, tidak adanya pemeliharaan rutin dan berkala yang direncanakan dengan<br>baik. Metode penelitian yang digunakan adalah pembagian kuisioner. Metode pengolahan data<br>yang digunakan adalah regresi linier sederhana dengan menggunakan program SPSS (Statistical<br>Package for the Social Sciences). Pada penelitian ini terdapat 50 responden dari 10 gedung kantor<br>ruko di DKI Jakarta. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa variabel pemeliharaan bangunan<br>memiliki pengaruh terhadap variabel tingkat keruskan atau kondisi sebesar 75%, sedangkan 25%<br>dijelaskan variabel yang tidak termasuk di dalam penelitian.</p> Reinhart Novryanto, Darmawan Pontan Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14578 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 IDENTIFIKASI FAKTOR PENGARUH KONDISI PEMELIHARAAN GEDUNG TERHADAP PENGGUNA LINGKUNGAN GEDUNG KAMPUS A UNIVERSITAS TRISAKTI https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14579 <p>Gedung merupakan salah satu insfrastruktur yang sangat mempengaruhi suatu perkembangan zaman, khususnya di ibukota DKI jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuesioner dan observasi. Peneliti menggunakan 50 responden untuk penyebaran data kuesioner. Pengolahan data peneliti menggunakan software SPSS untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dengan melalui input dan output. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan uji validitas, uji reabilitas, uji normalitas, uji linearitas, uji Regresi linear sederhana. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu nilai koefisien R squere 63,6 % dapat dikatakan bahwa variabel pemeliharaan gedung (X) memiliki pengaruh terhadap pengguna lingkungan kampus A Universitas Trisakti.</p> Kristian Bugaleng, Darmawan Pontan Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14579 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 IDENTIFIKASI PENYEBAB RUSAKNYA BANGUNAN GEDUNG SEKOLAH DASAR di KABUPATEN BEKASI SELAMA PANDEMI https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14580 <p>Pendidikan merupakan salah satu hal penting yang dapat mempengaruhi majunya suatu negera. Gedung sekolah merupakan bagian pokok dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Perawatan dan pemeliharaan yang rutin dapat mempertahankan kualitas bangunan gedung sekolah, sehingga dapat digunakan dengan aman dan nyaman. Faktanya, sejauh pencatatan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, jumlah ruangan kelas yang rusak setara tiga kali lipat jumlah ruangan kelas yang layak pakai. Terdapat 12 sekolah dasar yang diobservasi, mulai dari 1%-8% tingkat kerusakan yang dialami. faktor utama penyebab kerusakan bangunan adalah faktor kualitas bahan yang kurang baik. Dapat dilihat dari 12 sekolah yang ditinjau rata – rata umur bangunan adalah 20 tahun lebih. Disamping umur bangunan juga terdapat faktor manusia, seperti pelaksanaan pekerjaan yang kurang rapi. Dan juga faktor alam, seperti panas matahari dan hujan, serta dari hewan –hewan seperti hama tikus dan juga kucing.</p> Alfianto Wardhana , Darmawan Pontan Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14580 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI BERDASARKAN DATA SPT DAN CPT (Studi Kasus : Binjeita, Sulawesi Utara) https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14581 <p>Gempa bumi rawan terjadi di Indonesia dikarenakan letak Indonesia yang dilalui oleh 3 lempeng tektonik. Salah satu peristiwa yang disebabkan gempa yaitu likuifaksi, likuifaksi merupakan hilangnya kekuatan lapisan tanah akibat getaran. Dalam kesempatan ini yang menjadi lokasi penelitian yaitu Binjeita yang berada di Sulawesi Utara. Pada penelitian ini dalam menganalisis potensi likuifaksi berdasarkan data Standard Penetration Test (SPT) dan Cone Penetration Test (CPT). Diperlukan nilai acuan untuk mengetahui apakah berpotensi likuifaksi atau tidak, yaitu dengan nilai faktor keamanan (FS). Nilai FS didapatkan dari perbandingan nilai Cyclic Resistance Rasio (CRR) dengan nilai Cyclic Stress Ratio (CSR). Jika nilai FS yang didapatkan melebihi dari 1 maka tidak berpotensi terjadi likuifaksi, begitu juga sebaliknya. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa secara keseluruhan dari titik yang diuji memiliki nilai FS kurang dari 1 sehingga dapat disimpulkan bahwa kawasan ini berpotensi terjadi likuifaksi. Selain itu didapatkan juga bahwa yang memperngaruhi nilai faktor keamanan ada 3 yaitu letak muka ait tanah, percepatan gempa (amax), dan nilai magnitude gempa (Mw).</p> Muchammad Fikri Alfaqikh, Ruwaida Zayadi Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14581 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 ANALISIS TEBAL LAPIS PERKERASAN KAKU PADA JALAN TOL SERANG – PANIMBANG, BANTEN https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14584 <p>Jalan Tol Serang-Panimbang merupakan jalan tol yang menghubungkan Serang dengan Tanjung Lesung, Banten yang memiliki panjang 83,677 km dan menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional. Jalan tol Serang- Panimbang diharapkan mampu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Banten karena dapat mempermudah mobilitas masyarakat dengan keberadaan jalan tol yang dapat membangun hubungan antar wilayah, mempersingkat waktu tempuh, dan meminimalisir tingkat kemacetan dalam kegiatan perekonomian maupun kegiatan lain. Dalam hal pembangunan jalan tol Serang-Panimbang diperlukan struktur perkerasan kaku (<em>rigid pavement</em>) sebagai antisipasi atas beban lalu lintas yang bekerja. Dengan perencanaan perkerasan kaku pada Jalan tol Serang-Panimbang diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kerusakan pada jalan tol sebelum jangka waktu penggunaan yang direncanakan. Metode yang digunakan pada penelitian ini mengacu pada Metode Analisis Komponen Bina Marga tahun 2003 dan Metode AASHTO 1993, dengan data yang dibutuhkan diperoleh dari instansi terkait. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, yaitu: (1) Berdasarkan analisis perhitungan tebal perkerasan kaku dengan menggunakan metode Analisis Komponen Bina Marga tahun 2003 didapatkan tebal pelat beton yang diperlukan sebesar 240 mm atau sama dengan 24 cm. (2) Berdasarkan analisis perhitungan tebal perkerasan kaku dengan menggunakan metode AASHTO 1993 diperoleh tebal pelat beton yang diperlukan sebesar 317,5 mm atau setara dengan 32 cm. Pada masing-masing metode diperlukan lapis fondasi bawah sebesar 100 mm atau 10 cm. Perhitungan dengan menggunakan metode Analisis Komponen Bina Marga tahun 2003 menghasilkan tebal pelat beton yang lebih efisien.</p> <p>&nbsp;</p> Paula J. Dediana Sihombing, Budi Hartanto Susilo Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14584 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 EVALUASI TEBAL PERKERASAN LANDAS PACU PADA BANDAR UDARA INTERNASIONAL AHMAD YANI SEMARANG https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14585 <p>Bandar Udara Internasional Ahmad Yani berlokasi di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah yang memiliki landas pacu jenis tunggal sepanjang 2.680 m dan lebar 45 m dengan nilai PCN yaitu 56/F/D/X/T. Suatu landas pacu harus mampu menunjang aktivitas dari beban pesawat udara yang akan selalu mengalami peningkatan jumlah penumpang yang berdampak pada peningkatan pergerakan pesawat udara. Semakin meningkatnya pergerakan pesawat udara maka perlu dilakukan evaluasi kembali terhadap perkerasan landas pacu. Tujuan dilakukan evaluasi ini adalah untuk membuktikan bandar udara dapat menunjang beban pesawat udara kritis yang beroperasi dan melakukan kajian penggantian perkerasan kaku agar lebih optimal untuk meminimalisir perawatan rutin pada landas pacu. Jumlah keberangkatan pesawat udara tahun 2018 – 2020 sebesar 43.416 dan beban maksimum pesawat udara kritis tipe Boeing 739 sebesar 187.680 lbs atau 85.130 kg. Hasil dari evaluasi metode ACN/PCN secara grafis perlu meningkatkan tebal perkerasan sampai 150 cm dengan nilai PCN yaitu 80/F/D/X/T, namun hasil metode ACN/PCN secara analitis lebih efektif dan ekonomi karena hanya perlu meningkatkan tebal perkerasan sampai 132,8 cm dengan nilai PCN yaitu 63/F/D/X/T. Beban izin lepas landas adalah sebesar 88.333 kg-f, maka pesawat udara tipe Boeing 739 diperbolehkan beroperasi. Hasil kajian penggantian perkerasan kaku diperlukan secepatnya dengan syarat perbaikan tanah dengan menambahkan lapisan subgrade menjadi CBR 6% dan perkuatan tanah dengan menambahkan dolken dibawah lapisan subgrade CBR 3%.</p> Indira Aulia Nariswari Nariswari, Luky Surachman Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14585 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 ANALISIS PERENCANAAN ALUR PELAYARAN DAN KOLAM PELABUHAN PADA PELABUHAN PATIMBAN https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14586 <p>Pelabuhan Patimban merupakan pelabuhan yang berokasi di desa Patimban, kota Subang, provinsi Jawa Barat. Pelabuhan Patimban direncanakan akan menjadi pelabuhan laut terbesar di sisi timur Jakarta, dan akan menjadi pesaing Pelabuhan Tanjung Priok dengan fasilitas yang lebih memadai, dan diharapkan mampu untuk memaksimalkan perekonomian daerah. Untuk menunjang hal tersebut, maka diperlukan perencanaan alur pelayaran dan kolam pelabuhan untuk menangani lalu lintas kapal secara optimal pada Pelabuhan Patimban yang sesuai dengan rencana kapal yang akan berlabuh yaitu kapal Peti Kemas kapasitas 165.000 DWT dan Kapal RORO kapasitas 10.000 DWT. Dalam merencanakan alur pelayaran dan kolam pelabuhan diperlukan data karakteristik dan dimensi kapal, serta kedalaman air. Metode yang digunakan dalam perencanaan adalah dengan mengumpulkan data sekunder, kemudian data tersebut dihitung dan dianalisis untuk menentukan alur pelayaran dan kolam pelabuhan. Data yang diperoleh dihitung dengan bantuan aplikasi Microsoft Excel dengan menggunakan rumus yang telah dipelari dalam tinjauan pustaka. Data yang dihitung dan dianalisis akan menjadi hasil yang dapat digunakan sesuai keperluan dalam penelitian. Hasil yang diperoleh dalam perencanaan yaitu diperlukan alur ideal H sebesar 24,82 m, alur satu jalur sebesar 283,2 m, dan alur dua jalur sebesar 71,8 m. Sedangkan untuk luas kolam pendaratan, kolam perbekalan, kolam tambat sebesar 62.109,89 m2, luas minimal untuk perairan manuver sebesar 1.592 m2, luas kolam putar sebesar 497.640,84 m2, dan luas kolam pelabuhan sebesar 56,13 ha.</p> Dea Armarchyliya Syalasi , Suwandi Saputro Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14586 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 EVALUASI AZIMUTH LANDAS PACU BANDAR UDARA INTERNASIONAL RADIN INTEN II LAMPUNG DENGAN METODE WIND ROSE https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14587 <p>Bandar Udara Internasional Radin Inten II, terletak di Jl. Lintas Sumatra No.758, Hadayung, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Kabupaten Lampung Selatan merupakan daerah tropis yang memiliki kelembaban dan suhu udara yang tinggi yang mengakibatkan rendahnya tekanan udara pada daerah ini. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi azimuth landas pacu Bandar Udara Internasional Radin Inten II pada tahun 2021 dengan menggunakan data angin tahun 2019 dan 2020 yang diperoleh dari NOAA. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya cross wind yang terjadi di landas pacu bandar udara agar operasi penerbangan dapat terlaksana dengan aman. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode wind rose. Penelitian dilakukan dengan menganalisis angin pada dua tahun terakhir dalam periode waktu empat kali dalam sehari atau setiap enam jam sekali. Setelah data angin diolah dalam bentuk excel dan sudah didapatkan besar angin dalam besaran knots dan arah angin dalam besaran derajat, kemudian diolah menggunakan aplikasi WRPLOT untuk menghasilkan gambar wind rose, sehingga gambar wind rose tersebut memperoleh sudut atau azimuth landas pacu Bandar Udara Internasional Radin Inten II dan dibandingkan dengan data azimuth landas pacu Bandar Udara Internasional Radin Inten II pada saat ini. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa landas pacu saat ini tetap dapat beroperasi karena tidak terjadi perubahan arah angin dominan yang drastis yaitu deviasi sebesar 5.0° dari arah angin dominan dengan cross wind sebesar 4.08 knots sampai 7.00 knots pada tahun 2019 dan 2020.</p> I Gusti Putu Yuggo Arta Pratama, Luky Surachman Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14587 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 DAMPAK PERUBAHAN SNI 1726 DAN SNI 2847 PADA PERENCANAAN GEDUNG STUDI KASUS 4 LANTAI https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14589 <p>Dengan adanya pembaruan SNI 1726:2019 menggantikan SNI 1726:2012 dan SNI 2847:2019 menggantikan SNI 2847:2013, maka perencanaan struktur bangunan beton bertulang mengalami beberapa perubahan. Jurnal ini akan menjabarkan dampak dari perubahan SNI 1726 dan SNI 2847 terhadap proses perencanaan desain penulangan struktur gedung studi kasus beton bertulang di Jakarta dengan sistem rangka pemikul momen khusus yang difungsikan sebagai kantor. Dari hasil penelitian, dengan adanya perubahan pada SNI 1726, untuk bangunan yang berlokasi di Jakarta dengan kelas situs SE, terjadi peningkatan gaya geser sekitar 27%. Hal ini menyebabkan adanya perubahan perilaku yang terjadi pada bangunan.</p> Sherrica Augustin Sucipto, Suradjin Sutjipto Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14589 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 ANALISIS PENGARUH KONFIGURASI SHEAR WALL TERHADAP PERIODE GETAR DAN SIMPANGAN LATERAL PADA BANGUNAN BETON BERTULANG TUJUH LANTAI https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14591 <p>Dinding geser merupakan dinding beton yang dipasang secara vertikal pada bagian sisi gedung untuk menambah kekakuan pada struktur bangunan sehingga dapat menahan beban yang disebabkan oleh gempa. Dalam penelitian ini, dilakukan permodelan struktur bangunan beton bertulang tujuh lantai pada tanah sedang, menggunakan analisis statik ekivalen. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan pengaruh sistem struktur tanpa dinding geser dan dengan dinding geser tanpa boundary element dengan variasi dua konfigurasi dinding geser tipe I dan L yang diletakkan pada posisi yang sama. Parameter yang dibandingkan adalah periode getar dan simpangan antar lantai. Parameter tersebut mengacu pada peraturan SNI 1726:2019. Berdasarkan hasil perhitungan, telah disimpulkan bahwa terjadi pengurangan periode getar antara sistem struktur rangka pemikul momen khusus dan shear wall tipe I arah X sebesar 36,596% dan arah Y sebesar 39,634%. Sedangkan untuk shear wall tipe L arah X sebesar 52,447% dan arah Y sebesar 52,066%. Pada total simpangan antar tingkat pada shear wall tipe I terjadi pengurangan simpangan untuk arah X sebesar 15,954% dan arah sumbu Y sebesar 24,45%. Sedangkan untuk shear wall tipe L arah X terjadi pengurangan sebesar 52,198% dan arah Y sebesar 51,376%. Berdasarkan perbandingan kedua parameter tersebut, dapat disimpulkan bahwa konfigurasi shear wall tipe L lebih baik dalam menahan gaya lateral yang terjadi.</p> Bernadete Novena Wijaya, Pratama Haditua Siregar Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14591 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 HARMONISASI KONSEP ECO-CULTURE PADA PROSES PERANCANGAN BANGUNAN https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14592 <p>Dewasa ini, permasalahan lingkungan semakin memuncak. Sebagai seorang desainer atau arsitek, kita memiliki kontribusi dalam beberapa permasalahan lingkungan yang terjadi. Dari pola pikir inilah muncul konsep Arsitektur Berkelanjutan, dengan tujuan meminimalisir dampak yang kita lakukan pada alam, dan juga agar bangunan dapat bermanfaat dalam jangka panjang. Eco-Culture merupakan salah satu dari banyak pendekatan dalam konsep Arsitektur Berkelanjutan. Dimana konsep utamanya adalah pembangungan yang mempertimbangkan kondisi alam sekitar dengan konteks budaya lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan design guideline untuk tata bangunan di Indonesia yang menggunakan Eco-Culture sebagai konsep utamanya. Mengingat pada saat ini banyak orang yang mengesampingkan budaya asli Indonesia, konsep Eco-Culture ini dianggap cocok untuk mengatasi dua permasalahan tersebut. Dengan menggunakan metode deskripsi komparatif, yaitu membandingkan beragam literatur dan preseden terkait, maka pada akhirnya akan terlihat pola penerapan konsep Eco-Culture pada bangunan terbangun. Yang selanjutnya dapat dirumuskan design guideline untuk bangunan di Indonesia yang akan menggunakan konsep Eco-Culture. Kesamaan yang ditemukan dalam aplikasi konsep Eco-Culture adalah kontekstual, vernakular, dan green. Dalam perancangan bangunan, hal yang perlu diperhatikan ialah ketinggian bangunan, kepejalan bangunan, koefisiensi dasar bangunan, garis dasar bangunan, langgam, struktur, material, tekstur, dan warna.</p> Vania Puspita Quinnelita, Dedes Nur Gandarum, Dwi Rosnarti Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14592 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 PENGARUH KARAKTERISTIK BUKAAN DAN ORIENTASI BANGUNAN TERHADAP KENYAMANAN TERMAL PADA RUANG KELAS SMPN 3 CARITA https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14593 <p>Pembahasan pada penelitian ini adalah kenyamanan termal ruang kelas yang di pengaruhi oleh karakteristik bukaan pada bangunan. Tujuan pada penelitian ini adalah sebagai Sebagai sumber informasi mengenai pentingnya merancang bangunan tanpa menggunakan system penghawaan buatan. Lokasi penelitian ini adalah SMPN 3 Carita yang terletak di Jl. Raya Carita Km. 2,5 Ds. Banjarmasin , Banjarmasin, Kec. Carita, Kab. Pandeglang Prov. Banten. Pada penelitian ini di lakukan pengukuran temperatur, kecepatan angin, serta kelembaban udara pada ruangan. untuk mengetahui nilai PMV. Serta bentuk, ketinggian dan ukuran bukaan yang ada pada tiap ruang kelas. Hasil penelitian ini adalah orientasi bukaan merupakan faktor karakteristik bukaan yang paling berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan termal.</p> Lulu Dhiyathalla, Dedes Nur Gandarum, Khotijah Lahji Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14593 Wed, 23 Feb 2022 00:00:00 +0000 KONSEP ARSITEKTUR BERKELANJUTAN PADA GEDUNG MENARA LEMHANNAS RI DI JAKARTA PUSAT https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14595 <p>Keadaan saat ini, prasyarat dan kemajuan dalam konfigurasi arsitektur bangunan mengarah pada konsep arsitektur berkelanjutan yang dibutuhkan dan menghasilkan dampak positif yang besar pada lingkungan. Penggunaan konsep arsitektur berkelanjutan itu sendiri harus mengikuti prinsip-prinsip dalam standar arsitektur, namun kondisi lingkungan alam tetap diutamakan dalam melakukan suatu perubahan yang baru. Topik ini dipilih untuk mengetahui bagaimana cara konsep arsitektur berkelanjutan dapat diterapkan pada sebuah bangunan, salah satunya seperti efisiensi penggunaan energi. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pemahaman mengenai aspek-aspek penting didalam konsep arsitektur berkelanjutan serta bagaimana cara penerapannya pada bangunan. Sebagai objek penelitian, dipilih perancangan bangunan baru Menara Lemhannas RI yang berlokasi di Kawasan Lemhannas RI, Jakarta Pusat. Penerapan konsep arsitektur berkelanjutan dicermati pada berbagai aspek yang terkait dengan perancangan bangunan, serta dampak aspek tersebut terhadap lingkungan dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan konsep arsitektur pada bangunan Menara Lemhannas RI merupakan suatu pendekatan ekologi yang diterapkan dengan maksimal. Kajian olahan ini dilakukan berharap menjadi suatu pengetahuan dan referensi nantinya mengenai pemanfaatan dari hasil rancangan bangunan yang menerapkan konsep arsitektur berkelanjutan.</p> Indie Dwi Harda, Etty R. Kridarso Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14595 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 PENERAPAN KONSEP METAFORA INTANGIBLE PADA BANGUNAN MASJID AGUNG JAWA TENGAH DI KABUPATEN MAGELANG https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14596 <p>Metafora pada umumnya digunakan untuk menjelaskan sesuatu melalui perumpamaan dan perbandingan, Metafora Intangible berasal dari konsep ide dan nilai-nilai seperti naturalisme, individualisme, komunikasi, tradisi dan budaya. Penerapan konsep metafora pada perancangan Masjid Agung Jawa Tengah dengan mempresentasikan budaya dilingkungan tersebut dan menjadi identitas untuk kabupaten Magelang. Metode penulisan publikasi ilmiah ini menggunakan metode deskriptif yaitu menggunakan landasan teori yang terikat baik secara arsitektural dan non-arsitektural, mulai dari pengumpulan data, sampai pengolahan data secara faktual. Perencanaan dan perancangan Masjid Agung Jawa Tengah diharapkan menjadi tempat yang bermanfaat untuk pusat kegiatan Islami di Kabupaten Magelang.</p> Kinanthi Prasetyaning, Hardi Utomo, Moh. Ali Topan Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14596 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 REVIEW ANALISA PENGARUH LIMBAH TERAK NIKEL TERHADAP NILAI CALIFORNIA BEARING RATIO PADA TANAH EKSPANSIF https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14597 <p>Perkembangan industri di Indonesia dapat memberikan dampak positif dalam aspek ekonomi, sosial, budaya dan kehidupan masyarakat dengan menciptakan lapangan kerja yang luas dan baru untuk masyarakat. Hal ini sejalan dengan jumlah limbah industri yang dihasilkan oleh kegiatan industri yang dilakukan. Dalam mengolah limbah industri dibutuhkan tindakan khusus, banyak limbah industri yang didaur ulang dan digunakan kembali sebagai material konstruksi tidak terkecuali dengan limbah terak nikel. Limbah terak nikel dapat dimanfaatkan sebagai material utama dalam stabilisasi tanah pada lapisan tanah dasar (subgrade) perkerasan jalan. Limbah terak nikel mengandung SiO2, CaO, Al2O3 dan Fe2O3 yang dapat berfungsi sebagai bahan pengikat. Pada penelitian ini dilakukan campuran tanah ekspansif dan terak nikel, tanah ekspansif mengalami perubahan volume pada saat kadar air yang dimilikinya berkurang atau bertambah. Hal ini dapat menimbulkan permasalahan pada konstruksi jalan. Penambahan terak nikel pada tanah eskpansif dapat meningkatkan nilai CBR dan kepadatan kering maksimum dari tanah aslinya dengan memperhatikan rasio campuran yang tepat sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal.</p> Vinia Naila Levina, Lisa Oksri Nelfia, Muhammad Zaki Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14597 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 KOMPARASI ELEMEN STRUKTUR BENTANG LEBAR ANTARA PASAR MODERN BSD DAN PASAR MODERN INTERMODA https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14599 <p>Struktur bentang lebar cukup banyak digunakan pada bangunan yang memerlukan tempat luas dan sedikit ruang pembatas. Sehingga penggunaan ruangan di dalam bangunan bisa maksimal dan tidak ada ruang sisa. Bangunan pada pasar modern khususnya pasar modern Intermoda BSD dan pasar modern BSD menggunakan sistem struktur bentang lebar yang bisa membuat space antar ruang di dalam bangunan menjadi lebih luas. Hal ini dikarenakan sedikitnya kolom yang ada pada bangunan pasar modern ini. Pada pasar modern Intermoda BSD menggunakan sistem struktur space frame dan memiliki bentang yang cukup lebar sedangkan untuk pasar modern BSD menggunakan sistem struktur rangka batang sehingga lebar bangunan tidak terlalu lebar.<br>Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisa deskriptif. Sehingga data dan hasil berupa deskripsi dan tabel dari hasil komparasi kedua bangunan ini. Aspek elemen bentang lebar yang dikomperasikan yaitu sistem apa yang digunakan, komponen bentang lebar serta material apa saja yang digunakan dalam struktur bentang lebar ini.<br>Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil komparasi yang terbaik dari system struktur bentang lebar antara kedua bangunan pasar modern ini dan pengaplikasiannya pada desain bangunan pasar modern di lokasi yang lain.Hasil dari penelitian komparasi ini menunjukan bahwa sistem struktur space frame lebih diunggulkan dibandingkan dengan sistem struktur rangka batang berdasarkan beberapa elemen yang dikomparasikan. Hal ini dikarenakan material yang lebih mudah dipasang serta sudah cetakan pabrik, biaya lebih murah, material ringan dan tahan karat karena berbahan alumunium serta membuat bangunan terlihat lebih estetik.</p> Aditya Naufal Putra, I G. Oka Sindhu Pribadi, Dwi Rosnarti Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14599 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 PENGEMBANGAN AREA KERJA TERBUKA PADA COWORKING SPACE https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14601 <p>Aktivitas masyarakat berubah seiring modernisasi zaman terutama pada aktivitas perkantoran. Banyaknya aktivitas yang mengandalkan kemajuan teknologi membuat kinerja pada perkantoran menjadi lebih mudah dan dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja tanpa membutuhkan ruang perkantoran konvensional yang tertutup, selain itu semakin berkembangnya inovasi sistem dalam bekerja sehingga, selain bekerja dapat pula berdiskusi bersama di suatu ruang dengan sistem yang lebih terbuka dan santai agar dapat menjalin sosialisasi dan kolaborasi bersama. Ruang ini disebut dengaan <em>Open Plan Office </em>yang kemudian berkembang menjadi <em>Coworking Space</em>. Ruang terbuka sebagai area kerja pada <em>Coworking Space </em>harus memiliki beberapa kriteria untuk mendukung suasana ruang kerja yang nyaman dan santai bagi penggunanya sehingga menciptakan sistem <em>Smart Work Environment</em>. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui karakteristik dan konsep desain yang dibutuhkan pada area kerja terbuka <em>Coworking Space </em>baik dari segi sirkulasi, zoning, suasana ruang dan peletakan perabot yang membedakan dengan sistem ruang kerja konvensional yang &nbsp;tertutup.</p> Febiyanti Febiyanti , Hardi Utomo , Moh. Ali Topan , Nurhikmah Budi Hartanti Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14601 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 KAJIAN ATAP KAWASAN UNIVERSITAS INDONESIA TERHADAP DESAIN ATAP BANGUNAN PUSAT KEGIATAN MAHASISWA https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14602 <p>Atap bangunan memiliki peran penting dalam menentukan keindahan dan kenyamanan<br>bangunan. Atap bangunan memiliki peran dalam melindungi ruang yang terletak dibawah atap dari air hujan, radiasi panas matahari, angin, dan debu. Pemilihan bentuk atap yang kurang cocok dapat mengakibatkan penghuni didalam bangunan tersebut akan merasa tidak nyaman. Karena peran atap sangat penting, pemilihan dalam perancangan atap sangat perlu dipertimbangkan dalam membangun sebuah bangunan. Pada penelitian yang dilakukan di Kawasan Universitas Indonesia, ditemukan beberapa bangunan sebagai studi kajian meliputi bentuk atap, bahan penutup atap kemiringan atap dan kelebihan serta kekurangan dari masing-masing bentuk atap. Penelitian ini memakai metode deskriptif, data yang diambil dari buku maupun internet dukumpulkan, dijabarkan secara deskriptif, dan kesimpulan diambil dari data yang ada. Hasil dari penelitian ini, bentuk atap yang banyak digunakan pada kawasan Universitas Indonesia yaitu bentuk atap perisai dan atap pelana dengan menggunakan bahan penutup atap genteng dengan kemiringan yang bermacam-macam, bentuk atap memiliki kekurangan dan keunggulan masing-masing, pada perancangan bangunan pusat kegiatan Mahasiswa memilih menggunakan bentuk atap pelana karena memiliki banyak kelebihan dan kekurangan yang sedikit dibandingkan bentuk atap lainnya.</p> Tasya Ditania Suhandi, Mochammad Ischak Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14602 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 PENERAPAN PRINSIP HEALTHY BUILDING PADA PERANCANGAN ASRAMA HAJI ISLAMIC CENTER NTB https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14603 <p>Kajian ini membahas penerapan prinsip Healthy Building pada perancanagan Asrama Haji<br>Islamic Center Nusa Tenggara Barat. Hal yang melatar belakangi pentingnya kajian ini adalah<br>disebabkan pandemic COVID-19 yang melanda seluruh masyarakat dunia. Oleh sebab itu untuk<br>menggurangi kasus pandemic COVID-19 ini sudah seharusnya perancangan bangunan merapkan<br>prinsip Healthy Building. Terutama bangunan yang mimiliki intensitas pemakaian tingggi seperti<br>tempat tinggal, kantor dan sekolah. Permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana penerapan<br>prinsip Healthy Building pada bangunan Asrama Haji Islamic Center. Tujuan kajian ini adalah<br>untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan prinsip Healthy Building dan penerapannya pada<br>studi kasus yang diteliti. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitataif, dengan<br>manganalisis penerapan prinsip Healthy Building pada studi kasustersebut. Hasil dari kajian<br>adalah Asrama Haji yang sudah didesain dengan menerapkan prinsip Healthy Building</p> Hafizhah Haqq, MB Susetyarto Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14603 Wed, 23 Feb 2022 00:00:00 +0000 PENERAPAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR JAWA PADA FASAD BANGUNAN HOTEL https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14605 <p>Indonesia merupakan negara dengan banyak keberagaman seni dan budaya yang terbungkus<br>dalam ranah pariwisata. Kultur budaya Jawa menjadi salah satu seni budaya Indonesia yang perlu<br>dilestarikan, melihat saat ini tren kultur modern mendominasi segala aspek, terutama pada bidang<br>arsitektur. Penyediaan fasilitas dapat menjadi komoditas pariwisata yang menguntungkan seperti<br>bangunan hotel yang erat kaitannya dengan unsur seni dan budaya khas setempat, sehingga<br>perancangannya dapat menerjemahkan esensi budaya lokal melalui konsep arsitektur neo<br>vernakular Jawa. Permasalahan yang dibahas mengenai penerapan prinsip-prinsip Neo Vernakular<br>pada Hotel di Indonesia dari segi fasad dan material dengan tujuan penelitian yang ditujukan<br>sebagai rujukan/ referensi dan teori baru. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif melalui<br>komparasi elemen fisik dan non-fisik dari budaya setempat pada beberapa fasad bangunan yang<br>didasari oleh prinsip- prinsip aliran Neo-Vernakular melalui studi komparasi. Hasil analisis<br>komparasi pengaplikasian unsur Arsitektur Neo- Vernakular pada fasad hotel-hotel di Indonesia<br>terbagi atas nilai- nilai fungsioal dan nilai- nilai non- fungsional yang keduanya saling melengkapi.<br>Hasil akhir studi adalah sebuah teori rancangan komponen fasad arsitektur hotel.</p> Joshua Fajar Pangestu, Dedes Nur Gandarum, Endhi Ibuhindar Purnomo Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14605 Wed, 23 Feb 2022 00:00:00 +0000 PERANCANGAN KONFIGURASI FONDASI TIANG PANCANG BERDASARKAN DAYA DUKUNF DAN PENURUNAN FONDASI TANGKI https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14606 <p>Fondasi berfungsi untuk memikul seluruh beban bangunan, dan beban lainnya, serta meneruskannya<br>ke dalam tanah dibawahnya. Jika tanah tidak dapat memikul beban fondasi atau memiliki daya dukung<br>yang kecil, maka akan menyebabkan penurunan yang berlebihan atau keruntuhan dari tanah. Oleh karena<br>itu, fondasi adalah hal pertama yang dilaksanakan dan dikerjakan di lapangan sebelum memulai suatu<br>pembangunan konstruksi. Perencanaan fondasi dilakukan dengan menghitung besarnya kapasitas dukung<br>rencana berdasarkan data tanah dari pengujian laboratorium atau pengujian di lapangan. Dalam<br>penelitian ini pengujian berdasarkan data NSPT pada BH-16 dan BH-17. Daya dukung dihitung dengan<br>menggunakan variasi diameter tiang pancang 0.4 meter, 0.5 meter dan 0.6 meter. Hasil penelitian<br>menunjukan dari daya dukung tersebut didapatkan variasi tiang paling efektif agar setiap tiang dapat<br>menahan beban yang sudah dihasilkan dari permodelan pada program ETABS, serta penurunan fondasi<br>tangki yang relatif sama.</p> Indah Ariski Datasa, Aksan Kawanda Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14606 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 PERANCANGAN SISTEM ZERO RUNOFF PADA SALURAN DRAINASE KAWASAN APARTEMEN https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14607 <p>Jakarta Timur merupakan sebuah kota yang sedang merencakan banyak pembangunan seperti<br>tempat tinggal, apartement, gedung perkantoran, dan pusat pembelajaan. Dengan banyaknya<br>pembangunan yang terjadi di daerah Jakarta Timur membuat dampak besar bagi tata gunalahan dan<br>juga berpengaruh dengan berkurangnya daerah rasapan yang akan memperngaruhi suatu aliran yang<br>dapat menimbulkan limpasan air, genangan, atau banjir dikawasan setikar. Pemerintah mentapkan<br>perarutan pemerintahan No. 26 tahun 2008 yang membahas mengenai “zero delta Q policy” yang<br>mengharuskan setiap bangunan tidak mengakitbatkan berambahnya debit air ke saluran drainase<br>atau sistem aliran sungai. Dalam pembangunan apartemen Cleon Park dikota Jakartan Timur akan<br>merancang sistem zero runoff pada saluran drainase dikawasan apartemen agar kawasan apartemen<br>tidak akan menambahkan debit pada sistem drainase perkotaan. Zero runoff adalah jumlah limpasan<br>air yang keluar dari suatu sistem drainase mencapai nol atau mendekati nol atau air hujan yang jatuh<br>kepermukaan tanah dapat ditahan atau ditampung 100%.Sistem zero runoff yang digunakan yaitu<br>menggunakan sumur resapan dan juga Penampung Air Hujan (PAH). Dalam peneilitan tersebut<br>didapatkan menggunakan dua buah Penampung Air Hujan dimana Penampung Air Hujan akan<br>menampung air hujan yang turun dari atap Gedung apartemen dank pada kawasan apartemen<br>menggunakan 23 sumur resapan untuk menampung air berasal dari saluran Kawasan, dan 10 sumur<br>resapan untuk menampung air yang melimpas dari penampung air hujan.</p> Yunita Carolina, Teddy W. Sudinda Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14607 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 PENERAPAN ELEMEN ARSITEKTUR TRADISIONAL BATIK KAWUNG RAMBUTAN PADA FASADE BANGUNAN HOTEL KAWASAN PASAR WISATA DI KOTA BATU, JAWATIMUR https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14609 <p>Elemen Batik Jawa Timur merupakan salah satu ciri khas dari daerah Batu, Jawa Timur<br>yang cukup banyak di gunakan dan cukup di kenal baik oleh masyarakat Indonesia sehingga<br>penggunaan Batik Jawa Timur ini dapat di maksimalkan pada bangunan pasar sebagai fasad<br>elemen atau elemen pendukung. Elemen arsitektur tradisional yang terlihat pada bangunan<br>pasar kota Batu Jawa Timur terdapat pada bentuk atap dan penggunaan ornament lain selain<br>dari batik jawa timur ini sehingga penggunaan elemen batu jawa timur ini dapat menjadi<br>warna baru pada bangunan pasar ini.<br>Pada pasar kota Batu Jawa Timur masih banyak elemen arsitektur tradisional yang dapat di<br>maksimalkan dalam pembentukan fasad maupun elemen pendukung dari bangunan pasar ini<br>termasuk penggunaan elemen batik ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan<br>analisa deskriptif sehingga data dan hasil berupa deskripsi dan tabel dari berbagai contoh<br>elemen arsitektur jawa timur, perbandingan jenis-jenis dari model batik Jawa Timur dan<br>peletakan batik jawa timur ini yang di anggap cocok pada pasar. Dan untuk hasil dari<br>penelitian ini menunjukan bahwa batik jawa timur dapat menjadi salah satu ormanen yang<br>sangat dapat di manfaatkan dari beberapa elemen yang dikomparasikan dikarenakan lebih<br>mudah di kenali ,biaya lebih murah,material sangat mudah di dapatkan dan dapat membuat<br>bangunan terlihat aesthetic dengan budaya yang mencirikan pada Jawa Timur.</p> John David Wirajordan Hutagalung, Hardi Utomo, Moh Ali Topan Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14609 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 DESAIN PERKERASAN LENTUR MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA PADA TOL SERANG-PANIMBANG https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14610 <p>Perkembangan penduduk yang semakin padat menyebabkan aktivitas lalu lintas jalan dan mobilitas<br>menjadi meningkat sehingga terjadinya kepadatan jalan. Salah satu solusi untuk mengatasi kebutuhan<br>jalan yang meningkat adalah dengan dibangunnya jalan tol. Seperti halnya proyek tol<br>Serang-Panimbang yang dibangun sepanjang 83,677 km diharapkan dapat melancarkan kepadatan<br>jalan dan membangun perekonomian di Provinsi Banten. Perlunya penelitian terkait ketebalan<br>perkerasan lentur dengan menggunakan metode Analisis Komponen Bina Marga 1987 dan Rencana<br>Anggaran Biaya dengan menganalisis data penelitian terdahulu. Berdasarkan perhitungan diperoleh<br>Lapis AC-WC 10 cm, lapis fondasi 25 cm dan lapis fondasi bawah 92 cm, sehingga tebal total 127 cm<br>dengan biaya yang diperlukan sebesar Rp. 30.260.000.000,00 (Tiga puluh miliar dua ratus enam puluh<br>juta rupiah).</p> Yohanes Yohanes, Budi Hartanto Susilo Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14610 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 KONSEP ECO-TECH PADA DESAIN PERANCANGAN KAWASAN WISATA ALAM DAN BUDAYA DI BAKAUHENI, LAMPUNG https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14612 <p>Pariwisata merupakan sektor pembangunan wilayah penting karena area pariwisata tersendiri merupakan suatu daerah yang mampu memberikan dampak yang positif dalam pertumbuhan kehidupan sosial daerah sekitar dan pada obyek wisata di lingkungan sekitar dalam Kawasan Bakauheni tersendiri. Dalam jurnal perancangan Kawasan Wisata Bakauheni ini mengunakan metodologi paradigma kualitatif dengan memahami teori berkaitan dengan ilmu Arsitektur berprinsip Eco-tech. Pemahaman dilakukan dengan mengidentifikasi Kawasan Wisata pada Kawasan dermaga Bakauheni sebagai kawasan yang dapat memadukan teknologi yang ramah lingkungan, yang diharapkan kawasan ini dapat menjadi suatu sektor Pariwisata di Kabupaten lampung Selatan. Dengan adanya perancangan tata guna lahan pada kawasan yang berunsur dari denah, facade dan maupun site plan fasilitas tambahan pada kawasan. Perancangan ini memiliki Konsep dengan beracuan perancangan berkonsepkan arsitektur eco-tech. Lokasi perancangan berada pada kawasan dermaga bakauheni yang dataran rendah dan berlingkungan alami yang akan dirancang dengan 4 dari 6 nilai Eco-tech yaitu Urban Responses, Energy Matters, Sculpting with Light dan Structural Expression, Sebagai pemanfaatan yang maksimal untuk menarik wisatawan berkunjung ke Kawasan dengan struktur dan material bangunan yang mengunakan material hasil local dan tidak merusak lingkungan alam sekitar pada kawasan Bakauheni.</p> Ceizky Arif S., Etty R. Kridarso, Julindiani Iskandar Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14612 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 IMPLEMENTASI PRINSIP ARSITEKTUR HIJAU MELALUI DOUBLE SKIN FACADE PADA KANTOR JASINDO https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14614 <p>Perlindungan tenaga, penyesuian menggunakan Iklim serta meminimalisir asal daya<br>ialah salah satu aspek yg harus dicapai pada mewujudkan Arsitektur Hijau. Double Skin<br>Façade merupakan salah satu teknologi facade strata lanjut yg mampu digunakan pada<br>efisiensi tenaga, dan jua tingkatkan ketenangan termal. Secara geografis, daerah<br>Indonesia terletak diantara 2 samudera ialah Hindia serta Pasifik serta dua Daratan adalah<br>Asia dan Australia, tentang ini mampu memperjelas jika Indonesia memiliki hawa tropis<br>lembab. Bangunan tempat kerja Jasindo mempraktikkan Double Skin Facade. oleh karena<br>itu Bangunan tempat kerja Jasindo perlu menerapkan konsep tersebut , Konsep tersebut<br>ialah keliru satu solusi terbaik buat menaikkan kenyaman termal. menggunakan adanya<br>penerapan Double Skin Façade (DSF) di Bangunan tempat kerja Jasindo bisa digunakan<br>menjadi solusi atas perseteruan tadi. Jenis/tipe Double Skin Façade yang digunakan pada<br>Bangunan Kantor Jasindo sebagai solusi arsitektur hijau adalah curtain wall.</p> Oldha Gusa Nugratama, Nurhikmah Budi Hartanti, Mohammad Ali Topan Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14614 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 REVIEW PENGARUH POLYSTRENE BEADS DAN VERMIKULIT TERHADAP KUAT TEKAN BETON APUNG https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14615 <p>Belum banyaknya penelitian mengenai beton apung merupakan salah satu alasan penggunaan beton apung sebagai material konstruksi air belum umum. Padahal penggunaan beton apung sebagai material konstruksi air memiliki banyak manfaat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh vermikulit dan polystrene beads terhadap kuat tekan beton apung. Hal ini juga menjadi nilai tambah untuk limbah polystrene beads atau styrofoam. Penelitian ini adalah hasil studi pustaka mengenai material yang digunakan agar beton dapat mengapung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur yang bersumber dari buku, prosiding, jurnal – jurnal internasional maupun nasional yang bereputasi Q1 – Q4. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa vermikulit dan polystrene beads yang merupakan agregat ringan belum bisa dijadikan material pengganti agregat untuk beton apung. Penurunan berat jenis beton akibat vermikulit dan polystrene beads berbanding lurus dengan penurunan kuat tekan beton. Penggunaan bahan tambah seperti silicafume atau material limbah terak logam dapat meningkatkan kuat tekan beton. Kesimpulan dari penelitian ini adalah diperlukannya bahan tambah guna menurunkan berat jenis beton agar tetap mengapung namun dapat memberikan kuat tekan yang tinggi. Penggunaan vermikulit dan polystrene beads sebagai agregat tidak dapat memberikan kuat tekan struktural.</p> Nazifa Sekarningtyas, Lisa Oksri Nelfia, Agung Sumarno Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14615 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 MATERIAL INDUSTRIAL HIJAU PADA PERANCANGAN FASAD BANGUNAN ARSITEKTUR https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14616 <p>Pemanasan global dan perubahan iklim meningkatkan kebutuhan akan implementasi persyaratan-persyaratan bangunan hijau. Sekitar 40% gas rumah kaca dibumi dihasilkan oleh operasional bangunan gedung. Umumnya arsitek pada saat merancang tidak sepenuhnya menyadari keperluan penerapan material, efesiensi dan konservasi energi. Pada abad industrialisasi diproduksi secara masal material yang belum tentu ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan hasil studi terkait prinsip-prinsip material indutri pada sebuah kasus desain bangunan Museum Bati di Yogyakarta. Metoda yang digunakan adalah studi e-jurnal sebagai bahan untuk merancang proyek pada sebuah kasus Museum Batik. Penelusuran e-jurnal menggunakan 2 kata kunci yaitu: Green Industrial Material dan Building Façade. Sebagai pelengkap wawasan dan menjadi bahan masuk dalam pertimbangan adalah peraturan terkait dengan bangunan hijau dan Standar Nasional Indonesia tentang green material. seperti Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 02/Prt/M/2015 Tentang Bangunan Gedung Hijau, SNI 6389:2011 tentang Konservasi energi selubung bangunan pada bangunan gedung dan lainnya. Hasil studi menyatakan bahwa bangunan dengan pendekatan green acrchitecture perlu memperhatikan konsep ramah lingkungan, dibangun secara berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan yang sehat, selain memanfaatkan konsep estetika. Sedangkan pendekatan green building lebih menekankan konservasi energi dan air, efisiensi bahan/material, minimalisasi limbah, pemeliharaan, optimasi biaya. Penerapan industrial hijau pada material bangunan menggunakan material terpilih seperti batu bata, semen acian, beton fabrikasi, kaca, kayu dengan warna netral/monokrom.</p> Prins Sealy Pangkey, Popi Puspitasari, Dwi Rosnarti Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14616 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 PENERAPAN ARSITEKTUR ISLAM TIMUR TENGAH PADA BANGUNAN FASAD MASJID AGUNG https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14618 <p>The application of the Middle Eastern architectural style is an approach to create a building aesthetic that characterizes Islamic architecture. Conducting precedent studies on several projects is useful as learning material and contributes to the formulation of design criteria. This paper aims to develop design criteria for learning outcomes from several building objects that apply Middle Eastern Islamic architecture, which can be used as a reference for designing mosque building facades anywhere. Data accumulation and comparative analysis using precedent studies. The results of the study show that the facade with Middle Eastern Islamic architectural style is characterized using modified forms and repetition of curved shapes, solid-void considerations and symmetrical facade outline lines, ornaments and building masses using geometric basic forms.</p> Kevin Faneza, Popi Puspitasari, Endhi I. Purnomo Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14618 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 IDENTIFIKASI FAKTOR DOMINAN PADA MANAJEMEN MATERIAL KONSTRUKSI PEMBESIAN TERHADAP KEBERHASILAN PROYEK KONSTRUKSI DALAM MASA PANDEMI https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14619 <p>Proyek konstruksi dalam pelaksanaannya dipengaruhi oleh beragam faktor yang mampu menunjang keberhasilan proyek tersebut. Namun, dalam pelaksanaannya dapat ditemui beberapa permasalahan yang dapat mengakibatkan waktu penyelesaian proyek konstruksi tidak sesuai dengan rencana awal sehingga proyek konstruksi mengalami keterlambatan dalam pelaksanaannya. Untuk itu diperlukan manajemen material yang baik untuk menghindari adanya permasalahan dalam berjalannya proyek kontruksi. Manajemen material sangat dibutuhkan dalam pekerjaan proyek konstruksi. Manajemen material yang baik harus saling berkaitan dan membentuk suatu sistem yang kompleks. Hal ini bermaksud supaya penyaluran material mulai dari tahap pertama sampai tahap akhir proyek konstruksi dapat disalurkan dengan baik ditinjau dari waktu yang ditempuh dan kelancaran pekerjaan. Penelitian sebelumnya pada jurnal mengulas temuan kelangkaan material sebagai faktor yang mempengaruhi aliran material pada masa pandemi. Pada penelitian tersebut belum membahas lebih detail mengenai aliran material pembesian. Untuk mengatasi kesenjangan ini, penelitian ini mengidentifikasi 61 faktor dari literatur untuk mengetahui faktor-faktor dalam manajemen material pembesian yang paling mempengaruhi keberhasilan proyek konstruksi pada masa pandemi. Metode penelitian ini menggunakan metode eksploratori dan di olah menggunakan program SPSS (Statistical Package for the Social Sciens). Dari hasil analisis data menggunakan uji regresi berganda, seluruh variabel tidak berpengaruh secara parsial terhadap keberhasilan proyek. Namun, seluruh variabel berpengaruh secara simultan terhadap keberhasilan proyek.</p> Widito Cahyo Satmoko, Bambang E. Yuwono, Julia Damayanti Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14619 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 PERBANDINGAN PERBAIKAN TANAH LUNAK MENGGUNAKAN PVD (PRE-FABRICATED VERTICAL DRAIN) DENGAN GRID PERSEGI DAN SEGITIGA BERVARIATIF https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14620 <p>Pada umumnya keadaan tanah pada objek penelitian memiliki karakter sangat lunak. Konsolidasi akan membuituhkan waktu yang sangat lama pada tanah dengan karakter yang sangat lunak (Haussmann, 1990). Drainase vertikal berujuan mempersingkat waktu dalam menurunkan konsolidasi, teknik yang digunakan adalah air pori dialirkan keluar dengan lebih cepat. Air pori akan mengalir keluar dengan tempo yang lambat pada konsolidasi normal karena kinerja permeabilitas lebih optimal dengan arah vertical.. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektifitas pvd pola segitiga dan persegi dan proses konsolidasi yang lebih baik dengan pola segitiga dan persegi. Penggunaan metode pre-fabricated vertical drain dengan pola segitiga dan persegi sebagai referensi untuk penelitian. Hasil analisis pada perbaikan tanah luak oada titik DB. 2 Jembatan 13 Pantai Indah Kapuk 2 mennggunakan data borlog N-SPT. Dengan hasil yang didapatkan menggunakan teori-teori yang ada dan terpercaya. Dalam penurunan tanah terdapat penurunan tanpa prefabricated vertical drain (PVD) dan menggunakan prefabricated vertical drain (PVD). Dalam perhitungan kali ini menggunakan Teori Hansbo dengan grid atau polaa segitiga dan persegi serta menggunakan berbagai macam spasi 0,5 meter , 1 meter, 2 meter, 3 meter, 4 meter, 5 meter.</p> Dwi Priambodo, Muhammad Zaki Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14620 Wed, 23 Feb 2022 00:00:00 +0000 ANALISIS KINERJA BUNDARAN TAK BER-APILL (STUDI KASUS: BUNDARAN TUGU BAMBU RUNCING KOTA BEKASI) https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14621 <p>Pertumbuhan jumlah penduduk dan perekonomian di Kota Bekasi, berdampak pada meningkatnya volume kendaraan dan menimbulkan kemacetan pada jam puncak khususnya Bundaran Tugu Bambu Runcing. Sehingga, menyebabkan kinerja bundaran menjadi rendah. Hal ini, mendorong dilakukannya penelitian untuk menganalisis karakteristik, kinerja dan manajemen lalu lintas agar kinerja pada bundaran tersebut meningkat. Strategi yang digunakan dalam studi ini adalah pengumpulan data menggunakan pedoman MKJI 1997 sebagai tolak ukurnya. Bersumber pada hasil survei di lapangan, karakteristik bundaran tidak memiliki kesesuaian terhadap desain geometri yang telah ditetapkan. Meninjau kondisi aktual, analisis kinerja di hari Sabtu, 11 Desember 2021 ditemukan nilai derajat kejenuhan (DS) bundaran 1,183 dengan tundaan bundaran rata-rata sebesar 40,45 det/smp dan peluang antrean 76% - 133%. Sedangkan, di hari Senin, 13 Desember 2021 ditemukan nilai derajat kejenuhan (DS) bundaran 1,046 dengan tundaan bundaran rata-rata sebesar 34,83 det/smp dan peluang antrean 47% - 91%. Maka tingkat pelayanan bundaran dapat dikategorikan F. Untuk pengendalian kinerja simpang pada Bundaran Tugu Bambu Runcing perlu dilakukan solusi alternatif penerapan manajemen lalu lintas yaitu dengan sistem ganjilgenap. Dari hasil analisis, ditemukan nilai DS ≤ 0,85 dengan kategori tingkat pelayanan bundaran adalah C kondisi arus stabil.</p> Riska Rimadhani, Dewi Rintawati, Christina Sari Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14621 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 PERBANDINGAN KOEFISIEN TENAGA KERJA AKTUAL LAPANGAN DENGAN KOEFISIEN TENAGA KERJA PENGAJUAN KONTRAKTOR https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14623 <p>Tenaga kerja merupakan faktor penting dalam suatu proyek konstruksi yang tidak dapat dipandang sebelah mata, dan faktor dalam tenaga kerja yang perlu diperhatikan adalah produktivitas. Produktivitas tenaga kerja akan berbeda - beda tergantung dari pekerjaan yang dipegang oleh setiap tenaga kerja. Karena itu diperlukan penelitian lebih lanjut tentang produktivitas tenaga kerja. Mengumpulkan data lapangan lalu menghitung produktivitas yang terjadi dilapangan kemudian menghitung nilai koefisien produktivitas para pekerja menjadi metode dalam penelitian ini, setelah didapatkan koefisien tenaga kerja menggunakan data lapangan kemudian dibandingkan dengan koefisien tenaga kerja yang terdapat dalam analisa harga satuan kontarktor. Setelah dibandingkan didapat nilai koefisien data lapangan untuk mandor, kepala tukang, tukang las, dan pekerja sebesar 0,0019, 0,0023, 0,0092, 0,0045 dan untuk data kontraktor sebesar 0,0010, 0,0030, 0,0150, 0,0150 pada pekerjaan baja profil per kg. Melihat dari hasil perbandingan diatas dapat disimpulkan koefisien untuk mandor lebih besar pada data aktual dilapangan, sedangkan untuk kepala tukang, tukang las, dan pekerja lebih kecil pada data aktual dilapangan dibandingkan dengan data koefisien yang diajukan oleh kontraktor kepada owner.</p> Hoga Dayono , Bambang E. Yuwono, Ryan Faza Prasetyo Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14623 Wed, 23 Feb 2022 00:00:00 +0000 EFEKTIFITAS PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) DENGAN PERBANDINGAN RASIO KOEFISIEN HORIZONTAL KONSILIDASI (Ch) https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14624 <p>Tanah lempung merupakan tanah yang memiliki partikel tertentu didalamnya, volume pori yang besar mengakibatkan tanah mempunyai berat isi, sudut geser yang kecil serta daya dukung yang rendah sehingga ketika tanah lempung menerima beban diatasnya tanah tersebut mengalami penurunan akibat terdisipasinya air pori tanah. Penurunan terjadi dalam waktu yang lama, sehingga dilakukan perbaikan tanah dengan menggunakan Prefabricated Vertical Drain (PVD) yang dikombinasikan dengan preloading agar mempercepat waktu konsolidasi. Analisis penurunan tanah dihitung menggunakan data korelasi menggunakan data NSPT dan selanjutnya dilakukan analisis perbaikan tanah dengan menggunakan Teori Hansbo dengan membandingan rasio koefisien horizontal konsolidasi (Ch) dan membandingkan tanpa dan dengan beban beban traffic. Hasilnya menunjukan tanpa beban traffic sebesar 0,926 meter, dengan beban traffic sebesar 1,128 meter. Dan hasil perhitungan menggunakan Prefabricated Vertical Drain (PVD) didapatkan yang paling efesien dengan koefisien harizontal konsolidasi (Ch) Ch = 4Cv dengan memiliki waktu penurunan dari berbagai spasi yaitu, S100cm = 2 bulan, S150cm = 4 bulan. S200cm = 8 bulan, S250cm = 13 bulan, S300cm = 19 bulan, S350cm = 27 bulan, S400cm = 36 bulan, S450cm = 46 bulan, dan S500cm = 58 bulan. Dengan mengalami penurunan tanpa beban traffic yang konstan di kedalaman 0,926 meter dan dengan menggunakan beban traffic nilai penurunan dengan masing – masing spasi yaitu, S100cm = 2 bulan, S150cm = 5 bulan. S200cm = 10 bulan, S250cm = 15 bulan, S300cm = 23 bulan, S350cm = 32 bulan, S400cm = 43 bulan, S450cm = 55 bulan, dan S500cm = 70 bulan. Dengan mengalami penurunan yang konstan sebesar 1,128 meter.</p> Nanda Wahyu Wicaksana, Muhammad Zaki Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14624 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 PENGARUH PEMAKAIAN ZAT ADIKTIF (INTEGRAL) PADA BANGUNAN TANGKI AIR BAWAH TANAH PADA PROYEK XYZ APARTEMEN https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14626 <p>ini adalah sebuah tempat penampungan air bersih sebelum didistribusikan kepada<br>penghuninya. Dalam pembangunan tangki air memiliki beberapa kriteria persyaratan, yaitu<br>harus memiliki permeabilitas rendah untuk menghindari korosi dan terhindar dari kebocoran.<br>Dengan kemajuan teknologi sekarang untuk menghindari kebocoran pada tangki air salah<br>satunya bisa dihindari dengan menambahkan zat adiktif (integral) sebagai waterproofing,<br>integral adalah sebuah larutan waterproofing yang akan dicampurkan langsung pada proses<br>pengecoran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh durasi pelaksanaan<br>pembangunan GWT dengan penggunaan zat adiktif integral sebagai waterproofing. Metode<br>yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah sebuah metode pendekatan deskriptif.<br>Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengobservasi, wawancara dan melakukan<br>dokumentasi. Data tersebut kemudian akan dilakukan analisa dengan cara meninjau durasi,<br>metode kerja serta kegunaan integral untuk pembangunan ground water tank pada XYZ<br>apartemen. Penelitian ini menghasilkan bahwa penggunaan integral dapat meminimalisir<br>kebocoran pada bangunan ground water tank, sedangkan untuk pembangunan GWT XYZ<br>memerlukan durasi selama 88 hari dengan menggunakan integral sebagai perlindungan kedap<br>airnya.</p> Ravinka Adira Desfianty, Bambang Endro Yuwono, Ryan Faza Prasetyo Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14626 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 ANALISIS PERENCANAAN FENDER PADA PELABUHAN PATIMBAN https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14627 <p>didalamnya. Dimana salah satu bagian terpenting dalam Pelabuhan atau dermaga yaitu Fender.<br>Patimban merupakan suatu daerah di Jawa Barat, Kabupaten Subang, Kecamatan Pusakanagara.<br>Lokasi Pelabuhan Patimban berbatasan langsung dengan utara pesisir pantai utara memudahkan<br>untuk transportasi laut. Fender dalam sebuah dermaga Pelabuhan merupakan sebuah alat yang<br>digunakan sebagai perantara gaya serap yang diakibatkan dari benturan sebuah kapal yang akan<br>bersandar pada dermaga tersebut. Pada perencanaan Fender dermaga kapal peti kemas dan kapal<br>ro – ro dengan kapasitas masing – masing (maksimum 165000 DWT dan 10000 DWT). Hasil<br>analisa perhitungan dari energi benturan ini mendaparkan hasil 3090,510 ton m untuk kapal peti<br>kemas dan 141,459 ton m untuk kapal ro – ro. Dari 2 percobaan tersebut yaitu, Fender Type V<br>1300H dan Fender SPC 1300, karena lebih efisien dan kuat, maka yang digunakan pada dermaga<br>Peti Kemas di Pelabuhan Patimban adalah Fender SPC 1300. Sedangkan, pada Fender Type V<br>1000H dan Fender SPC 1100, yang digunakan adalah Fender SPC 1100. Jarak antar Fender pada<br>dermaga kapal peti kemas 19,809 m dan dermaga kapal ro – ro 12,022 m. Masing – masing<br>Fender dipasang vertikal pada sisi depan dermaga.</p> Deddy Yoshua Pangkey, Suwandi Saputro Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14627 Wed, 23 Feb 2022 00:00:00 +0000 EFEKTIFITAS FUNGSI BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) TERHADAP PELAKU PROYEK KONSTRUKSI https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14628 <p>Kompleksitas desain yang mempengaruhi manajemen proyek konstruksi mendorong<br>kemajuan teknologi Building Modelling Information (BIM). Penerapan WFH yang disebabkan<br>pandemi Covid-19, menjadikan BIM pusat perhatian bagi perusahaan. Namun, perubahan<br>budaya proyek menjadi salah satu tantangan BIM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui<br>efektifitas fungsi BIM terhadap pelaku proyek konstruksi pada masa pandemi. Dalam<br>mengukur efektiftas fungsi BIM. pengaruh Variabel BIM 3D, BIM 4D, BIM 5D, BIM 6D dan<br>BIM 7D dipengaruhi Variabel Pemahaman Dasar BIM, Manfaat BIM an Tantangan, BIM<br>sudah berhasil di analisis dari hasil penyebaran kuesioner kepada tim ahli BIM. Sampel<br>penelitian ini didapat 100 responde dari 20 Perusahaan Indonesia dengan 40 proyek konstruksi<br>yang sudah menerapkan BIM. Metode pengolahan data kuesioner yaitu dengan metode SEM<br>dengan software Smart-PLS. Dari hasil analisis, didapat 5 Variabel yang efektif dengan nilai<br>tertinggi pada Variabel BIM 6D/Sustainability dan 3 Variabel yang kurang efektif yaitu<br>Variabel Pemahaman Dasar BIM dengan nilai terendah tingkat efektifitasnya</p> Diena Alyssa, Raflis Raflis Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14628 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 PERILAKU KUAT GESER PADA BETON DENGAN PENAMBAHAN REMAHAN KARET DAN FLY ASH https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14629 <p>Limbah ban bekas hasil dari vulkanisir ban pada daerah Kota Bima, Provinsi NTB semakin<br>meningkat seiring dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi. Sehingga perlu pemanfaatan<br>limbah karet pada daerah Kota Bima, Provinsi NTB agar mengurangi pencemaran lingkungan.<br>Begitupun dengan limbah fly ash yang berasal dari PLTU yang terdapat pada Provinsi NTB sangat<br>berlimpah. Pada perkembangan jaman kebutuhan material beton sebagai bahan struktur terus<br>berkembang dengan pesat untuk berbagai macam penggunaan. Sehingga perlu dilakukan upaya<br>pemanfaatan penggunaan limbah fly ash dan limbah ban karet sebagai suatu campuran material<br>pembentuk beton. Berkaitan dengan ini, diadakan penelitian yang menggunakan remahan karet<br>sebagai pengganti sebagian pasir dengan proporsi remahan karet yang digunakan yaitu 0%, 5%,<br>10% dan 15% dan fly ash sebagai pengganti sebagian semen dengan proporsi 15%. Hasil berat<br>volume dari beton yaitu semakin banyak pemakaian remahan karet maka beton akan semakin<br>ringan sedangkan hasil pengujian kuat geser menurun hingga 32,16% pada variasi proporsi 15%.<br>Semakin banyak remahan karet yang di gunakan makan akan menurunkan kualitas beton untuk<br>pengujian kuat geser beton.</p> Dina Ativah, Liana Herlina Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14629 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 PENGARUH PENDINGINAN SUHU LARUTAN AKTIVATOR TERHADAP SETTING TIME PASTA BETON GEOPOLIMER https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14655 <p>Beton geopolimer merupakan salah sau jenis beton terbarukan yang ramah lingkungan. Namun beton geopolimer memiliki masalah pada setting time pasta yang tidak terkontrol dan terlalu cepat untuk digunakan di lapangan. Penelitian ini menggunakan NaOH dan Na2SiO3 sebagai aktivator dengan rasio 1:2,5 dan molaritas 8M. Usaha yang dilakukan untuk memperlambat setting time adalah dengan mendinginkan larutan aktivator hingga suhu larutan dibawah 0°C dan suhu ruang sebagai pembanding. Hasil penelitian menemukan bahwa pendinginan dibawah 0°C dapat memperlambat setting time hingga 50,31% atau 2 kali lipat setting time aktivator dengan suhu ruang.</p> Wirawan Tafakurahman, Liana Herlina Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14655 Wed, 23 Feb 2022 00:00:00 +0000 IDENTIFIKASI SYARAT PEMELIHARAAN GEDUNG ATAS KEPUASAN PENGGUNA KANTOR CABANG BRI DI KOTA JAKARTA https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14631 <p>Jakarta merupakan Ibu Kota Negara Indonesia terdapat banyak gedung kantor, salah satunya yaitu<br>gedung kantor cabang BRI. Dimana gedung dibuat sesuai perencanaan gedung kantor agar pengguna dapat<br>merasakan kepuasan dan kenyamanan. Maka dari itu, pemeliharaan dan perawatan gedung kantor harus<br>dilakukan sesuai jadwal dan teratur agar penghuni atau pengguna gedung tetap merasakan kepuasan dan<br>kenyamanan sehingga dapat pula meningkatkan produktivitas pengguna.<br>Tujuan dari penelitian untuk mengukur kinerja kriteria pemeliharaan teknis pada gedung perkantoran dan<br>mengetahui kondisi pemeliharaan gedung terhadap tingkat kepuasan pengguna kantor Cabang BRI di kota<br>Jakarta. Metode menggunakan analisis regresi sederhana dengan software SPSS (Statistical package for<br>the Social Sciences). Hasil dari Analisis dan pembahasan didapat nilai variabel pemeliharaan bangunan<br>gedung sebesar 63.2% dan variabel di luar penelitian 36.8%. Variabel yang paling berpengaruh atas<br>kondisi pemeliharaan bangunan gedung kantor yaitu indikator Pencahayaan lampu di ruangan (X4.1)<br>dengan nilai mean 4.04. Sedangkan untuk variabel tingkat kepuasan yaitu indikator lingkungan kantor<br>yang memberikan rasa aman (Y4.2) dengan nilai mean 3.94</p> Mochammad Azizi Hakim, Darmawan Pontan Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14631 Wed, 23 Feb 2022 00:00:00 +0000 ANALISIS PENGARUH PERKUATAN CERUCUK BAMBU TERHADAP DAYA DUKUNG FONDASI DANGKAL PADA TANAH LUNAK https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14632 <p>Penurunan tanah di indonesia sering terjadi di kota-kota besar yang tersebar di penjuruh pulau jawa<br>seperti Jakarta, Semarang, Pekalongan dan Demak, sejumlah wilayah tersebut mengalami penurunan tanah<br>sebesar 6 – 10 sentimeter (cm) yang diakibatkan oleh kondisi tanah lempung. Penurunan tanah ini telah<br>ditinjau oleh Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGL) Badan Geologi Kementrian ESDM,<br>maka dari itu sebelum dimulainya pembangunan harus diadakan studi kelayakan tanah terlebih dahulu<br>untuk mengetahui kandungan dan kondisi dari tanah yang akan didirikan bangunan diatasnya. Dalam<br>mengatasi penurunan tanah yang diakibatkan oleh tanah lempung dibutuhkan daya dukung yang besar<br>untuk menghindari penurunan yang sangat besar pula, dalam kasus ini daya dukung diberikan oleh Fondasi<br>dangkal yang diberi perkuatan cerucuk bambu sehingga dapat memberikan daya dukung yang besar.<br>Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh cerucuk bambu dalam menigkatkan<br>daya dukung Fondasi dangkal pada tanah lempung sehingga dapat mengurangi penurunan tanah yang akan<br>terjadi. Hasil dari pemasangan cerucuk bambu pada dasar Fondasi dangkal ini dapat meberikan<br>peningkatan daya dukung pada tanah lempung hingga dua kali lipat dari daya dukung sebelumnya,<br>sehingga penurunan yang terjadi pada Fondasi dangkal dapat berkurang setelah diberikan perkuatan<br>cerucuk. Metode ini dapat diaplikasikan pada daerah-daerah yang memiliki kondisi tanah jenuh air atau<br>tanah lempung.</p> Muhammad Iqbal, Muhammad Zaki Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14632 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 STUDI STABILITAS DINDING PENAHAN TANAH SOLDIER PILE DENGAN PERKUATAN GROUND ANCHOR https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14633 <p>Masalah kelangkaan lahan di daerah perkotaan menyebabkan perlu dilakukan pemanfaatan ruang<br>bawah tanah seperti basement. Dalam pembuatannya dilakukan pekerjaan galian dalam, oleh karena itu<br>dibutuhkan sebuah dinding penahan tanah agar tanah tidak mengalami keruntuhan. Selain itu, wilayah<br>perkotaan memilki muka air yang cukup dangkal sehingga perlu dilakukan penambahan ground anchor<br>untuk menahan beban akibat air tanah. Tujuan dari penelitian ini yaitu membandingkan stabilitas dinding<br>penahan tanah soldier pile dipasangkan ground anchor dan dinding penahan tanah soldier pile tanpa<br>ground anchor terhadap bahaya guling, geser, dan deformasi yang timbul akibat pekerjaan galian.<br>Pada tahap awal, dilakukan perhitungan kebutuhan panjang penetrasi dinding penahan tanah<br>menggunakan metode konvensional. Tahap berikutnya dilakukan perhitungan stabilitas secara manual<br>terhadap bahaya guling dan geser. Tahap terakhir dilakukan perhitungan deformasi menggunakan aplikasi<br>Plaxis V8.6. Hasil analisis yang didapatkan bahwa penggunaan ground anchor dalam perencanaan<br>mengakibatkan kebutuhan panjang penetrasi dinding berkurang. Pemasangan ground anchor dapat<br>menaikkan faktor keamanan stabilitas terhadap bahaya guling. Deformasi yang terjadi pada muka air<br>dangkal pada soldier pile sebelum dipasangkan ground anchor lebih besar pada galian dalam, sedangkan<br>deformasi cenderung berkurang setelah ground anchor dipasang. Sehingga dapat disimpulkan pemasangan<br>ground anchor efektif meningkatkan stabilitas terhadap guling dan mereduksi besar deformasi dinding<br>penahan tanah.</p> Seto Aji Ardianto, Ruwaida Zayadi Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14633 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 ANALISIS GEOMETRIK PRASARANA SISI UDARA (STUDI KASUS: BANDAR UDARA INTERNASIONAL YOGYAKARTA) https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14634 <p>Daerah Istimewa Yogyakarta awalnya memiliki satu bandar udara, yakni Bandar Udara<br>Adisutjipto yang didesain untuk keperluan militer, namun seiring perkembangan Daerah<br>Istimewa Yogyakarta, Bandar Udara Adisutjipto mengalami kelebihan kapasitas, sehingga<br>dibangunnya Bandar Udara Internasional Yogyakarta bertujuan memenuhi kebutuhan fasilitas<br>sisi udara dan sisi darat pada Bandar Udara Adisutjipto, sehingga diperlukan analisis geometrik<br>terhadap fasilitas sisi udara pada Bandar Udara Internasional Yogyakarta untuk memastikan<br>bahwa geometrik fasilitas sisi udara adalah aman untuk melayani pergerakan penumpang,<br>pergerakan pesawat udara, dan pergerakan kargo dengan optimal. Analisis dilakukan dengan<br>membandingkan kondisi eksisting geometrik dengan standar yang ditetapkan oleh ICAO dan<br>Dirjen Perhubungan Udara dalam SKEP/77/VI/2005 dengan menggunakan pesawat udara<br>rencana yaitu tipe Boeing 777-300ER. Hasil analisis menyatakan bahwa terdapat perbedaan<br>sebesar 9,01% antara panjang landas pacu eksisting dengan standar yang ditetapkan oleh<br>SKEP/77/VI/2005. Lebar landas pacu, kemiringan landas pacu, lebar bahu landas pacu, dimensi<br>RESA, dimensi clearway, dan dimensi stopway telah memenuhi oleh standar yang ditetapkan<br>oleh ICAO dan SKEP/77/VI/2005. Lebar landas hubung dan lebar bahu landas hubung secara<br>keseluruhan telah sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam SKEP/77/VI/2005. Kapasitas<br>landas parkir eksiting mampu menampung 44 operasi pesawat udara per-jam masih dapat<br>menampung pergerakan pesawat udara pada peak hour, yaitu sebanyak 18 operasi pesawat<br>udara per-jam.</p> Sausan Gita Putri, Dewi Rintawati, Christina Sari Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14634 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN SOFTWARE FAARFIELD DAN COMFAA PADA PERENCANAAN PERKERASAN LANDAS PACU BANDAR UDARA https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14636 <p>Sudah banyak metode yang dapat digunakan untuk melakukan perencanaan tebal perkerasan<br>landas pacu pada bandar udara, termasuk program bantu seperti FAARFIELD dan COMFAA yang<br>dikembangkan oleh FAA (Federal Aviation Administration) guna mempermudah proses<br>perencanaan dan evaluasi tebal perkerasan di bandar udara. Dengan dua mode komputasi serta<br>variabel-variabel input yang berbeda antara kedua software, analisis perhitungan dan evaluasi tebal<br>perkerasan dari kedua program akan menghasilkan nilai yang berbeda. Untuk itu penelitian ini<br>dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari kedua software dalam perhitungan dan evaluasi tebal<br>perkerasan landas pacu, hubungan antara jenis perkerasan landas pacu dengan program bantu yang<br>digunakan, serta keefektifan antara kedua program bantu dalam melakukan perhitungan tebal<br>perkerasan. Metode yang digunakan dalan penelitian berupa studi literatur, dengan mengumpulkan<br>data berupa referensi penelitian-penelitian terdahulu mengenai perhitungan dan evaluasi tebal<br>perkerasan landas pacu bandar udara dengan software FAARFIELD dan COMFAA. Data yang<br>terkumpul dipilih beradasarkan kualitas dan relevansinya terhadap topik penelitian, kemudian<br>dianalisis dan dirangkum, serta dicari hubungan antara penelitian-penelitian terdahulu. Hasil dari<br>penelitian ini disimpulkan software FAARFIELD dan COMFAA memiliki pengaruh yang berbeda<br>dalam perhitungan tebal perkerasan landas pacu bandar udara namun dapat bekerja secara<br>berkesinambungan, dalam analisis perhitungan ketebalan dengan kedua software terdapat variabelvariabel<br>yang mempengaruhi baik dari input data maupun mode komputasi dalam kedua program,<br>serta kedua program ini sama-sama efektif untuk digunakan dalam merencanakan tebal perkerasan<br>landas pacu di bandar udara, melihat fungsi dari kedua software yang dapat bekerja secara<br>berkesinambungan</p> Stefanus Mandef D, Dewi Rintawati, Christina Sari Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14636 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 PERBANDINGAN ANALISIS STABILITAS LERENG TERHADAP MAT DAN KEMIRINGAN DENGAN APLIKASI GEO5 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14638 <p>Perbedaan ketinggan permukaan tanah pada suatu wilayah akan membentuk suatu lereng. Suatu<br>lereng dapat berpotensi mengalami sebuah kelongsoran akibat perpindahan massa tanah oleh<br>beban luar. Dalam mengetahui potensi longsor tersebut dapat dilakukan Analisis Stabilitas Lereng<br>yang menghasilkan nilai Faktor Keamanan untuk mengetahui lereng berpotensi longsor atau tidak.<br>Nilai Faktor Keamanan ini dipengaruhi beberapa faktor salah satunya Muka Air Tanah dan<br>Kemiringan Lereng, oleh karena itu dilakukan penelitian Analisis Stabilitas Lereng terhadap Muka<br>Air Tanah pada kedalaman 0 m -4,5 m, dan -11 m dari permukaan lereng serta pada lereng dengan<br>sudut kemiringan 30, 45, dan 60 derajat. Dalam menambah ketelitan dan efesiensi perhitungan<br>digunakan juga aplikasi GEO5 untuk perhitungan Analisis Stabilitas Lereng. Berdasarkan<br>peneliitian yang dilakukan, diketahui bahwa nilai Faktor Keamanan akan bertambah ketika sudut<br>lereng semakin kecil dan ketika Muka Air Tanah semakin jauh dari permukaan lereng,<br>perbandingan ini juga berlaku sebaliknya.</p> Ishanda Hutomo, Ruwaida Zayadi Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14638 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100 ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL (STUDI KASUS SIMPANG JEMBATAN CEGER) https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14639 <p>Adanya lampu lalu lintas yang baru saja diresmikan pada simpang jembatan Ceger menyebabkan terjadinya<br>panjang antrian pada ruas jalan Sinangling Padi, akibat panjang antrian pada ruas jalan Sinangling Padi.<br>menyebabkan kemacetan hingga ruas jalan Padi sehingga terjadi kemacetan pada simpang bawah jembatan.<br>Penelitian ini bertujuan menganalisi kinerja simpang pada simpang jembatan Ceger dan mencari alternatif<br>untuk mengoptimalkan kinerja simpang jembatan Ceger. Metode penelitian yang digunakan yaitu pemodelan<br>dengan software vissim. Hasil analisis kinerja dengan menggunakan software vissim didapatkan panjang<br>antrian tertinggi pada simpang jembatan Ceger terdapat pada ruas jalan Sinangling Padi sebesar 213.65 meter<br>dengan level of service (LOS) D. Dan pada simpang bawah jembatan panjang antrian terbesar terdapat pada<br>ruas jalan Padi sebesar 195.68 meter dengan LOS F. Maka LOS pada simpang jembatan Ceger yaitu B dan<br>pada simpang bawah jembatan yaitu D. Alternatif pertama dilakukan optimasi waktu siklus dengan<br>penambahan waktu hijau pada fase 1 sebanyak 10 detik dan dilakukan penmbahan waktu hijau pada fase 1<br>dan fase 2 dengan cara trial and error sebanyak 5 kali. Pada alternatif kedua dilakukan manajemen lalu lintas<br>dengan cara menghilangkan lampu lalu lintas pada fase 1 sehingga perlu dilakukan pengalihan arus lalu<br>lintas. Dari kedua alternatif yang dilakukan alternatif kedua menghasilkan hasil kinerja lebih baik<br>dibandingkan pada alternatif pertama dengan perubahan panjang antrian pada ruas jalan Sinangling Padi<br>menjadi 23 meter dengan LOS A. Dan panjang antrian ruas jalan Padi sebesar 194.46 meter dengan LOS E.<br>Maka LOS pada simpang jembatan Ceger yaitu A dan pada simpang bawah jembatan yaitu D.</p> Aby Ghufran Adhitama, Dewi Rintawati, Christina Sari Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://trijurnal.trisakti.ac.id/index.php/sim/article/view/14639 Mon, 22 Aug 2022 00:00:00 +0100